Tag Archives: Liga Champions

Catatan Buruk Hadapi Tim Inggris Hantui Juventus

Juventus bakal berhadapan dengan Tottenham Hotspur di fase knock-out ajang Liga Champions. Bianconeri dihantui oleh catatan buruk berhadapan dengan tim Inggris.

Undian pada babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Senin (11/12/2017) malam WIB di Nyon tengah pertemukan Juve dengan Spurs pada babak 16 besar. Terundi dengan klub yang berasal dari Inggris tersebut jadi seperti sebuah pesan awal yang buruk untuk ‘Si Nyonya Tua’.

Lewat catatan Opta, lewat 5 pertemuan terakhir berhadapan denganwakil Inggris di tahap gugur ajang Eropa, Juve tidak pernah keluar sebagai seorang pemenang. Langkah buruk mereka diawali pada musim 1998/1999.

Pada waktu itu, Juve tidak berhasil melangkah ke babak final usai tunduk lewat agregat 3-2 melawan Manchester United. Sedangkan, pada pertemuan pertama Juve sukses imbangi MU dengan skor 1-1 di Old Trafford. Namun pada pertemuan kedua mereka tunduk dengan skor 2-3 di pertandingan markas, usai lebih awal unggul dengan skor 2-0.

Pada musim 2004/2005, Juve berhadapan dengan Liverpool di babak perempatfinal ajang Liga Champions. Tim yang berasal dari kota Turin itu tergusur usai tunduk dengan skor 1-2 pada pertemuan pertama dan bermain dengan skor seri tanpa cetak angka 0-0 di pertemuan kedua.

Musim selanjutnya, gantian Juve digusur Arsenal pada babak perempatfinal Liga Champions. Mereka tunduk dengan skor 0-2 di markas Meriam London dan hanya tampil seri tanpa cetak angka 0-0 di pertandingan markas.

Pada musim 2008/2009, giliran Chelsea yang singkirkan Juve pada tahap knock-out Liga Champions. Juve pada saat itu tunduk dengan skor 0-1 di Stamford Bridge dan hanya imbang dengan skor 2-2 di Turin.

Fulham menjadi tim Inggris terakhir yang dapat tundukkan Juve. hal tersebut berlangsung lewat pertandingan perempatfinal Liga Europa musim 2009/2010, yang pada waktu itu Juve tidak berhasil pertahankan keunggulan agregat dengan skor 3-1 usai dilibas dengan skor 1-4 pada pertemuan kedua.

Szczesny Ingin Juve Bertemu Klub Inggris

Juventus telah mengantongi 1 posisi pada babak 16 besar Liga Champions. Wojciech Szczesny ingin supaya Bianconeri berhadapan dengan klub yang berasal dari Inggris.

Juventus lolos dengan menempati posisi runner-up di Grup D. Mereka tunduk dalam perselisihan dengan Barcelona di babak grup, lewat 6 laga yang dilangsungkan, Juve catatkan 11 poin, berselisih 3 poin dari Los Cules.

Dengan finis sebagai runner-up, Juve juga memiliki potensi bertemu dengan tim kuat juara grup. Telah ada 3 tim Inggris yang menjadi juara di grup; Manchester United, Manchester City, dan Tottenham Hotspur.

Szczesny telah sempat mengakhiri waktu selama beberapa musim di ajang Liga Inggris. Oleh sebab itu, Penjaga gawang yang berasal dari Polandia tersebut ingin agar Juve bakal bertemu dengan tim Premier League di babak 16 besar.

“Tim mana yang bakal berhadapan pada babak selanjutnya? Kami tidak takut pada tim mana saja. Kami adalah salah satu klub paling kuat Eropa,” imbuh Szczesny.

“Saya ingin dapat berhadapan dengan tim Inggris, saya bakal amat senang kalau kami menangkan pertandingan besar di Inggris,” sambung dia.

Roma Bisa Ungguli Chelsea dan Atletico Walau Bukan Favorit

AS Roma berhasil lewat dari ujian pada tahap awal ajang Liga Champions. Pernah menjadi tim yang tidak diunggulkan sebab masuk ke dalam grup berat, Giallorossi bahkan berhasil lolos ke babak 16 besar dengan finis di urutan pertama.

Di ajang Liga Champions pada musim ini, Roma masuk kedalam grup yang terbilang berat. Edin Dzeko dan para rekannya. masuk dalam grup bersama Chelsea, Atletico Madrid, dan Qarabag di Grup C.

Melihat peta kekuatan, Roma tak sefavorit Chelsea yang berstatus sebagai sang juara Premier League dan Atletico yang sudah 2 kali menjadi finalis di ajang Liga Champions lewat 4 musim terakhir. Namun lewat perjalanannya, tim yang di besut oleh Eusebio Di Francesco tersebut dapat memutar balik prediksi.

