Tag Archives: atletico madrid

Dapatkah Griezmann Cetak Gol di Derby Madrid?

Antoine Griezmann telah lama sudah tidak ciptakan angka untuk Atletico Madrid. Dapat sudahi puasa itu ketika Los Colchoneros menjadi tuan rumah menghadapi Real Madrid, Griezmann?

Atletico bakal langsungkan laga derby Madrid pertama musim ini yang akan berlangsung pada hari Minggu (19/11/2017) dinihari WIB. Mereka bakal menjadi tuan rumah berhadapan dengan Los Blancos di Wanda Metropolitano terlebih dahulu.

Menatap laga tersebut, Griezmann tengah berada dalam penampilan yang kurang baik. Ia telah tidak ciptakan angka untuk Atletico salam 8 laga terakhir di tiap kompetisi.

Terakhir Griezmann membobol gawang lawan pada laga menghadapi Chelsea pada tanggal 28 Oktober kemarin. Pada waktu itu, Atletico tunduk dengan skor 1-2. Griezmann cuma ciptakan 3 angka lewat 13 laga di tiap kompetisi.

Ketajaman Griezmann tentu amat diperlukan dalam upaya Atletico raih hasil oke berhadapan dengan Madrid pada akhir pekan ini. Pada musim kemarin, 1 angka Griezmann menolong Atletico tundukkan Madrid dengan skor 2-1 ketika melangsungkan laga pada pertemuan kedua babak semifinal ajang Liga Champions.

Ketika berhadapan dengan Madrid, Griezmann dapat catatkan sampai dengan 6 angka lewat 23 kali pertemuan. Ia pun catatkan 5 kali assist untuk tim yang ia bela.

Griezmann telah rasakan 6 hasil oke, 6 hasil seri, dan 11 kali kalah ketika berduel dengan Madrid.

“Saya tidak merasa khawatir, saya merasa senang dengan penampilan saya. Pada akhirnya, bola bakal masuk ke gawang,” imbuh Griezmann seperti dilansir pada situs resmi La Liga.

“Satu-satunya ketika saya rasakan tekanan ialah saat saya menggendong anak di bahu saya.”

“Namun kebalikannya, (ciptakan) angka adalah sebuah hal yang biasa kami lakukan. Cetak angka adalah suatu hal yang caranya tidak sulit untuk kami ketahui,” sambung dia.

Simeone Tidak Tersentuh di Atletico

Tempat Diego Simeone di tempat pelatih Atletico Madrid dijamin aman. Semua orang di Atletico tidak boleh merasa ragu dengan pelatih yang berasal dari Argentina tersebut.

Menjadi pelatih Atletico sedari tahun 2011, Simeone merupakan otak di balik keberhasilan klub itu pada bermacam ajang lewat sejumlah tahun terakhir. Di bawah pimpinannya, Los Colchoneros menjadi juara di La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Europa, Piala Super Eropa, dan juga 2 kali lolos ke babak final Liga Champions.

Namun, prestasi Atletico pada musim ini menunjukkan gejala menurun. Mereka tercecer dalam perselisihan di papan atas La Liga dan sekarang ini tertinggal 8 poin dari Barcelona.

Di arena Liga Champions, Atletico pun tampil buruk. Mereka hanya catatkan 3 poin lewat 4 pertandingan dan sekarang ini terancam tidak berhasil masuk ke babak knockout.

Walaupun begitu, Simeone masih raih dukungan full dari tiap orang di Atletico. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Atletico, Enrique Cerezo.

“Saya berharap bilang ini dengan suara lantang: Simeone tidak tersentuh di Atletico Madrid, untuk para pemain, untuk para direktur, dan untuk para pendukung,” ucap Cerezo dalam wawancaranya dengan Marca.

“Di tempat ini dilarang ragu dengan Cholo Simeone,” imbuh dia.

Impian Atletico Berlaga di Wanda Metropolitano

Dipilihnya Wanda Metropolitano sebagai tuan rumah babak final ajang Liga Champions 2018/2019 menjadi motivasi besar bagi Atletico Madrid. Mereka berharap bermain pada babak final tersebut.

