Tag Archives: lazio

Lazio 100% di Liga Europa

Lazio sukses menangkan 4 pertandingan pertama Liga Europa. Mereka menjadi satu-satunya tim yang miliki catatan sempurna.

Biancoceleste sudah pasti lolos ke tahap knock out setelah menangkan laga dengan skor 1-0 atas Nice pada hari Jumat (3/11/2017) dinihari WIB di Stadion Olimpico, lewat matchday ke 4 Liga Europa. Angka semata wayang membawa kemenangan untuk tim yang di besut oleh Simone Inzaghi tercetak dengan angka bunuh diri Maxime Le Marchand.

3 poin tambahan ini bikin Lazio semakin kokoh di urutan teratas Grup K dengan mengumpulkan 12 poin usai melangsungkan 4 pertandingan dengan hasil oke. Lazio pun tercatat menjadi satu-satunya tim yang sukses membersihkan semua pertandingan sejak saat ini.

Tim yang berasal dari Italia tersebut awali berlangsungnya di Liga Europa musim ini dengan menundukkan Vitesse (3-2) pada pertandingan, Zulte-Waregem (2-0) pada pertandingan markas, dan Nice (3-1) di laga tandang. Mereka juga ciptakan 9 angka dan 3 kali kebobolan

Kalau sesuai data-data di Whoscored, Lazio sesungguhnya bukanlah tim yang terus lakukan serangan. Itu dapat nampak dari rataan penguasaan bola yang hanya sampai 46,2 persen dan ada di peringkat 35 dari 64 tim peserta.

Sama halnya dengan rataan shots. Lazio hanya bukukan 13,3 persen shots dan jadikan mereka tim ke 21 yang sering lakukan shots di Liga Europa.

Penampulan dari Lazio sampai musim ini bukan hanya okedi Liga Europa. Klub yang berasal dari kota Roma tersebut pun masih mantap di kompetisi Serie A dengan berada di urutan 4 dengan 28 poin lewat 9 hasil oke, 1 seri, dan 1 kalah.

Usai pastikan diri melangkah ke babak 32 besar, dapatkah Lazio menambah panjang catatan hasil okenya?

Untuk Tahan Napoli, Lazio Diminta Bermain Lebih Oke

Lazio miliki hasrat untuk menahan langkah Napoli yang tengah oke di Serie A. Simone Inzaghi akui kalau timnya tak hanya perlu bermain apik, namun juga perli bermain dengan berani untuk bisa wujudkan hal tersebut.

Lazio bakal berhadapan dengan Napoli pada hari Kamis (21/9/2017) dinihari WIB di lanjutan Serie A yang bertempat di Olimpico. Pertandingan ini diprediksi akan lekas berlangsung dengan sengit dan ketat, mengingat kedua kubu sampai saat ini masih belum pernah kalah.

Tuan rumah sekarang ini telah catatkan 3 hasil oke dan 1 hasil seri, yang bikin mereka berada di urutan 4 klasemen dengan nilai 10. Sementara Napoli berada di urutan teratas klasemen sementara, maka 1 dari 3 tim yang masih sempurna lewat 4 pekan bersama Juventus dan Inter Milan.

Inzaghi memprediksi sebuah pertandingan sengit, memikirkan sang lawan yang tengah berada dalam langkah tidak pernah kalah di liga. Telah sedari bulan Februari kemarin Napoli belum pernah kalah.

Terakhir kali Partenopei ditundukkan oleh Atalanta pada tanggal 26 Februari kemarin lewat laga yang berlangsung di San Paolo. Sedari periode tersebut mereka langsungkan 16 pertandingan dengan 14 di antaranya sukses meraih hasil positif.

“Lewat 16 laga terakhir, Napoli telah raih hasil oke 14 kali dan seri 2 kali. Mereka belum pernah kalah di liga sedari bulan Februari,” ucap Inzaghi.

“Mereka bersama dengan Juventus merupakan calon peraih Scudetto. Mereka telah pertahankan elemen-elemen penting di tim, mereka telah berusaha dengan baik untuk menolak banyak penawaran.”

“Kami akan perlu menampilkan permainan yang apik, kami juga harus bermain lebih oke daripada musim kemarin. Pada waktu tersebut kami hadir ke laga menghadapi Napoli usai 2 partai yang menguras dengan Roma dan Sassuolo, kami pantas menerima hasil negatif. Kami harus tunjukkan penampilan yang lebih berani. sebagai sebuah grup,” kata dia.

Demi Keita, Dua Klub Sepakbola Italia ini Rela Lakukan Ini

Juventus mulai ragu dengan pemain incaran mereka, yakni Keita Balde Diao. Pemain ini nyatanya kian mendekat ke Inter Milan. Bahkan demi mendapatkan pemain ini, Milan bersedia memberikan Eder, pemain mereka untuk Lazio yang merupakan bagian dari penawaran tersebut.

Juventus lalu melancarkan aksinya. Mereka sudah memberikan penawaran senilai 20 juta euro atau sekitar Rp 312 miliar. Direktur Umum dari klub ini yakni Beppe Marotta mengungkapkan jika pihaknya sudah resmi memberikan penawaran tertulir pada pihak Lazio demi pemain mereka, Keita Balde Diao.