Hasil oke dengan skor 1-0 saat berhadapan dengan Qarabag dalam matchday 6 fase grup pada hari Rabu (6/12/2017) dini hari WIB di Stadion Olimpico, membuat Roma sudah pasti akan lolos ke babak 16 besar. Tidak hanya itu, mereka juga keluar sebagai juara grup.

Roma finis di urutan pertama Grup C dengan catatkan 11 poin. Mereka catatkan 3 hasil oke — salah satunya saat berhadapan dengan Chelsea dengan skor akhir 3-0 –, 2 hasil imbang, dan 1 kali tunduk.

Roma unggul lewat head to head atas Chelsea yang catatakan poin sama di urutan 2. Sedangkan, Atletico perlu tergusur dan terlempar ke ajang Liga Europa usai di urutan ketiga dengan catatkan 7 poin.

“Ini merupakan hasil oke yang luar biasa dan tidak mudah, khususnya karena saya masih belum miliki pengalaman di ajang Liga Champions,” kata Di Francesco usai laga melawan Qarabag.

“Ini adalah sebuah hasil yang memuaskan karena tak ada yang yakin kami dapat lolos. Mereka menganggap kami bakal tergusur, namun kami berusaha dengan keras, memperlihatkan diri, dan akhirnya menjadi juara di grup.”

“Semuanya diawali dengan laga awal 0-0 menghadapi Atletico Madrid, ketika kami baru saja mengawali dan raih irama kami. namun kami kerepotan dan tertahan untuk memperlihatkan dapat meraih poin yang menentukan.” Sambung Di Francesco.

Iniesta Terkesan dengan Performa Ter Stegen

Marc-Andre ter Stegen telah lakukan banyak penyelamatan untuk Barcelona pada musim ini. Andres Iniesta memberi pujian pada si penjaga gawang setinggi mungkin.

Barcelona tampil dengan skor imbang tanpa cetak angka 0-0 dengan Juventus pada hari Kamis (23/11/2017) dinihari WIB di Stadion Allianz Arena, dalam matchday kelima Liga Champions Grup D. Tambahan 1 poin pastikan Blaugrana melangkah ke babak 16 besar dengan status sebagai juara grup.

Walau tampil di kandang lawan, Barca dapat ungguli permainan dengan kontrol bola sampai dengan 62% sesuai dengan catatan pada situs resmi UEFA. Namun, Juve yang tunduk dalam dominasi nyatanya dapat lakukan 3 percobaan yang mengarah ke sasaran lewat 6 percobaan, unggul 1 dari Barca.

Gagalnya Bianconeri dalam mengonversikan cetak angka tidak lepas dari kecekatan Ter Stegen dalam menghadang laju bola. Ketika pertandingan baru berlangsung 2 menit, penjaga gawang Barca itu lekas sukses amankan bola hasil sepakan Douglas Costa dari jarak dekat. Di penghujung pertandingan, ia juga bikin penyelamatan oke ketika menepis sepakan Paulo Dybala.

Lewat catatan Opta, Ter Stegen telah lakukan 23 penyelamatan lewat 24 sepakan terakhir ke gawang Barca di tiap ajang. Pada akhir pertandingan, Iniesta sebagai kapten Barca memberi pujian atas performa Ter Stegen di bawah mistar.

“Kami tahu kualitas Ter Stegen dan ia masih miliki ruang untuk berkembang. Ia bikin  pembeda dan sebagai penjaga gawang Barcelona, ia berhasil menahan lawan. Dalam hal ini, ia luar biasa,” imbuh Iniesta.

Iniesta pun merasa senang Barca dapat pastikan status juara grup sebelum tahap grup selesai. Hal yang sudah diraih ini pun telah jadi incaran mereka sebelum pertandingan pertama ajang Liga Champions 2017/2018 berlangsung.

“Kami sampai pada tujuan kami untuk akhiri lebih cepat usai lakukan banyak usaha, semuanya bakal menolong kami untuk terus benahi diri,” sambung Iniesta.

“Kami berupaya dengan keras untuk jadi yang paling oke di grup ini, yang menjadi misi kami sedari pertama,” kata dia.

Spurs Perlihatkan Diri dengan Kalem

Tottenham Hotspur tidak ingin terlalu banyak berbicara sedaro pengundian fase grup ajang Liga Champions membuat mereka berada dalam grup yang berat. Ternyata Spurs sekarang ini malah men jadi juara grup.

