Tag Archives: Serie A

Leonardo Bonucci Tak Perdulikan Hujatan dari Fans Juventus

Leonardo Bonucci tidak mau menghiraukan terkait komentar buruk penggemar Juventus usai dirinya memilih merapat dengan skuat AC Milan. Sebelumnya, Dia juga  sudah pernah menerima hujatan yang serupa seperti yang ia alami saat ini.

Bek berusia 30 tahun itu hijrah menuju AC Milan pada jendela transfer 2017 (musim panas ini) usai ditebus dengan biaya sebesar 42.000.000 euro. Kepindahan Bonucci menuju AC Milan menimbulkan kontroversi mengingat Rossoneri merupakan pesaing dari Juventus di Italia.

Disamping itu, Leonardo Bonucci juga sebagai aspek penting didalam tim Juventus yang kerap menjadi pemenang Serie A selama 6 tahun terakhir. Dia memilih pindah sebab diprediksi mempunyai hubungan yang kurang baik dengan arsitek Juventus, Massimiliano Allegri yang terjadi belakangan ini.

Bonucci sudah terhitung sebagai pesepak bola Juventus sedari tahun 2010 silam usi hijrah dari Bari. Dia menyatakan sempat mendapatkan hinaan dari penggemar ditahun 2011 silam yang menjadikannya bisa saja meninggalkan Juventus pada saat itu. Namun sebab Bonucci sudah kebal terhadap komen-komen miring di sosial media tersebut, dan dia tetap bertahan sampai dengan tahun 2017 sebelum pindah ke AC Milan.

“Bila saya terpengaruh atas komen-komen yang ada di sosial media saya sudah hengkang dari Juventus sedari tahun 2011 lalu dan tahun ini saya takkan merapat dengan AC Milan,” ujar Bonucci.

“Mereka menyalahkan saya sebab saya berganti klub, namun di social media semua orang bebas menyampaikan apa yang mereka ingin katakana dan saya tidak ada dendam terhadap mereka,” ungkap Bonucci.

AC Milan Kembali Mengejar Pemain Bintang Milik Lazio

AC Milan diberitakan bakal kembali memburu Keita Balde Diao yang merupakan pesepak bola bintang milik Lazio. Mereka tak keberatan menebus biaya sang pemain sebesar 30.000.000 euro. Dengan begitu, AC Milan bakal kembali bersaing dengan Inter Milan dan Juventus demi bisa menggaet pemain yang menjadi targer incaran sejak lama.

Masa kerja Keita di Lazio hanya tersisa 12 bulan. Dia sudah memutuskan tidak akan menambah masa kerjanya.

Pesepak bola yang berasal dari Senegal tersebut sempat gencar diberitakan sudah menemui kata sepakat bahwa dirinya baka merapat dengan klub Juventus. Akan tetapi, klub pemenang bertahan Serie A itu tidak ingin menebus biaya pesepak bola yang dibandrol dengan nilai 30.000.000 euro.

Seperti disampaikan dari salah satu media asal Italia, penawaran resmi yang diberikan Juventus kepada Lazio ttidak ada setengahnya. Disamping itu, Lazio pun takkan menjual pesepak bolanya tersebut kecuali usai laga Supercoppa Italia yang bakal dihelat pada tanggal 13/8/2017 mendatang.

Belum ada keputusan resmi dari Juve ini menjadikam AC Milan yang sudah lama mendambakan Keita kembali memiliki kesempatan untuk merekrutnya. Marco Fassone, selaku CEO AC Milan, sudah menyatakan bahwasannya Claudio Lotito, selaku presiden Lazio, bahwasannya pihaknya siap untuk memberikan uang sebesar 30.000.000 euro untuk Balde.

Selain Juventus, AC Milan juga bakal bersaing dengan Inter Milan dan Napoli. Dikabarkan bahwa Inter Milan akan baru mengajukan tawarannya secara resmi bila Ivan Perisic besedia pindah ke MU (Manchester United).

Disamping itu, AC Milan sudah memperoleh sepuluh pesepak bola anyar pada jendela transfer sejauh ini. Mereka masih memburu pesepak bola menyambut tahun 2017-2018 ini, setelah mendapat suntikan dana dari pengusaha asal Tiongkok.

