Tag Archives: chelsea

Mengapa Tak ada David Luiz?

David Luiz tidak dimasukkan dalam skuat Chelsea untuk pertandingan menghadapi Manchester United. Apa alasan Conte tepikan pemain bek yang berasal dari Brasil tersebut?

Chelsea menjadi tuan rumah berhadapan dengan MU dalam laga lanjutan Premier League yang berlangsung pada hari Minggu (5/11/2017) malam WIB. The Blues raih hasil oke dengan skor 1-0 pada pertandingan itu lewat angka satu-satunya yang diciptakan oleh Alvaro Morata.

Pada laga itu, tidak ada David Luiz di barisan skuat Chelsea. Ia pun tak ada di dalam daftar nama pemain cadangan dan cuma menjadi pentonton.

Pada garis belakang, Conte mainkan pemain muda Andreas Christensen. Pemain geladang yang berusia 17 tahun Ethan Ampadu pun dimainkan ke dalam daftar pemain cadangan.

Keputusan tersebut lalu munculkan spekulasi tentang kelangsungan karier dari David Luiz. Ketika ditanya apakah David Luiz masih miliki kelangsungan karier di Stamford Bridge, Conte bilang kalau bekas pemain PSG tersebut perlu berusaha dengan keras untuk meraih lagi tempatnya.

“Saya tak tahu. Ia perlu berusaha amat keras, kalau tak mereka berada di bangku cadangan atau bangku penonton,” kata Conte.

Penampilan dari David Luiz memang tengah menjadi sorotan. Ia pernah merasa tak senang usai ditarik keluar saat Chelsea diimbangi AS Roma pada ajang Liga Champions. David Luiz pun bermain buruk ketika Chelsea tunduk dengan skor 0-3 melawan Roma di Stadion Olimpico.

Conte lalu beberkan alasan dirinya mencoret nama David Luiz. Sang manajer yang berasal dari Italia tersebut bilang keputusan untuk parkir David Luiz berhubungan dengan taktik.

Namun Conte 1 kali lagi tegaskan kalau siapa saja yang berpeluang untuk dipinggirkan kalau sedang tidak dalam penampilan yang oke.

“Ini amat sederhana, bukan? Amat sederhana. Pelatih yang perlu ambil keputusan terbaik untuk tim dan pada malam ini yang paling oke ialah tampil dengan Christensen dan menempatkan (Ethan) Ampadu di bangku cadangan. Pemain muda lainnya. Pemain yang amat oke untuk sekaran ini dan masa yang akan datang,” sambung Conte.

“Mungkin di masa yang akan datang saya dapat putuskan dengan cara berbeda atau selalu seperti ini. Hal tersebut normal. Saya perlu ambil keputusan untuk klub, bukan satu orang pemain.”

“Ini cuma  keputusan taktik. Ini tidak mengherankan. Ini dapat berlangsung pada tiap pemain saya, kalau saya melihat mereka tak dalam keadaan oke. Ini biasa.”

“Saya ulangi lagi: Saya harus menghadapi setiap situasi dan kemudian kadang membuat keputusan penting. Hari ini saya melakukan ini dan saya pikir Christensen memainkan laga yang hebat. Saya sangat senang,” kata dia.

Conte Puji Para Pemain Muda Chelsea

Sejumlah pemain muda Chelsea tunjukkan performa yang oke ketika menangkan laga atas Everton dengan skor akhir 2-1 di babak keempat Piala Liga. Manajer Antonio Conte pun memuji mereka.

Berhadapan dengan Everton pada hari Kamis (26/10/2017) dini hari WIB di Stamford Bridge, Chelsea menangkan laga dengan skor 2-1 lewat angka yang diciptakan oleh Antonio Ruediger dan Willian, yang dibalas oleh Dominic Calvert-Lewin. The Blues juga berhasil lolos ke babak perempat final.

