Tag Archives: juventus

Bonucci Pergi, Juve Mesti Hadirkan Marquinhos

Fabrizio Ravanelli yang merupakan sosok legenda pada skuat Juventus sempat mengaku terkejut atas pindahnya Leonardo Bonucci menuju klub AC Milan. Dirinya juga berharap Juventus dapat menghadirkan sosok Marquinhos selaku bek pada skuat Paris Saint Germain (PSG), untuk dijadikan pengganti dari pesepak bola berusia 30 tahun tersebut.

Verratti Bonucci sudah angkat kaki dari skuat Juventus dan memilih untuk bergabung ke AC Milan. Milan merekrutnya dengan uang sebesar 42.000.000 euro. Transfer tersebut cukup mengejutkan sebab sebelumnya Bonucci lebih sering dihubungkan dengan Manchester City dan Chelsea.

“Saya amat kaget. Ini menjadikan semua orang juga merasa terkejut. Namun Bianconeri merupakan skuat yang selalu ingin juara dan jika ada sedikit persoalan di klub, sebaiknua menyampaikan terima kasih dan selamat tinggal terhadap pesepak bola dan beres mempersoalannya,” ucap Ravanelli pada salah satu media.

“Saya rasa ini keputusan fifty:fifty oleh Juve dan Bonucci. Saya rasa, dan inilah opini saya, bahwasannya Bonucci berniat angkat kaki dari Juventus, dan Juventus menyatakan ‘Siap, tak ada masalah’. ”

Setelah kepergian Bonucci, Bianconeri langsung membidik sejumlah nama untuk dijadikan pengganti. Ravanelli juga menyarani Juventus untuk memburu tanda tangan Marquinhos.

“Juve perlu merekrut bek tangguh. Sosok seperti Thiago, Kostas Manolas atau Silva Marquinhos. Untuk saya, Marquinhos merupakan opsi yang tepat. Dirinya merupakan 1 dari 5 hingga sepuluh bek terbaik yang di dunia,” ucap Ravanell menambahkan.

Alexis Sanchez Akan Dilepas Arsenal Menuju City

Arsenal nyatanya masih membuka peluangnya untuk menjual Alexis Sanchez menuju klub Manchester City. Akan tetapi Arsenal mepunyai permintaan kepada klub arahan Josep Guardiola tersebut.

Sanchez masih diisukan akan angkat kaki dari skuat The Gurnners mengingat masa kontraknya yang hanya tinggal tersisa 1 tahun lagi. Juventus, Manchester City dan Bayern Munchen menjadi klub yang dikatakan meinati Alexis Sanchez.

Akan tetapi dibandingkan Bayern Munchen dan Juve, Man City sebagai klub yang berapa diurutan paling depan yang akan mendapatkan jasa Sanchez. Walaupun, Arsene Wenger, selaku pelatih pada skuat Arsenal, dikatakan tidak mau menjual Sanchez kepada sesama klub Liga Inggris.

Seperti dikabarkan oleh salah satu media, The Gurnners (julukan Arsenal) diberitakan sudah mulai melunak. Skuat yang mendapat julukan Meriam London ini bersedia menjual Sanchez dengan 1 syarat yaitu The Citizens bersedia menjual Sergio Aguero pada paket transfer Sanchez.

Alexis Sanchez pribadi sudah angkat suara terkait masa depannya di The Gurnners. Eks pesepak bola FC Barcelona ini mengatakan sudah menjatuhkan pilihan.

Cuma saja, pesepak bola berumur 28 tahun tersebut tidak mau menyampaikan kepada publik. “Masa depan saya bakal ditentukan usai turnamen ini. Saya sadar akan masa depan saya, namun saya tak dapat menyampaikannya untuk sekarang ini,” ucap Sanchez.

Pada sisi yang lain, pada musim lalu Aguero sudah mulai tersingkir dari tim inti The Citozens. Pesepak bola yang berasal dari Argentina tersebut mulai gagal bersaing dengan Gabriel Jesus.

Bila Tidak Ada Kepastian, Alves Bakal Tinggalkan Klub Juve

Dani Alves (34), selaku bek senior pad skuat Juventus yang berasal dari Brasil tersebut, mengancam bakal tinggalkan klub besar Italia tersebut. Dengan factor penyebab ialah persoalan kontrak.

Setelah menghantarkan Juventus menujun fase final Liga Champions tahun 2016/17, Dani Alves berbicara terkait ikatan masa kontraknya bersama dengan pihak manajemen Juve.