Sepuluh Hari Bergabung, Cassano Hengkang dari Verona

Berita mengejutkan hadir dari eks striker AC Milan dan AS Roma, yakni Antonio Cassano. Pesepak bola yang sempat menjadi bintang di Serie A tersebut membuat keputusan angkat kaki dari Verona, klub yang belum lama menghadirkannya 10 hari yang lalu.

Dikabarkan lewat salah satu media asal Italia, Cassano diberitakan berencana untuk mengakhiri karirnya, rencana tersebut adalah untuk yang ke-2 kalinya. Seperti yang sudah tahu, striker berumur 35 tahun tersbeut mulanya berpredikat sebagai pengangguran, sebelum akhirnya diboyong oleh Verona pada tanggal 16/8/2017 lalu.

Maurizio Setti selaku Presiden Verona, menyampaikan bahwasannya alasan Cassano mundur ialah sebab persoalan mental.

“Pesepak bola ini tak dalam kondisi yang baik, meskipun dirinya terlihat baik dari segi fisik dan atletik,” ujar Setti seperti disampaikan lewat salah satu media.

“Secara profesional, Anda tak dapat menuding dirinya berbuat kesalahan. Terbukti, dirnya tak bisa santai dan berpikir secara jernih di dalam skuat dan dirinya mau berada di rumah. Kondisinya tengah labil. Sebentar dirinya berucap, sebentar kemudian dirinya diam. Tersebut memalukan, mengingat dirinya sempat melakukan semuanya dengan baik selama karier profesionalnya,” ucap Setti menjelaskan.

Disamping itu, Cassano membantah bahwasannya dirinya mau meninggalkan dunia sepakbola. Dirinya mengatakan cuma tak merasa pas dengan Verona.

“Saya tak memiliki rencana meninggalkan dunia sepakbola. Sederhananya saya hanya merasa kurang cocok dengan Hellas Verona,” berikut penyampaian Cassano yang diketik oleh istrinya, Carolina Marcialis, lewat akut pribadinya.

“Dari segi fisik saya amat baik. Saya tellah mengikuti persiapan selama lima belas hari. Akan tetapi, dari segi mental saya kurang tertarik untuk meneruskan karier bersama klub ini [Verona]!” ungkap Cassano menutup.

Penyersalan Banega Hengkang dari Sevilla dan Gabung ke Inter Milan

Ever Banega comeback menuju Sevilla usai cuma 1 tahun mengenakan kostum Inter Milan. Dirinya direkrut pada jendela transfer musim panas ini.

Pesepak bola berumur 29 tahun tesebut pada awal bulan ini sudah resmi comeback menuju Sevilla. Dirinya meneken kontrak dengan durasi selama 3 tahun bersama dengan klub yang dibelanya sedari tahun 2014 tersebut.

Tak diberitahukan nilai transfer sang pesepak bola tengah tersebut. Akan tetapi, akun pasar memasukkan angka 9.000.000 euro atau setara dengan 135,5 milyar rupiah untuk kepindahan Banega.

Transfer itu menjadikan Inter Milan memperoleh keuntungan bila diingat di tahun 2016 musim panas mereka menghadirkan sosok Banega secara free(tanpa biaya transfer).

Karier 1 tahun Banega bersama dengan Inter Milan tak dapat dikatakan tak berhasil. Mengingat dirinya sanggup mencatatkan 6 gol dan delapan kali upaya dari  28 aksi yang dimainkan pada ajang Serie A.

Akan tetapi, dirinya menilai keputusan pergi dari Sevilla adalah suatu kesalahan. Banega juaga merasa beruntung dapat meperoleh peluang untuk memperbaiki kesalahan itu.

“Ketika menjalani sesuatu, seseorang bakal mengikuti kata hati,” ucap Banega seperti disampaikan oleh salah satu media.

“Saya melakukannya, akan tetapi merupakan sebuah kesalahan bila pergi dari Sevilla. Maka, ini adalah waktu untuk memperbaikinya dan menyokong teman setim,” ucap dirinya.

Banega pernah berposisi sebagai pilar penting untuk klub yang berasal dari Andalusia tersebut sedari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016.

Seama kurun waktu tersebut, Banega melakoni 94 laga di berbagai kompetisi dan mencatatkan dua belas gol ditambah Sembilan upaya.

Gabriel Paletta Akan Tinggalkan AC Milan

AC Milan tidak akan memperbaharui kontrak dari Gabriel Paletta. Sang agen pemain ini, yaitu Martin Guastadisegno, memaparkan jika kliennya akan segera hengkang dari klub ini.