Pada pertandingan tersebut, Conte memainkan pemain muda seperti Charly Musonda, Kenedy dan Ethan Ampadu turun sedari awal. Sedangkan sisanya ialah pemain cadangan seperti Davide Zappacosta, Willy Caballero, Michy Batshuayi, serta Danny Drinkwater yang melangsungkan debutnya.

Para pemain muda Chelsea tersebut bermain dengan oke. Kenedy bermain eksplosif di bagian sayap back, Ampadu kuat di garis tengah, sedangkan Musonda sering kali dapat berikan ancaman ke garis belakang Everton.

Cetak angka pertama Chelsea malah bermula dari umpan terukur Musonda yang dapat ditanduk oleh Ruediger. Conte juga amat puas menyaksikan performa pemain mudanya, ditambah dengan lawannya ialah Everton yang terus merepotkan.

“Performa kami amat oke, terutama pada babak pertama saat kami membuat kesempatan untuk ciptakan angka. Pada babak kedua, kami sedikit kerepotan, namun hal tersebut wajar saja ketika berhadapan dengan Everton,” kata Conte.

“Mereka tim yang oke dan baru saja ganti pelatihnya dan biasanya ini bakal menjadi sebuah pertandingan di mana para pemain ingin berikan banyak kontribusi. Untuk hal tersebut, pertandingan ini cukup menyancam untuk kami, namun saya merasa senang.”

“Namun saya merasa amat senang. Ada banyak hal baik lewat performa para pemain muda. Charly Musonda, Kenedy, dan Ethan Ampadu, mereka semua tampil amat oke. Penting untuk berikan mereka kepercayaan dan saya merasa bahagia mendapat tanggapan yang oke, yang memang saya nantikan.”

“Berita baik lainnya ialah senang dapat saksikan Danny Drinkwater untuk pertama kalinya,” sambung Conte.

Strategi Chelsea Kurang Oke

Chelsea tidak berhasil raih hasil oke saat melawan AS Roma di matchday ketiga ajang Liga Champions. Bagi Antonio Conte, hal tersebut dikarenakan perubahan skemanya tidak berlangsung dengan oke pada pertandingan tersebut.

Menjadi tuan rumah menghadapi Roma Kamis (19/10/2017) dinihari WIB di Stamford Bridge, Conte memilih gunakan formasi 3-5-2 dan memindahkan David Luiz lebih ke depan untuk jadi gelandang bertahan.

Upaya tersebut ia lakukan sebab The Blues kehilangan N’Golo Kante yang tengah alami cedera ketika bermain bersama tim nasional Prancis. Usaha tersebut awalnya sukses usai Chelsea unggul dengan skor 2-0 lebih awal lewat angka yang diciptakan oleh Luiz (menit ke-11) dan Eden Hazard (37).

Roma pada akhirnya dapat memotong skor jadi 1-2 lewat angka yang diciptakan oleh Aleksandar Kolarov pada 5 menit menjelang turun minum. Pada babak pertama ini tercatat kalau Roma mendominasi permainan sampai dengan 63 persen dengan lesatkan 6 sepakan dengan 4 di antaranya menuju ke gawang.

Tim tamu makin apik pada babak kedua saat Conte menarik Luiz untuk turunkan Pedro Rodriguez, yang adalah pemain tipikal menyerang. Hasilnya, Roma dapat raih keunggulan lewat 2 angka yang diciptakan oleh Edin Dzeko.

Beruntung untuk Chelsea, Hazard dapat ciptakan angka kedua pada menit 75 untuk sudahi pertandingan dengan skor imbang 3-3. Hasil seri ini Conte akui sebagai sebuah kesalahan perubahan yang ia lakukan.

“Usaha yang dilakukan para pemain telah optimal dan saya ucapkan terima kasih pada mereka. Kami kerepotan pada babak pertama dan keputusan untuk merubah sistem tak berbuah hasil dan kami memikulnya,” imbuh Conte.