Wanda Metropolitano sudah dipilih menjadi tempat berlangsungnya babak final ajang Liga Champions musim selanjutnya. Markas Atletico ini mengalahkan Baku National Stadium dalam pencalonannya.

Pemilihan tersebut dikatkaan oleh sang Presiden Atletico Enrique Cerezo menjadi penambahan motivasi untuk timnya sampai babak final di musim itu. Atletico pribadi 2 kali sudah menuju babak final pada 4 musim terakhir, dengan keduanya perlu merasa puas dengan finis menjadi runner-up.

“Tentunya bakal menjadi hal yang luar biasa bagi kami dapat ada di tempat itu. Masih ada banyak waktu sebelum saat tersebut berlangsung dan periode lain dari ajang ini, dengan banyak tahapan dan lawan untuk dilewati,” ucap Cerezo.

“Bakal menjadi sebuah mimpi untuk ada di babak final itu, namun juga sebuah mimpi untuk ada di babak final paling dekat, yaitu di Kiev,” kata dia.

Ditunjuknya Wanda Metropolitano menjadi tuan rumah babak final ajang Liga Champions 2018/2019 cuma berselang hari usai inaugurasinya. Ini bakal menjadi stadion keempat Spanyol yang melangsungkan babak final, usai Santiago Bernabeu, Ramon Sanchez Pizjuan, dan Camp Nou.

“Kami miliki stadion yang amat oke maka keputusan tersebut tidak membuat saya terkejut. Sebuah kehormatan besar untuk klub dan kota ini, jadi kami merasa senang UEFA setuju dengan kami,” sambung Cerezo.

Ngototnya AC Milan Inginkan Striker Chelsea ini

AC Milan masih berusaha untuk memperoleh satu penyerang lagi sebelum bursa transfer resmi ditutup di musim ini. Salah satu yang mereka inginkan adalah pemain andalan dari Chelsea, yakni Diego Costa.

Beberapa media setempat mengabarkan jika I Rossoneri kini sedang melakukan kesepakatan bersama Chelsea serta agen Diego Costa, Jorge Mendes. The Blues disebutkan memang lebih suka jika melapas pemain dari Spanyol tersebut pada AC Milan.

Walau begitu, Milan sepertinya tidak akan mudah mendapatkan Costa karena sang pemain hanya ingin melanjutkan masa depannya di Atletico Madrid untuk Liga Spanyol. Costa sejatinya memang menjadi pemain Atletico sebelum direkrut oleh The Blues di musim panas 2014 silam.

Sementara itu, Atletico Madrid kini masih menjalani sanksi terkait larangan transfer pemain dari FIFA. Mereka dapat memperoleh atau melepas pemain dalam bursa transfer per Januari 2018 yang akan datang.

Selama di Chelsea, Costa memang lebih banyak menjadi pemain cadangan oleh pelatih Antonio Conte, apalagi di musim mendatang. Hal itu dikarenakan perselisihan keduanya yang terjadi karena sikap Costa yang begitu memaksakan diri ingin segera keluar tim dan bergabung ke Atletico.

Masalah itu sempat usai dan Costa kembali menjadi pemain pilihan Antonio Conte. Dia bahkan membukukan 21 gol bersama The Blues di Liga Inggris. Tapi, ternyata Conte belum sepenuhnya memaafkan Costa, apalagi setelah Costa kedapatan berfoto bersama pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Ini yang kemudian membuat The Blues ingin menjual Costa ke AC Milan.

Walau begitu, jika nantinya tidak memperoleh Costa, AC Milan ternyata memiliki plan B. Dia adalah pemain Fiorentina, Nikola Kalinic. Diberitakan jika kedua pihak sudah berbicara dan tinggal menentukan pembahasan kontrak dan tes medis.

Namun, masalahnya ada di biaya yang diberikan Milan disinyalir kurang 5 juta euro lagi dari nilai yang diharapkan Fiorentina. La Viola menginginkan 30 juta euro. Karena masalah ini tak kunjung usai, Nikola Kalinic masuk lagi ke skuat untuk mengikuti turnamen pramusim di Jerman.