Kontrak Paletta bersama AC Milan sejatinya akan usai pada tahun 2018 yang akan datang dan pemain asal Argentina tersebut memang tidak mendapatkan kontrak yang baru dari manajemen klub. Merasa tidak mendapat jaminan masa depan dengan Rossoneri, Gabriel Paletta akhirnya memutuskan segera meninggalkan klub ini.

” Kami menjumpai Milan dan kini pihak mereka juga tidak menginginkan kontrak baru pada pemain saya. kontrak Paletta tidak akan diperbaharui. Itu membuat kami akan segera mengharapkan klub menjual dirinya. Bersama Rossoneri, kami tetap menjalin hubungan yang baik dan mencapai penyelesaian yang terbaik, ” ungkap Guastadisegno.

Lebih lanjut, Martin Guastadisegno menilai jika Paletta akan mendapat beberapa tawaran dari banyak klub, seperti Genoa.

” Kami mengucapkan terima kasih untuk petinggi Genoa yang begitu menginginkan Gabriel dan berjumpa dengan saya di Milan, tapi sampai saat ini, kami belum dapat memberikan keputusan yang jelas karena masih mencari jalan terbaik, ” paparnya lagi.

Sang agen menuturkan jika mereka akan memberikan kepastian sampai beberapa minggu yang akan datang. Sesuai dengan beberapa tawaran yang terbaik untuk Paletta.

Gabriel Paletta sejatinya merupakan pilihan yang utama untuk sang pelatih Vincenzo Montella di posisi belakang. Ia sudah bermain 30 laga untuk Serie A di musim lalu. Akan tetapi, Paletta juga mendapat lima kartu merah di beberapa laga lain.

Dia memperoleh tiga kartu merah langsung dan dua dari akumulasi kartu kuning. Hal itu membuatnya menjadi pemain dengan sanksi kartu merah paling banyak selama berlaga di Serie A dan Liga Italia dengan total sembilan kartu.

Ventura Bahas Terkait Isu Belotti Menuju Paris St Gemain

Giampiero Ventura selaku manager pada skuat Italia, menyatakan bahwasannya dirinya bakal mendukung Andrea Belotti agar pindah menuju klub Paris Saint Germain(PSG) jika memang klub besar Prancis tersbeut menjadikan Belotti opsi pertamanya.

Seperti yang sudah diketahui, Belotti memang sudah sering diisukan atas kepindahannya menuju klub lain usai dirinya bermain Impresif di musim lalu bersama dnegan skuat Torino, yang mana dirinya telah mencatatkan dua puluh enam gol dan 8 kali upaya pada kompetisi Serie A.

Striker yang kini berusia 23 tahun itu belum lama ini telah meneken kontrak baru dengan klausul rilis senilai 100.000.000 euro yang cuma berlaku bagi klub diluar Italia.

Usai Manchester United dan AC Milan yang berminat untuk merekrutnya, berita teranyar mengatakan bahwasannya Paris Saint Germain pun berniat untung mendapatkan jasa dari striker tim nasional Italia tersebut.

“Paris Saint Germain langkah yang tepat bagi Belotti? Dengan egoisnya, lebih baik saya menjaga mata saya untuk selalu ada di Italia, lebih baik untuk saya. Tentu saja, tersebut tidak masalah. Saya merasa beruntung bahwasannya banyak pesepak bola telah lepas landas di bawah saya,” ucap Ventura.

“Jika dirinya pergi menuju Paris Saint Geraint sebab mereka memerlukan Belotti dan percaya dirinya merupakan pesepak bola yang tepat bagi mereka, jadi yaa.., saya bakal mendukung,” sambungnya.

“Namun jika dirinya pergi menuju Paris Saint Germain cuma untuk menghitung biayanya, ini sebuah pembicaraan yang berbeda, dirinya takkan menjadi tokoh utama. Saya berharap dia membuat keputusan yang tepat. Kami belum menyaksikan dirinya yang sebenar-benarnya, dirinya masih dapat melakukan lebih banyak lagi,” ungkap Ventura.

Sarri Sebut Pepe Reina Pantas untuk Dijadikan Contoh

Maurizio Sarri, selaku manager pada skuat Napoli, berharap Pepe Reina dapat menetap di klub tersebut. Menurut Sarri, Reina masih pantas untuk menjadi penjaga gawang Napoli sampai dengan beberapa tahun ke depan.