“Kami sesungguhnya lakukan improvisasi dan hal tersebut nampak, seperti kami alami penderitaan di bawah tekanan Roma. Kami ciptakan 2 angka, namun kami tak rasakan kontrol laga,” lanjut dia.

“Saya perlu bertanggung jawab sebab keputusan saya merubah sistem untuk atasi minimnya opsi (pemain). Saya merubah posisi David Luiz untuk menambah kuat garis tengah dan saya rasa hal tersebut tak sukses, jujur saja,” ucap sang manajer.

Pirlo Ingin Jadi Asisten Conte?

Andrea Pirlo bakal gantung sepatu pada akhir tahun ini. Pemain gelandang gaek New York City tersebut berikutnya diminta bisa menjadi asisten Antonio Conte di Chelsea.

Pirlo telah umumkan bakal gantung sepatu pada akhir tahun ini, ketika masa kontrak yang ia miliki di New York City selesai. Dengan umur yang telah sampai 38 tahun, bekas pemain tim nasional Italia tersebut akui fisiknya sudah mulai menurun.

Menyusul berita itu, bekas Asisten Manajer Chelsea Ray Wilkins mengatakan bakal hebat kalau Pirlo masuk dalam staf kepelatihan Conte. Dengan jadi asisten Conte di Chelsea, Pirlo dapat menuntut ilmu kepelatihan serta berikan nilai lebih untuk skuat.

“Saya telah bilanag kalau ini di awal musim sebab Steve Holland pergi, saya anggap jika Pirlo bakal menjadi sosok ideal. Ia dapat gunakan bahasa Inggris, ia amat kenal dengan Antonio Conte, dan bakal menjadi tambahan yang oke bagi staf kepelatihan Chelsea,” ucap Wilkins.

“Jika Anda dapat miliki ‘telinga’ seperti Pirlo di susunan pelatih, hal tersebut bakal menjadi bantuan oke bagi dirinya (Conte). Pengamatan ke tim tersebut amat krusial.”

“Saat Anda tampil dengan para elitis, yang mana hal tersebut berlangsung di Chelsea, maka Anda harus sedikit informasi kecil apa saja. Hal tersebut hanya sebuah beberapa detail kecil yang merubah sebuah tim yang menarik jadi tim juara. Saya merasa ia bakal menjadi tambahan yang oke,” kata dia.

Pirlo dan Conte tentu telah mengenal antara 1 dengan yang lain dari masa bekerja sama di Juve dan tim nasional Italia. Tentang saran ikut ke staf Conte pun telah didengar oleh gelandang flamboyang tersebut. Namun untuk sekarang ini ia mengatakan perlu waktu untuk pikirkan beberapa pilihan yang ada.

“Karier saya, saya masih belum tahu. Saya bakal kembali ke Italia pada bulan Desember. Menjadi asisten Conte? Banyak orang yang sudah katakan hal tersebut. Saya miliki sejumlah ide saya sendiri namun saya masih perlukan waktu untuk memilih,” ucap Pirlo.

Antonio Candreva Tak Berniat Gabung ke Skuat Chelsea

Antonio Candreva selaku pemain dari timnas  Italia ini tidak berniat pindah menuju klub Chelsea. Hal tesebbut disampaikan agen Candreva, bernama Federico Pastorello.

Saat ini The Blues tengah memburu tanda tangan si pemain (Candreva). Kabarnya Chelsea telah memngajukan penawaran sejumlah uang senilai 18.000.000 euro atau setara dengan 279 milyat rupiah demi bisa menghadirkan pesepak bola Inter Milan tersebut.

Pelatih pada skuat Chelsea, Antonio Conte, amat suka sekali pada performa Candreva. Eks pesepak bola Lazio tersebut merupakan cocok gacoan sang pelatih ketika masih mengasuh skuat Italia. Sebanyak 25 pertandingan skuat The Blues diasuh Conte, delapan belas kali Candreva memperoleh peluang tampil. 2 di antaranya ketika skuat Italia menjalani ajang kompetisi Piala Eropa tahun 2016.