Kepada salah satu sumber berita yang berasal dari Brasil,  Alves menyatakan bahwa dirinya mau segera memperoleh kepastian penambahan masa kontrak dari I Bianconeri.

Masa abdi Dani Alves di klubberlaku ssampai dengan tanggal 30/6/2018 dan klub mempunyai pilihan menambah masa kerjanya sampai dengan bulan Juni 2019 mendatang.

Eks bek FC Barcelona dan Sevilla tersebut dikatakan telah memberi ultimatum terhadap pihak manajemen Juve supaya segera menghidupka pilihan penambahan masa kontrak sampai dengan tahun 2019 itu.

Dani Alves mengatakan dirinya memiliki opsi merapat dengan klub lain sebab agennya telah mendapat penawaran dari 2 klub Inggris,yakni Tottenham Hotspur dan Chelsea.

Sampai-sampai, akun bola Italia juga mengatakan Manchester City dan satu klub asal China turut mengincar jasa Dani Alves.

Pemain yang dapat dimainkan sebagai bek atau winger kanan ini tidak mau memasuki musim pertandingan baru tanpa adanya jaminan pada masa kontrak perkerjaan.

Dani Alves telah bersedia untuk merapat dengan skuat Juventus dengan predikat tanpa agent usai FC Barcelona bersedia untuk menjualnya, pada musim panas lalu.

Dirinya telah memasukkan 6 gol dan mencatatkan 7 upaya dari 33 pertandingan yang masuk akal bersama Juve tahun 2016/17.

Sumber dari harga pasar mengatakan nilai jual Dani Alve Juventus s sekarang ini kisaran di angka 6.000.000 euro.

Juventus Rilis Jersey Kandang Terbaru Mereka Untuk Musim 2017/2018

Berselang selesainya babak final Liga Champions 2017 yang dimenangkan oleh Real Madrid, Juve kembali bersiap menata semangat dengan merilis jersey baru Juventus yang akan digunakan jelang musim baru 2017/2018.

Jersey baru Juventus ini merupakan produksi dari apparel Jerman, yakni Adidas. Begitu sederhana dengan hadirnya garis vertikal hitam putih yang memang merupakan ciri khas klub Sepakbola Italia ini.

Untuk bagian kerah dari seragam ini, akan didesain dengan model bulat, akan tetapi, dengan warna yang tidak sama dengan seragam mereka di musim yang lalu. Jika sebelumnya hadir dengan nuansa hitam, saat ini, Juve akan menghadirkan nuansa putih untu bagian kerahnya.

Dalam seragam mereka yang terbaru ini, ada satu hal yang paling menarik perhatian yakni hadirnya logo klub. Juve akan menghadirkan lambar terbaru untuk jersey mereka yang akan digunakan pada musim baru yang akan datang, yakni dengan logo perisai dengan huruf ‘J’.

Lambang tersebut sempat mendapat banyak sindiran, khususnya dari para penggemar sejati klub sepakbola Italia ini. walau begitu, logo Juventus itu akan tetap dipertahankan dan merupakan lambang atau identitas yang baru untuk klub ini.

Di sisi lain, klub ini juga masih akan menggunakan lambang tiga bintang, tanda jika mereka sudah memiliki lebih dari 30 Scudetto selama berjuang dalam kompetisi di Serie A selama ini. Tentunya lambang ini merupakan suatu identitas baru yang akan memberikan semangat juang untuk tiap pemain di Juve.

Jersey baru Juventus itu akan dipadupadankan dengan celana dengan nuansa putih yang berdesain simpel, yakni dengan tiga strip sebagai simbol apparel yakni Adidas dan lambang klub sepakbola Italia ini.

Ini Daftar Pemain Terburuk Juventus Di Laga Final Liga Champions

Juventus kembali gagal dalam final Liga Champions musim ini setelah ditekuk Real Madrid dengan skor akhir 1-4 dalam laga final yang dilaksanakan di Cardiff, Wales, pada Minggu (4/7/2017). Dalam laga tersebut ada beberapa pemain yang terlihat tidak bermain sesuai dengan harapan.

Bianconeri begitu tertekan, apalagi memasuki babak kedua. Tim asuhan Massimiliano Allegri itu sejatinya sudah bermain dengan baik di babak awal. Namun, di babak kedua, lini depan Juve tidak banyak berperan. Para pemain Los Blancos akhirnya dengan bebeas menyerang mereka sampai dapat memasukkan tiga gol.