Eks Bek Chelsea Mendukung Bila Costa Dijual

Antonio Conte, selaku manager pada skuat Chelsea, menurut Franck Leboeuf selaku mantan bek The Blues, sudah tepat dengan membuat keputusan untuk melepas Diego Costa pada bursa transfer musim panas ini.

Diego Costa sudah menerima sebuah pesan dari sang pelatih, Antonio Conte bahwasannya dirinya sudah tidak masuk pada rancangannya musim depan dan diminta untuk mencari skuat yang lain. Hubungan ke-2nya memang tidak begitu baik sedari pelatih asal Italia hadir di musim panas.

Di awal musim, Costa mau comeback menuju Atletico Madrid, akan tetapi pada akhirnya dirayu oleh Conte untuk terus menetap di klub. Akan tetapi dia kembali membuat ulah setelah pada bula Januari meminta untuk dijual menuju Tiongkok.

Leboeuf tentu menyatakan bahwasannya menjual sang pesepak bola pada bursa transfer di musim panas ini bakal menjadi langkah yang baik.

“Saya mengagumi Diego Costa. Anda mengagumi Diego Costa bila dirinya tampil untuk skuat anda atau anda tampil besama dengannya dan anda bakal tidak menyukainya bila bermain kontra dirinya,” ucap Leboeuf menurut salah satu media mengabarkan.

“Saya tak mengetahui apakah bakal menjadi sebuah kesalahan untuk menjualnya, saya tak berada di kamar ganti. Kita mendengar beberapa komentar, yang megatakan Conte dan Costa sempat ribut di kamr ganti pada saat Costa mau angkat kaki menuju klub asal Tiongkok.”

“Saya tak menetahui apa yang telah terjadi dan bila memang hal tersebut yang paling baik, maka sebaiknya melepaskan dirinya dan memastikan kamar ganti dalam kondisi baik-baik saja dan semua orang bekerja dengan misi yang sama.”

Atletico Madrid Serta Hubungan Buruk Diego Costa Dan Antonio Conte

Diego Costa sudah mengungkapkan jika dirinya dipastikan tidak akan masuk dalam susunan pemain masa depan Antonio Conte di Chelsea nantinya. Kinerja menjadi alasan dibalik ini. Costa dikeluarkan pelatih ini melalui pesan singkat yang dia terima, Rabu (7/6/2017). Hal itu cukup mengagetkan pasalnya striker timnas Spanyol ini sudah bermain dengan baik selama musim 2016-17 lalu.

Terdapat sekitar 20 gol dicatatkan oleh Diego Costa selama 35 laganya di liga bersama Chelsea hingga meraih gelar juara Premier League musim kemarin. Costa juga meraih gelar topskorer klub dengan catatan 21 gol untuk semua liga.

Akan tetapi, Antonio Conte resmi mengeluarkan dirinya dari tim sebenarnya sejak November tahun lalu. Keduanya memang tidak mempunyai hubungan yang baik. Hubungan keduanya mulai berjarak sejak adanya peristiwa di pertengahan musim. Saat itu, Conte kesal karena Costa selalu ingin lepas dari bergabung dengan klub sebelumnya, Atletico Madrid.

Walau begitu, terdapat banyak pihak yang yakin jika mereka sudah kembali berdamai. Tapi ternyata Conte tidak dapat melupakan hal tersebut setelah Costa mengupload foto makan malam dengan Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid.

Sejatinya, pertemuan keduanya disinyalir sedang membicarakan penawaran pada Costa yang memang sudah sejak lama ingin menjadi pemain Atletico lagi. Andai saja tidak adanya hukuman transfer dari FIFA, kemungkinan Costa sudah menjadi bagian dari Los Rojiblancos di musim depan.

Hal ini menyebabkan Costa dalam masalah yang rumit. Costa tidak mungkin kembali bersama Chelsea, karena Antonio Conte sedang berusaha mendapatkan Romelu Lukaku sebagai penggantinya. Sementara, Atletico Madrid baru mendapatkan pemain baru di Januari 2018 nanti.

Pastinya ini menjadikan Diego Costa akan kembali menjadi pemain cadangan The Blues selama berbulan-bulan lamanya sebelum kembali ke Spanyol. Tapi, Costa disebutkan akan menanti keputusan dari pihak manajemen klubnya dan belum menentukan keputusan karirnya nanti.

