Tag Archives: zinedine zidane

Tak Cedera, Ini Alasan Luka Modric Absen di Piala Super Spanyol

Penggemar dari Real Madrid pasti kebingungan dengan menepinya sang pemain andalan timnya, Luka Modric pada putaran pertama di Piala Super Spanyol kontra tuan rumah Barcelona, pada Senin (14/8/2017) nanti. Modric harus absen dari laga yang cukup kompetitif ini, sehubungan dengan kesalahan tiga tahun silam.

Para penggemar dari Real Madrid bisa saja bertanya-tanya dengan menepinya sang pemain di laga Piala Super Spanyol musim ini. Pasalnya, Luka Modric dalam kondisi fit dan siap seperti saat tampil dengan penuh keyakinan ketika timnya kontra Manchester United pada Piala Super Eropa.

Walau begitu, ternyata ada hal lain yang menjadi masalah bagi Modric. Dia memperoleh hukuman satu kali larangan bermain karena pernah dikeluarkan oleh wasit pada menit ke-89 dalam Piala Super Spanyol 2014 silam ketika berhadapan dengan Atletico Madrid.

Hukuman tersebut baru dapat dilaksanakan tiga tahun kemudian dikarenakan Madrid sendiri tidak pernah bermain pada kmpetisi ini dalam dua tahun belakangan ini. Oleh karena itu, dia akan menepi dalam putaran awal mereka di laga yang dihelat di Camp Nou.

Walau begitu, Luka Modric dapat bermain lagi di putaran yang kedua pada Stadion Bernabeu. Tanpa pemain ini, pastinya sang pelatih Real Madrid yakni Zinedine Zidane akan memainkan Mateo Kovacic atau Dani Ceballos.

Pelatih dari Prancis tersebut sudah terbiasa memang dalam melakukan perubahan pemain di timnya. Kekuatan klub Los Blancos ini cukup baik dalam skema apapun. Ini dapat dilihat pada musim yang lalu, ketika Madrid mendapatkan dua gelar, yakni La Liga dan Liga Champions.

Lalu, apakah klub besar ini dapat melawan Barcelona pada putaran awal Piala Super Spanyol nanti?

Demi Mateo Kovacic, Juventus Harus Siapkan Rp 391 Miliar

Bursa transfer di musim ini sepertinya masih memanas. Berbagai klub sepakbola dunia, salah satunya Juventus yang masih aktif ingin mendapatkan pemain demi amunis tim di musim ini. Tim asuhan Massimilano Allegri itu disebutkan akan segera mendapatkan pemain Real Madrid, Mateo Kovacic.

Media setempat menyebutkan jika klub sepakbola dunia itu bersedia melepas sang pemain dengan status pemain pinjaman ke Juventus namun dengan harga sekitar 25 juta euro sebagai kesepakatan keduanya. Harga itu nyatanya dapat saja naik jika Bianconneri ingin menjadikan Mateo Kovavic sebagai pemain tetap.

Salah satu hal yang menjadikan Massimilano Allegri ingin mendapatkan pemain dari Kroasia itu bergabung ke Italia yakni karena posisi lini tengah Real Madrid yang kian banyak. Dengan banyaknya pemain jagoan mereka, bisa jadi menjadikan Kovaciv sulit mendapat peluang bermain di tim Zinedine Zidane tersebut.

Hingga kini, Zidane masih belum menempatkan posisi pemain 23 tahun ini di rencananya pada musim ini. Tapi, setelah perfomanya yang kian membaik selama mengikuti laga di pramusim mereka, Kovacic dapat saja menjadi salah satu pemain yang masuk di daftar tim Zidane untuk musim ini, dia dapat menjadi gelandang kelima untuk Madrid setelah Toni Kroos, Casemiro, Modric dan Isco.

Dalam skema dan susuna pemain, Zinedine Zidane merupakan pelatih yang cukup adil. Bukan tidak mungkin jika pesepakbola muda dari Kroasia itu memperoleh kesempatan dalam berlaga dengan tim inti mereka di musim mendatang.

Mateo Kovavic sendiri sudah menjadi pemain Real Madrid di tahun 2015 silam. Selama ini, Kovacic sudah sukses memperkuat Madrid mendapatkan berbagai gelar, seperti piala Liga Champions Eropa dua kali.

Pelatih Real Madrid Sebut Skuatnya Bermain Buruk Kontra Barcelona

Real Madrid alami kekalahan kontra FC Barcelona atas skor 3-2 pada pertandingan uji coba pramusim hari Minggu, tanggal 30 Juli 2017 pagi WIB. Kegagalan ini terjadi dikarenakan Sergio Ramos dan rekan-rekanya tampil kurang baik di awal pertandingan.

Analisa itu diungkapkan secara langsung oleh manager Real Madrid, Zinedine Zidane. Zidane berpendapat, El Real tampil buruk dengan membiarkan FC Barcelona menghasilkan 2 gol di awal laga. level fokus pesepak bola kua dia sebut amat rendah.

Pada pertandingan tersebut, Real Madrid kecolongen 2 gol ketika memasuki menit ke tujuh dari aksi Ivan Rakitic dan Lionel Messi.

“Kami mengawali laga dengan amat buruk. Mereka berada unggul atas skor 2-0 seama 6 atau 7 menit pertama dan semuanya menurun mulai dari fokus yang rendah, kami tak dapat berpikir hal tersebut terjadi di lain waktu,” ungkap Zidane.