Napoli kabarnya tengah mencari sosok penjaga gawang anyar yang usianya lebih muda dari Reina dengan begitu kiper berumur 34 tahun itu juga berpikir untuk pindah klub.

Newcastle United, yang merupakan Skuat promosi Liga Inggris, juga mulai disangkut pautkan dengan Reina.

Akan tetapi, Sarri menekankan bahwasannya dirinya masih menaruh keprcayaan pada Reina untuk menjadi penjaga gawang nomor 1 Napoli.

“Reina adalah sosok yang aur biasa. Dirinya pantas menjadi contoh dan saya berharap dirinya dapat menetap di Napoli untuk jangka panjang,” ucap Sarri.

Eks penjaga gawang The Reds (julukan Liverpool) tersebut menjadi penjaga gawang pertama i Partenopei sedari tahun 2013/14. Selama tahun 2016./2017, Reina bermain sebanyak 37 kali pada kompetisi Liga Italia dan menghasilkan dua belas clean sheet.

Peran sertanya ikut menghantarkan Napoli keluar pada posisi urutan ke-3 Serie A, atau laga teratas pada Liga Italia.

Sarri masih memerlukan peran serta Reina. Ditambah lagi, dirinya berambisi untuk dapat keluar dari fase play-off Liga Champions.

“Tentu disayangkan kami tak berhasil masuk menuju Liga Champions walau telah mencatatkan sebanyak 86 angka pada kompetisi Serie A. sudah pasti raihan gol kami memuaskan, namun ada rasa sesal tak lolos langsung sebab meiliki jarak 1 angka,” ucap Sarri.

“Fase play-off  bakal amat sulit dan meiliki dampak di liga, baik dampak tersebut baik atau kurang baik,” tambahnya.

Morata Menyerahkan Nasibnya pada Klub Real Madrid

Alvaro Morata sekarang ini sedang daa pemberitaan bahwa dirinya bakal direkrut oleh klub AC Milan. Menyangkut masa depannya di Real Madrid, Morata telah menyerahkan putusan tersebut pada klub.

Morata sebagai salah 1 pesepak bola bidikan AC Milan pada jendela transfer -musim panas nanti. AC Milan berencana menghadirkan Morata untuk memperkuat baris depan mereka yang cuma membuat 57 gol (sepanjang musim lalu), paling rendah ke-2 di antara skuat sepuluh besar -Serie A.

hal yang normal datangnya Morata amat ditunggu oleh Rossoneri yang secara khusus mengirim Marco Fassone yang merupakan direktur umumnya terbang menuju Cardiff untuk berjumpa dengan petinggi Real Madrid ialah presiden Florentino Perez.

Maka, Morata pribadi yang belum lama ini menyelesaikan pekerjaan di musim ini dengan turut dalam kesuksesan Real Madrid memenangi Liga Champions, yang berlangsung pada hari Minggu, tanggal 4 Juni 2017 dinihari WIB. Dengan begitu, Morata juga dapat mengurus terkait kelanjutan kariernya di skuat El Real.

Dikarenakan Morata kabarnya sudah merasa bosan dengan prediaktnya sebagai pesepak bola cadangan walau dirinya merupakan peraih skor terbanyak ke-2 Real Madrid musim ini atas catatan dua puluh gol dalam 24 aksi yang dimainkannya di semua ajang pertandingan.

Apalagi dalam pertandingan final melawan Juventus, Morata hanya berain sebagai cameo usai menjadi pemain pengganti dari Toni Kroos pada 89 menit pertandingann. Ini kian mempertegas isu kepergian penyerang berumur 24 tahun tersebut.

“Saya tak tahu, nasib tak cuma bergantung pada diri saya pribadi,” ucap Morata terkait nasibnya seperti disampaikan oleh salah satu media.

“Saya senang berada di sini, cita-cita saya ialah berada di klub ini, kami baru saja menjuarai Liga Champions dan saya tak berpikir apa-apa terkecuali merayakan keberhasilan ini,” sambungnya.

“Cuma ada satu yang saya mau lakukan ialah tampil main, berlatih, dan menikmati ini bersama dengan teman-teman saya. Nasib tak cuma bergantung kepada saya.”

“Comeback menuju Madrid dan selanjutnya memangi Liga Champions itu amat fantastis,” ucap Morata mengakhiri.