Pertahanan ketat Juve nyatanya dapat dipermainkan oleh lini depan Madrid. Pemain bek Bianconeri terlihat kesulitan saat menyerang para pemain Madrid. Berikut tiga pemain Juve yang bermain dengan tak maksimal di final Liga Champions ini.

  1. Gonzalo Higuain

Gonzalo Higuain sejatinya dapat bermain dengan maksimal. Namun, di laga tersebut Higuain tidak menampilkan kemampuannya dalam menciptakan gol. Dia begitu kesulitan bebas bermain di tengah sergapan Sergio Ramos. Hal ini menjadikan sedikitnya peluang yang diberikan pemain Argentina itu.

  1. Giorgio Chiellini

Performa apik Giorgio Chiellini dalam laga ini tidak terlihat sama sekali. Chiellini kerap bermain tanpa semangat dan kesulitan menghadapi serangan lawan. Chiellini bahkan menjadi pemain yang dikritik karena gol kedua Cristiano Ronaldo ke gawang timnya. Kerjasamanya dengan Miralem Pjanic tidak dapat mencegah bola tersebut.

  1. Juan Cuadrado

Menjadi pemain pengganti di menit ke-66, Juan Cuadrado seharusnya menjadi pemain kuat sebagai penyerang Juventus. Tetapi, menggantikan Andrea Barzagli, dia malah terlibat insiden yang memalukan.

Berselang enam menit setelah bermain, Cuadrado sudah mendapat kartu kuning. Kemudian, dia kembali diberi kartu kuning di menit ke-84. Selain itu, Cuadrado juga tidak begitu banyak memberikan kinerja pada tim, dia malah lebih sering berhadapan dengan Marcelo di sisi kiri pertahanan Real Madrid. Malam itu merupakan malam buruk untuk Cuadrado, dengan Juventus kemasukan empat gol.

Morata Menyerahkan Nasibnya pada Klub Real Madrid

Alvaro Morata sekarang ini sedang daa pemberitaan bahwa dirinya bakal direkrut oleh klub AC Milan. Menyangkut masa depannya di Real Madrid, Morata telah menyerahkan putusan tersebut pada klub.

Morata sebagai salah 1 pesepak bola bidikan AC Milan pada jendela transfer -musim panas nanti. AC Milan berencana menghadirkan Morata untuk memperkuat baris depan mereka yang cuma membuat 57 gol (sepanjang musim lalu), paling rendah ke-2 di antara skuat sepuluh besar -Serie A.

hal yang normal datangnya Morata amat ditunggu oleh Rossoneri yang secara khusus mengirim Marco Fassone yang merupakan direktur umumnya terbang menuju Cardiff untuk berjumpa dengan petinggi Real Madrid ialah presiden Florentino Perez.

Maka, Morata pribadi yang belum lama ini menyelesaikan pekerjaan di musim ini dengan turut dalam kesuksesan Real Madrid memenangi Liga Champions, yang berlangsung pada hari Minggu, tanggal 4 Juni 2017 dinihari WIB. Dengan begitu, Morata juga dapat mengurus terkait kelanjutan kariernya di skuat El Real.

Dikarenakan Morata kabarnya sudah merasa bosan dengan prediaktnya sebagai pesepak bola cadangan walau dirinya merupakan peraih skor terbanyak ke-2 Real Madrid musim ini atas catatan dua puluh gol dalam 24 aksi yang dimainkannya di semua ajang pertandingan.

Apalagi dalam pertandingan final melawan Juventus, Morata hanya berain sebagai cameo usai menjadi pemain pengganti dari Toni Kroos pada 89 menit pertandingann. Ini kian mempertegas isu kepergian penyerang berumur 24 tahun tersebut.

“Saya tak tahu, nasib tak cuma bergantung pada diri saya pribadi,” ucap Morata terkait nasibnya seperti disampaikan oleh salah satu media.

“Saya senang berada di sini, cita-cita saya ialah berada di klub ini, kami baru saja menjuarai Liga Champions dan saya tak berpikir apa-apa terkecuali merayakan keberhasilan ini,” sambungnya.

“Cuma ada satu yang saya mau lakukan ialah tampil main, berlatih, dan menikmati ini bersama dengan teman-teman saya. Nasib tak cuma bergantung kepada saya.”

“Comeback menuju Madrid dan selanjutnya memangi Liga Champions itu amat fantastis,” ucap Morata mengakhiri.