Jamu Madrid, Atletico Harus Main Cerdas

saul niguez

Atletico Madrid dihadapkan pada tugas berat dalam usaha membalikkan keadaan kontra Real Madrid. Maka dari itu, Atletico harus tetap tenang dan tampil dengan kepala dingin.

Los Colchoneros dalam situasi genting ketika meladeni lawatan Madrid di empat besar Liga Champions leg kedua, Kamis (11/5/2017) dinihari WIB. Karena tertinggal 0-3 di leg pertama, Atletico wajib menang dengan jarak empat gol atau lebih untuk bisa lolos ke final.

Memang tugas maha berat. Apalagi Los Blancos sedang menanjak di Eropa dengan menjadi satu dari dua tim yang belum pernah kalah di Liga Champions musim ini, bahkan belum tersentuh kekalahan semenjak tumbang dari Wolfsburg 0-2, April 2016 silam.

Kendati demikain Atlecio memiliki caranya sendiri. Menurut Saul Niguez, Atletico diperingatkan supaya tak menyerang secara membabi buta.

“Kami tidak boleh sampai mati-matian di awal, kami sadar harus bermain cerdik walau itu sangat berat, meski bukan hal yang mustahil. Kami harus selangkah demi selangkah,” kata gelandang Atletico itu yang dikutip Football Espana.

“Gawang kami tidak boleh kebobolan dan mungkin butuh memimpin satu gol ketika turun minum untuk mengganti momentum dan membuat Madrid Cemas. Maka kami harus tenang,” lanjut Saul.

Laga ini ikut menandai partai terakhir Atletico di pentas Eropa dengan memakai stadion Vicente Calderon. Pada musim depan anak asuh Diego Simeone bakal pindah ke stadion anyar bernama Wanda Metropolitano.

“Leg kedua jadi sangat berat untuk kami. Kami sadar bila tampil di rumah sendiri menjadi bonus dan ini adalah pertandingan di mana kami harus mengeluarkan segenap kemampuan supaya fans bangga terhadap kami, terlepas apakah kami lolos maupun tidak,” lanjut Saul.

“Kali ini kami tampil bersama pemain ke-12, mereka sdar seberapa penting mereka bagi kami dan kali ini kami betul-betul butuh jasa mereka. Mereka sudah membantu kami pada pekan lalu di Bernabeu dan selalu memberi dukungan.”

Diego Simeone Tak Gusar Jumpa Madrid di Semifinal

diego simeone

Manajer Atletico Madrid, Diego Simeone sepertinya tak terlalu ambil pusing dengan siapa yang jadi rival timnya pada babak semifinal Liga Champions. Menurutnya, yang terpenting ialah misi Atletico yaitu melangkah sampai final.

Dalam undian yang berlangsung pada hari Jum’at (21/4), Atletico dipastikan bersua rival sekotanya Real Madrid di babak semifinal. Atletico bakal bertindak sebagai tim tamu lebih dulu di leg pertama baru kemudian jadi tuan rumah pada pertemuan kedua.

“Misi kami ialah melaju ke final dan untuk itu, anda wajib mengalahkan lawan yang di hadapi. Siapapun musuhnya, misi kami tetap sama. Saya tak berpikir soal lain,” tegas Simeone.

Los Colchoneros memiliki pengalaman yang tidak bagus ketika berjumpa dengan sang rival sekota di Liga Champions. Mereka dua kali ketemu Madrid di final Liga Champions dalam tiga tahun belakangan dan semuanya Atletico kalah.

Untuk sementara, Simeone menyarankan supaya anak asunya tak lebih dulu memikirkan pertandingan semifinal. Simeone mau Antoine Griezmann dan kawan-kawan lebih dulu fokus pada pertandingan lanjutan La Liga kontra Espanyol akhir pekan nanti.

“Pemain kami sudah tidak asing dengan lawan yang akan kami hadapi di Liga Champions. Tetapi La Liga tidak akan terganggu. Saya tengah fokus ke Espanyol. Ini adalah minggu yang besar untuk berada di peringkat tiga,” tandasnya.