El Real selanjutnya sempat menutup pertandingan fase ke-1 atas skor 2-2 setelah memasukkan gol dari tendangan Marco Asensio dan Mateo Kovacic. Akan tetapi, Real Madrid mesti kembali tertunduk usai Gerard Pique menjebol jaring Keylor Navas difase ke-2. El Real gagal dengan skor 3-2 dan menjadikan Zidane merasa kecewa.

“Secara menyeluruh Anda tak dapat menyatakan bahwasannya ini merupakan kerja bagus yang kami lakukan,” timpa arsitek yang berasal dari Prancis ini.

Dari 3 pertandingan uji coba pramusim yang diikuti oleh El Real, mereka saa sekali belum merasakan kemenangan. Sebelum berhasil ditunduk dari FC Barcelona, Real Madrid juga kalah ketika bertemu dengan 2 Manchester yakni Manchester City dan Manchester United.

Zinedine Zidane, Antara Timnas Prancis Dan Real Madrid

Zinedine Zidane akhirnya berhasil mendapatkan gelar juara dengan Real Madrid. Namun, yang pasti saat ini, jika nanti dirinya tidak akan bersama Los Blancos lagi, ada satu hal yang wajib akan dia kerjakan. Apa itu?

Zinedine Zidane awalnya sempat dicibir pasca terpilih sebagai pelatih Real Madrid. Banyak pihak menilai jika pengalamannya di lapangan sebagai pelatih masih sangat sedikit. Dia hanya pernah menjadi tim dari reserve Madrid atau yang biasa dinamakan Castilla.

Akan tetapi, dalam proses sebagai manajer, klub ini seakan menemukan jalannya kembali. Madrid dapat meraih Liga Champions di musim awalnya. Itu merupakan gelar Liga ini yang ke-11 bagi Madrid.

Setelah itu, bersama tim, mereka meraih trofi minor, diantaranya Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Di musim ini, Zidane mempersembahkan piala Liga Spanyol ke Santiago Bernabeu. Sekaligus menjadi gelar liga perdana sejak 2011/2012 lalu.

Pelatih Real Madrid ini tentunya masih memiliki peluang yang besar demi menambah prestasinya sebagai pelatih. Pria yang berasal dari Prancis itu akan membawa Madrid melawan Juventus di babak final Liga Champions yang dilaksanakan di Millenium Stadium, awal Juni nanti.

Banyaknya hal positif yang dia persembahkan untuk Madrid menjadikan banyak pihak tidak sabar untuk menantikan kinerja Zidane sebagai pelatih timnas Prancis. Mantan pemain timnas Les Bleus dan rekan setim Zidane dulu, yakni Frank Leboeuf dengan optimis mengatakan bahwa Zidane berpeluang menjadi pengganti Didier Deschamps.

Dia menilai Zidane hanya akan menunggu waktu saja hingga menjadi pelatih timnas Prancis. ” Saya tidak mengetahui mengenai Deschamps, atau waktu yang tepat untuk federasi mengganti pelatih sekarang ini. Namun, semua yakin bahwa Zidane cocok menjadi pelatih tim nasional, ” kata Leboeuf.

Lebih lanjut, Frank Leboeuf mengatakan bahwa mungkin saja saat ini Zinedine Zidane masih menikmati kebersamaan dengan Madrid. Tapi, menjadi pelatih Real Madrid dalam waktu lama bukanlah hal yang mudah karena Florentino Perez termasuk presiden yang tidak sabar. “ Saya yakin, Zidane akan bergabung dengan timnas Prancis, ” tutupnya.

Zinedine Zidane Bantah Cekcok Dengan Morata

zinedine zidane dan alvaro morata

Situasi internal Los Blancos dipastikan tidak akan terganggu menurut pengakuan sang manajer, Zinedine Zidane. Hal tersebut menyusul muncul rumor yang mengklaim jika striker Alvaro Morata terlibat adu mulut dengan Zidane.

Isu terjadinya cekcok antara Morata dan Zidane berhembus setelah pertandingan antara Madrid menghadapi Sevilla pada pekan lalu. Dalam pertadingan yang dimenangi 4-1 tersebut, striker muda Spanyol tertangkap kamera menolak bersalaman dengan Zidane.

Kejadian itu tercipta ketika Zidane menarik keluar Morata dan menggantinya dengan Lucas Vazquez di menit ke-60. Nah aksi itulah yang lantas melahirkan spekulasi jika relasi Zidane dengan Morata sedang merenggang.

“Morata tak marah kepada saya. Dia hanya emosi karena hal-hal lain. Saya belum tahu apakah itu bisa terjadi, namun saya katakan kami tak memiliki masalah apa-apa. Kami juga berbicara dan itu terlewat begitu,” tegas Zidane dikutip dari Soccerway.

Sejatinya, buruknya relasi Zidane dengan Morata telah menjadi rumor lama di tubuh El Real. Media Spanyol mengklaim jika hal tersebut menyangkut perasaan kecewa Morata yang kurang mendapat kesempatan bermain cukup banyak.

Kendati kran golnya sekarang lebih banyak daripada Karim Benzema. Morata mendulang 15 gol di La Liga dan Benzema baru menjebol gawang lawan sembilan kali. Sayangnya Morata belum menjadi pilihan pertama dalam skema bermain yang dimainkan manajer berkebangsaan Prancis tersebut.