Undian di ajang Liga Champions pada musim ini bikin Spurs dengan 2 lawan sulit, yaitu Real Madrid dan Borussia Dortmund. Satu tim lainnya ialah APOEL yang juga miliki peluang menjadi lawan yang menyulitkan.

Dilihat dari segi pengalaman di kancah Eropa, Spurs dapat dikatakan tertinggal dari Madrid dan Dortmund. Keduanya tidak hanya lebih konsisten bermain di Liga Champions, melainkan juga pemegang titel juara turnamen tersebut. Madrid telah 12 kali keluar sebagaijuara, sedangkan Dortmund 1 kali menangkannya.

Jadi, The Lilywhites tidak ingin muluk-muluk dan banyak bicara sehabis undian tersebut. Pengalaman pada musim kemarin saat tergusur setelah tunduk dalam perselisihan dengan AS Monaco dan Bayer Leverkusen menjadi pelajaran yang berharga. Saat hal tersebut Spurs merasa miliki kesempatan yang oke untuk lolos.

Nyatanya, pada musim ini anak-anak London utara bermain dengan meyakinkan. Spurs sudah pasti finis sebagai juara grup dengan 1 pertandingan yang tersisa. Catatkan nilai 13 lewat 5 partai, mereka tidak akan dapat disalip Madrid yang hanya selisih 3 poin sebab telah unggul secara head-to-head.

Sebuah bukti kalau Spurs telah naik tingkatnya.

“Musim sebelumnya, kami saksikan undiannya dan berpikir: Monaco, Leverkusen, dan CSKA, dan kami berpikir kalau kami miliki peluang untuk lolos ke babak selanjutnya,” ucap Pochettino.

“Kemudian undian ini muncul, kami saling memandang dan berpikir: Baiklah, kami bakal melewatinya dan tak bilang apapun. Dan saksikanlah saat kami berada di posisi pertama, urutan teratas klasemen.”

“Perjalanannya yang tidak mudah sebab Real Madrid dan Borussia Dortmund serta APOEL memang selalu sulit. Tapi kami mencoba menikmatinya dan tampil kompetitif serta mencoba menang, itulah idenya di tiap pertandingan.”

“Saya senang atas hasil ini, bisa memuncaki klasemen. Tapi kami menantikan untuk memainkan laga berikutnya,” kata dia.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Spurs akan menghadapi APOEL yang masih memperebutkan tiket transfer ke Liga Europa dengan Dortmund.

Rekot Terus Menang City Bertambah

Hasil oke  yang berhasil diraih saat bertemu di kandang Napoli tidak hanya membuat Manchester City melangkah ke babak 16 besar Liga Champions. City pun menambah panjang rekor tidak pernah kalah mereka.

City menangkan laga atas Napoli dengan skor akhir 4-2 lewat laga yang berlangsung pada hari Kamis (2/11/2017) dinihari WIB di San Paolo. Nicolas Otamendi, John Stones, Sergio Aguero, dan Raheem Sterling masing-masing catatkan 1 angka untuk The Citizens.

Hasil oke tersebut bikin City masih kokoh di tahap grup ajang Liga Champions. Mereka terus raih hasil oke lewat 4 laga. Tiket menuju babak 16 besar juga telah ada dalam genggaman walau masih ada 2 pertandingan yang tersisa.

Ada beberapa data dan fakta dari hasil oke yang diraih oleh City ini, sebagaimana dilansir BBC:

– City menambah panjang catatan tidak pernah kalah jadi 22 laga pada tiap ajang (menangkan 18 kali, seri 4 kali). Terakhir kali City tunduk ialah saat berhadapan dengan Arsenal di babaksemifinal Piala FA musim kemarin pada bulan April.

– City ada dalam keadaan tertinggal untuk pertama kalinya sedari 26 Agustus (vs Bournemouth).

– Untuk kali pertama Napoli kalah dari tim Inggris pada laga markas di Liga Champions (sebelumnya menang 3 kali).

– Dries Mertens ikut ambil bagian secara langsung pada terciptanya 16 angka di 17 laga bersama Napoli di tiap ajang musim ini (12 angka, 4 assist).

– Nicolas Otamendi ciptakan 2 angka lewat 3 laga terakhirnya bersama City. Otamendi juga ciptakan angka sebanyak itu lewat 93 laga sebelumnya.

– Leroy Sane terlibat secara langsung dalam terciptanya 8 angka di 6 laga terakhirnya bersama City di tiap ajang (3 angka, 5 kali assist).

– Tidak ada pemain City yang ciptakan lebih banyak angka dibanding John Stones di Liga Champions musim ini. (Stones sama dengan Raheem Sterling, 3 cetak angka).

 

David Silva Berharap Liga Champions Diraih City

David Silva telah amat menunggu saat juara di ajang Liga Champions bersama Manchester City. Untuk hal tersebutlah, Silva terus berdoa tiap malam.

