Zidane Menyadari Tempatnya Tak Tersentuh

Zinedine Zidane sadari kalau tempatnya sebagai pelatih Real Madrid tak abadi. Zidane tahu ia tidak bakal bertahan lama di Santiago Bernabeu.

Zidane baru mulai memimpin Madrid pada bulan Januari 2016. Sedari waktu itu, Zidane telah membawa Madrid raih 2 titel di ajang Liga Champions dan 1 gelar La Liga.

Namun Zidane ada pada tekanan di musim ini. Los Blancos tercecer pada perburuan titel La Liga usai cuma ada di urutan 4 dan tertinggal 16 poin dengan Barcelona.

Zidane juga paham bahwa tempatnya sebagai pelatih Madrid tak bakal terus terasa aman. Pria yang berasal dari Prancis tersebut pun tau kalau prestasinya sebagai pemain tidak akan menjamin tempatnya di kursi pelatih Madrid.

“Zinedine Zidane bukan seorang pemain lagi di Real Madrid. Zidane yang itu telah tak ada. Saat ini bergantung Zinedine Zidane sang pelatih untuk catatkan kelangsungan kariernya,” kata Zidane.

“Saya tak terlindungi oleh apa yang telah saya perbuat sebagai pemain di klub ini. Saya tahu pada suatu saat nanti ini (pekerjaan sebagai seorang pelatih) bakal berakhir di Real Madrid, maka saya mengoptimalkannya dan saya lakukan semuanya supaya berhasil.”

“Saya bilang pada diri saya sendiri: ‘Kalau saya miliki 10 hari lagi di tempat ini, maka saya bakal optimalkan 10 hari tersebut; kalau itu 6 bulan, saya bakal langsungkan 6 bulan tersebut dengan optimal. Saya tak berpikir lebihi hal tersebut. Saya tahu saya tak akan bertahan (di pekerjaan ini) sepanjang 10 tahun,” kata dia.