Usia Tak Menjadi Penghalang Bagi Alves

Dani Alves yang merupakan pesepak bola bertahan skuat Juventus, menyampaikan bahwasannya umur takkan menjadi penghalang skuatnya bermain dengan penampilan dan antusias besar ketika bertanding kontra Real Madrid pada laga final Liga Champions.

Sekarang ini, klub Juve memang diisi penuh dengan banyaknya pesepak bola yang telah masuk kategori usia yang sangat matang untuk ukuran pemain pada tingkat paling atas. Sederet nama seperti Miralem Pjanic, Alex Sandro, Paulo Dybala dan Juan Cuadrado merupakan pesepak bola yang berumur di bawah 30 tahun ysng berada di skuat inti I Bianconeri.

Disamping itu sejumlah nama seperti Leonardo Bonucci, Mario Mandzukic, Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, sampai dengan Dani Alves dan Gianluigi Buffon sudah menginjak kepala 3.

Akan tetapi Alves menekankan bahwasannya tampil pada laga final bukanlah persoalan umur. Ditekankannya, mereka tetap masih sebagai pesepak bola dengan seangat besar dan antusiasme yang besar bagaikan para pesepak bola muda.

“Stop bertanya terkait usia kami! Kami para anak muda! Kami masih bersenang-senang, namun bukan persoalan bagi kami!” ungkapnya dengan tegas.

Eks pesepak bola FC Barcelona ini pun menambahkan bahwasannya skuatnya mesti tampil dengan rasa senang dan tanpa adanya tekanan yang berlebihan. Baginya, disamping kemampuan dan jati diri skuat, bermain dengan keyakianan diri juga menjadi krusial di final.

“Kami mesti menghadapi ini dengan perasaan senang, dengan antusias yang menumbuhkan rasa cinta kami untuk kompetisi ini. Jangan merasa terancam atau panik, sebab anda tidak juara dengan itu. Anda juara dengan keampuan dan jati diri,” sambungnya.

“Kami sadar ini laga istiewa, namun tidak harus mesti merubah sikap yang menghantarkan kami menuju Cardiff,” tambahnya.

“Kami harus meneruskan cara kami bermain selama ini, berkeringat hanya untuk kemeja dan menghargai kerja keras kami selama musim ini. Inilah semangat Juve,” timpanya.

Buffon Menjadi Sosok yang Menakutkan Bagi Pesepak Bola Madrid

Hadirnya sosok Gianluigi Buffon sebagai penjaga gawang di skuat Juventus, nyatanya sebagai sosok yang menakutkan untuk para pesepak bola El Real(sebutan Real Madrid). Jelang pertarungan ke-2 skuat pada laga final Liga Champions 2017, yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 3 Juni 2017, tak sedikit pernyataan yang timbul dari pesepak bola Madrid terkait Buffon.

Cristiano Ronaldo, yang merupakan striker gacoan Real Madrid, mengatakan Buffon merupakan pesepak bola paling vital pada skuat Juventus. Bila Buffon bermain baik, ucap Ronaldo, bakal tidak muadah menundukkan Juve.

Oleh karena itu, CR7(Julukan Cristiano Ronaldo) pun berharap Buffon bermain buruk pada laga final nanti. “Saya berharap kami cuma menciptakan sedikit kesalahan dan Gianluigi Buffon tampil jelek,” uap kapten timnas Portugal itu.

Cristiano Ronaldo pribadi mengatakan, kemampuan Real Madrid dan Juventus sebetulnya sama kuat. Oleh karenanya, dirinya mengaku amat beremangat jelang pertandingan ini.

“Kami sudah melakukan semua persiapan dalam menghadapi pertandingan final. Kami bakal menghadapi rival yang tangguh yakni Juventus, akan tetapi kami mempunyai pemikiran yang baik,” ucap Ronaldo.

Eks pesepak bola Setan Merah(MU) ini juga menambahkan, “Kami merasa pede dapat menundukkan Juve. Apa saja dapat terjadi di pertandingan nanti, akan tetapi kami mempunyai keyakinan yang besar.”

Rekor Baik

Cristiano Ronaldo pribadi sebetulnya meiliki rekor yang baik ketika bertemu dengan Buffon.Selama menjalani karier, Ronaldo terhitung sudah 5 kali menjebol jaring Gianluigi Buffon.

Gol terbaru terjadi pada pertandingan paruh ke-2 pada saat fase semifinal Liga Champions tahun 2014/2015. Waktu itu, Juve mengalahkan El Real dari pergelarang Liga Champions dengan total agregat 3-2.