Walau begitu, Pastorello berpendapat, kliennya bakal tetap berada di skuat takkan pergi pada jendela transfer musim panas ini. Karena, Candreva masih masuk rancangan Luciano Spalletti yakni pelatih anyar Inter Milan, ditahun depan 2017-2018.

“Candreva optimis bahwasannya dirinya bakal bertahan. Dia berharap untuk meneruskan karier di Inter Milan dan hal serupa juga diucapkan Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti,” ucap Pastorello kepada salah satu sumber.

“Saya optimis tahun ini dirinya bakal bertahan di Inter Milan, namun dibulan Januari The Blues mengharapkannya,” ucap Pastorello menambahkan.

Candreva adalah pesepak bola yang berposisi sebagai pemain sayap dan mempunyai insting serang yang tinggi. Bersama dengan Ivan Perisic, dia sebagai juru serangan Inter Milan.

Sebelumnya I Nerazzurri Candreva direkrut dari Lazio pada awal tahun 2016/2017. Ketika itu, Inter menggelontorkan uangnya sebesar 22.000.000 euro atau setara dengan 341,12 milyar rupiah untuk demi bisa mendapatkan tanda tangannya.

Pada tahun perdananya di Inter, Candreva bermain si 38 laga di semua ajang pertandingan dengan catatan 6 gol dan sepuluh upaya yang diciptakan.

Jelang Lawan Tottenham, Chelsea Dapat Kabar Menyenangkan

Chelsea memperoleh berita yang baik jelang laga mereka kontra tim sulit, Tottenham Hotspur sebagai laga lanjutan Liga Inggris yang dilaksanakan akhir minggu nanti. Berita baiknya adalah Eden Hazard, yang sudah kembali sehat dan dapat kembali berlatih dengan tim Antonio Conte.

Sebelumnya, Eden Hazard mendapat masalah pada bagian engkelnya. Hal ini terjadi pada 5 Juni 2017 yang lalu. Sang pemain akhirnya menepi dari banyaknya laga tur pramusim mereka, termasuk kala Chelsea dikalahkan dengan skor akhir 2-3 dari Burnley, laga yang dihelat di Stadion Stamford Bridge, 12 Agustus 2017.

Pemain yang datang dari Belgia tersebut sempat diyakini akan menepi dalam waktu yang lama dari tim Antonio Conte. Walau begitu, Hazard menampilkan perkembangan yang baik dan tim medis akhirnya kembali mengizinkan pemain muda ini untuk kembali mengikuti latihan bersama timnya dan bergabung dengan laga yang akan mereka mainkan.

Hadirnya Hazard dipercaya akan menambah kekuatan tim dan mental pada pemain yang sempat anjlok karena hasil dari beberapa laga belakangan ini. Apalagi, The Blues juga sedang menghadapi krisis pemain setelah Cesc Fabregas dan Gary Cahill akan menepi dalam laga ketika mereka berhadapan dengan Tottenham Hotspur, karena sanksi akumulasi kartu.

Selain itu, terdengar kabar tak mengenakkan dari dalam manajemen klub ini, di mana hubungan Antonio Conte dan petinggi The Blues sedang memanas lantaran keputusan melepas Nemanja Matic ke MU dan bursa transfer yang tidak jelas dan menjadikan Conte kecewa.

Selama menjadi pemain Chelsea, Eden Hazard sudah merupakan andalan dengan performa apiknya. Dia sudah membukukan 72 gol dan 62 assists dari 249 laga dari semua kompetisi yang dia mainkan. Penampilan mengesankan tersebut semakin lengkap setelah The Blues menjadi juara dua gelar Premier League, yakni satu Piala Liga Inggris dan satunya Liga Europa.

Dapat Kunjungan dari Gary Cahill, Per Mertesacker Bahagia

Per Mertesacker dan Gary Cahill mendapat insiden ketika Arsenal berhadapan dengan Chelsea di kompetisi Community Shield 2017. Tapi, usai laga tersebut, Cahill yang merasa bersalah datang menjumpai sang lawannya tersebut.