” Kami sudah memberikan pengajuan penawaran untuk petinggi Lazio, yakni Claudio Lotito demi pemain ini, dan sepertinya dia akan memikirkannya. Namun, kita akan melihat apa yang terjadi nantinya, ” papar Marotta.

Akan tetapi, penawaran yang diberikan oleh Juventus itu diyakini akan ditolak karena pihak Juventus belum setuju dengan harga sekitar 25 juta euro untuk Keita.

Di sisi lain, niat Inter yang ingin memberikan Eder sepertinya terhalang. Pasalnya, pemain dari Italia tersebut tidak bersedia dilepaskan. Ia ingin bermain di Giuseppe Meazza di musim mendatang. Semua klub ini memberikan tawaran 22 juta euro ditambah bonus 3 juta euro. Selain itu, mereka juga memberikan gaji sekitar 3 juta euro tiap musimnya. Tapi, nampaknya, Claudio Lotito masih belum bisa menerimanya.

Sementara itu, kontrak Keita dengan klubnya akan usai di bulan Juni 2018. Pesepakbola 22 tahun itu disebutkan tidak akan memperbaharui kontraknya. Selama musim lalu, Keita tampil apik dengan menciptakan 16 gol dan enam assists di 34 laganya.

Selain mengenai Keita, Beppe Marotta juga mengungkapkan mengenai upaa mereka untuk merekrut pemain Paris Saint-Germain, yakni Blaise Matuidi. Juve diberitakan menambah penawaran sampai 22 juta euro demi pesepakbola 30 tahun tersebut.

” Blaise Matuidi merupakan salah satu pilihan kami selanjutnya. Juventus ingin mendapatkan pemain dengan pengalaman yang banyak sebagai gelandang utama, ” tutup Beppe Marotta.

Hadirnya Sebastian Veron Mengusik Baris Tengah Manchester United

Nama Juan Sebastian Veron sebagai salah 1 pesepak bola tak berhasil alias gagal yang sempat merapat dengan The Red Devils (julukan Manchester United). Menurut Gary Neville selaku eks bek Manchester United, datangnya Veron mengusik baris tengah skuat yang saat itu dikatakan Sir Alex Ferguson.

Juan Sebastian Veron dihadirkan dari Lazio dengan nama yang sudah cemerlang. Untuk memperoleh pria yang berasal dari Argentina tersebut, pihak manajemen Manchester United –mesti membayar uang sebesar 28.000.000 pound sterling pada tahun 2001 silam.

Akan tetapi disayangkan, Veron tak cukup baik tampil di barus tengah Manchester United. Dirinya cuma menetap selama 2 tahun bersama Manchester United dengan memainkan sebanyak 80 laga. Dirinya cuma memasukan sebelas gol dan mencatatkan sepuluh upaya untuk memasukan bola.

“Saya rasa, salah 1 andrenalin besar Veron ialah skuat yang dibelanya telah mempunyai langganan starting XI. Pada saat itu, Manchester United sudah mempunyai sederet pemain seperti Roy Keane, David Beckham, Ryan Giggs dan Paul Scholes,” ucap Neville, disampaikan dari salah satu media.

“Veron hadir dengan biaya dengan nilai 28.000.000 pound sterling, nilai yang amat besar pada waktu itu. Dirinnya tak cukup baik untuk kami, namun pelatih mesti menurunkannya bermain. Caranya dengan menurunkan Scholes lebih banyak untuk ke depannya. Namun, hal tersebut justru mengusik skuat,” ucapnya menegaskan.

Pada akhir tahun 2002-2003, Veron angkat kaki Manchester United dan merapat menuju klub Liga Inggris yang lain, yaitu Chelsea. Selama 4 tahun bersama dengan The Blues, dirinnya lebih banyak duduk di kursi pelapis.

Bek Lazio Ingin Kalahkan Juve di Final Coppa Italia

lazio

Final Coppa Italia 2016/17 bakal mempertemukan antara Juventus melawan Lazio pada 2 Juni 2017 mendatang. Ini merupakan salah satu jalur Si Nyonya Tua untuk merengkuh treble.

Akan tetapi Juventus takkan meraihnya dengan mudah. Menurut penuturan bek Lazio, Dusan Basta, ia dan rekan satu tim amat mendambakan gelar ini.

Lazio sendiri melangkah ke babak final setelah menyingkirkan sang rival satu kota AS Roma di empat besar. Keberhasilan itu mengangkat kepercayaan diri Biancoceleste.

“Menyingkirkan Roma rasanya luar biasa. Babak final menghadapi Juventus bakal sangat rumit, karena mereka merupakan tim terbaik di Serie A,” kata Basta seperti dikutip Football Italia.

“Akan tetapi kami tidak pernah membuang harapan untuk juara. Kami bakal berusaha yang terbaik agar bisa menjuarai Coppa Italia.”

Musim ini performa Lazio memang cukup fantastis. Diragukan di awal, namun manajer Simone Inzaghi rupanya bisa membawa Lazio kembali disegani dan ditakuti.

“Tidak satupun orang mengira jika kami bisa melewati musim sehebat ini. Kami bekerja sangat keras dari hari pertama dan kami merasa puas dengan hasilnya.”

“Lazio kembali ke deretan klub-klub besar. Atmosfer di ruang ganti pun hangat. Simone Inzaghi adalah pelatih top. Dia selalu mempersiapkan tim dengan baik dan cerdas dalam menyusun strategi,” pungkas Basta.