Silva, yang bermain bersama City sedari musim 2010, belum 1 pun antarkan City raih kecemerlangan di Liga Champions. Prestasi paling okenya di ajang ini hanya membawa The Citizen ke babak semifinal pada musim 2015/2016. Padahal di ajang lokal, Silva telah berikan 2 gelar Premier League, 2 trofi Piala Liga Inggris, dan 1 Piala FA.

Musim ini, Silva ingin dapat akhiri keinginannya selama 7 terakhir tersebut, di bawah pimpinan manajer Pep Guardiola. City memang cukup meyakinkan sampai saat ini karena telah catatkan 3 hasil oke dan kuasai Grup F dengan poin penuh.

Silva tidak ingin lagi City terhenti lebih cepat seperti musim kemarin ketika ditundukkan AS Monaco pada babak 16 besar. Oleh sebab itu, City diminta dapat pertahankan performanya sekarang ini.

“hal tersebut bakal amat mengesankan. Saya berdoa tiap malam untuk dapat menangkan Liga Champions bersama City. Semoga kami dapat meraihnya pada tahun ini,” kata Silva.

“Kami tampilkan sepakbola dengan amat oke, permainan sepakbola yang indah, ciptakan banyak angka dan juga membuat banyak kesempatan,” sambung dia.

City bakal berhadapan dengan Napoli pada hari Kamis (2/11/2017) dini hari WIB di Stadio San Paolo. Silva jadi pemain City yang rasakan kekalahan di Naples pada tahun 2011. Dia juga ingatkan para rekannya supaya terus pertahankan konsentrasi.

“Saya ingat kami tunduk lewat laga menjadi saya tak miliki memori yang oke tentang stadionnya. Semoga kami dapat merubahnya nanti Napoli ialah tim yang amat oke.”

“Tidak mudah untuk pertahankan intensitas permainan yang besar, maka kami bakal pertahankannya selama mungkin untuk dapat menangkan laga,” kata pemain yang berasal dari Spanyol tersebut.

Strategi Chelsea Kurang Oke

Chelsea tidak berhasil raih hasil oke saat melawan AS Roma di matchday ketiga ajang Liga Champions. Bagi Antonio Conte, hal tersebut dikarenakan perubahan skemanya tidak berlangsung dengan oke pada pertandingan tersebut.

Menjadi tuan rumah menghadapi Roma Kamis (19/10/2017) dinihari WIB di Stamford Bridge, Conte memilih gunakan formasi 3-5-2 dan memindahkan David Luiz lebih ke depan untuk jadi gelandang bertahan.

Upaya tersebut ia lakukan sebab The Blues kehilangan N’Golo Kante yang tengah alami cedera ketika bermain bersama tim nasional Prancis. Usaha tersebut awalnya sukses usai Chelsea unggul dengan skor 2-0 lebih awal lewat angka yang diciptakan oleh Luiz (menit ke-11) dan Eden Hazard (37).

Roma pada akhirnya dapat memotong skor jadi 1-2 lewat angka yang diciptakan oleh Aleksandar Kolarov pada 5 menit menjelang turun minum. Pada babak pertama ini tercatat kalau Roma mendominasi permainan sampai dengan 63 persen dengan lesatkan 6 sepakan dengan 4 di antaranya menuju ke gawang.

Tim tamu makin apik pada babak kedua saat Conte menarik Luiz untuk turunkan Pedro Rodriguez, yang adalah pemain tipikal menyerang. Hasilnya, Roma dapat raih keunggulan lewat 2 angka yang diciptakan oleh Edin Dzeko.

Beruntung untuk Chelsea, Hazard dapat ciptakan angka kedua pada menit 75 untuk sudahi pertandingan dengan skor imbang 3-3. Hasil seri ini Conte akui sebagai sebuah kesalahan perubahan yang ia lakukan.

“Usaha yang dilakukan para pemain telah optimal dan saya ucapkan terima kasih pada mereka. Kami kerepotan pada babak pertama dan keputusan untuk merubah sistem tak berbuah hasil dan kami memikulnya,” imbuh Conte.

“Kami sesungguhnya lakukan improvisasi dan hal tersebut nampak, seperti kami alami penderitaan di bawah tekanan Roma. Kami ciptakan 2 angka, namun kami tak rasakan kontrol laga,” lanjut dia.

“Saya perlu bertanggung jawab sebab keputusan saya merubah sistem untuk atasi minimnya opsi (pemain). Saya merubah posisi David Luiz untuk menambah kuat garis tengah dan saya rasa hal tersebut tak sukses, jujur saja,” ucap sang manajer.