Peristiwa yang menjadikan Per Mertesacker cedera itu berlangsung di babak awal dalam laga keberhasilan Arsenal pada laga yang dihelat di Stadion Wembley, Minggu (6/8/2017). Kala berdiri di wilayah pertahanan the Gunners, Gary Cahill yang memainkan bola tak sengaja menyikut wajah Mertesacker.

Bek dari The Gunners ini kemudian terluka di bagian dahinya. Dia sempat memperoleh perawatan medis, namun pada akhirnya harus pergi dari lapangan yang kemudian digantikan Sead Kolasinac.

Walau Chelsea akhirnya gagal, Cahill tetap bermain dengan profesional. Pemain dan kapten tim ini kemudian menghampiri pemain lawannya itu di ruang ganti The Gunners demi mengetahui kondisi terbaru Mertesacker. Hal ini ternyata berkesan pada Mertesacker.

” Hal ini merupakan aksi sportivitas dari dirinya. Dia memperlihatkan sebagai pemain hebat dan baik. Saya berterima kasih padanya yang sudah memberikan perhatian pada kondisi saya dan peristiwa ini merupakan hal yang tidak disengaja, ” papar Mertesacker.

Setelah meninggalkan lapangan, Mertesacker sempat duduk di bangku cadangan dengan jahitan pada lukanya. Luka itu sepertinya menjadikannya tidak akan fit dalam laga kontra Leicester City pada minggu awal Premier League 2017-18 nanti.

” Saya merasa baik saat ini apalagi dengan kemenangan yang kami peroleh dalam Community Shield 2017 ini. Untuk luka ini, sepertinya tidak ada masalah atau hal yang mengkhawatirkan. Walau begitu, saya belum tahu akankah dapat ikut dalam laga selanjutnya. Kami akan berhadapan dengan Leicester City. Kesehatan hal yang penting jadi saya akan melihat kemungkinan yang ada. ” tutup Per Mertesacker.

Antonio Conte Menilai Arsenal Sebagai Pesaing Gelar Pemenang

Walaupun tahun lalu cuma berada pada pos urutan ke lima klasemen akhir -Premier League, kiprah Arsenal tak di anggap remeh oleh pelatih Chelsea, Antonio Conte. menurutnya, The Gurnners tetap sebagi pesaing gelar pemenang Premier League.

The Gurnners sudah tidak pernah mendapatkan title Premier League sedari tahun 2004 lalu. meski demikian, Arsenal tetap sanggup menutup tahun pada pringkat 4 besar dan masuk menuju Liga Champions setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2016-2017 yang lalu.

Bagi Conte, persaingan title pemenang di musim ini bakal diramaikan oleh paling tidak 6 skuat. Sudah pasti The Blues masuk dalam klub yang bakal bersaing untuk mempertahankan title yang tahun lalu mereka peroleh.

“The Gurnners pesaing yang potensial tahun ini, saya merasa mereka salah satu dari 6 klub yang siap bertanding untuk dapat memperoleh title juara,” ujar Conte.

Conte tak asal omong dengan pendapatnya tersebut. Eks arsitek pada tim nasional Italia tersebut melihat adanya sosok Arsene Wenger yang menjadi faktor kunci yang dapat menghantarkan The Gurnners bersaing dalam memperebutkan Title juara pada ajang Premier League.

“Saya merasa Wenger sebagai salah satu Arsitek terbaik. Dia memiliki waktu yang panjang untuk meningkatkan skuatnya, klubnya. Wenger merupakan salah satu arsitek terbaik di dunia dan Arsenal merupakan salah satu klub terbaik,” ucap Conte.

“Di Inggris, agar dapat mengulang title pemenang tidaklah mudah. Di sini, Anda sebagai pemenang dan klub lain bakal mempersiapkan diri secara maksimal untuk menantang Anda tahun depan,” ujar Conte menambahkan.