Tag Archives: antonio conte

Antonio Candreva Tak Berniat Gabung ke Skuat Chelsea

Antonio Candreva selaku pemain dari timnas  Italia ini tidak berniat pindah menuju klub Chelsea. Hal tesebbut disampaikan agen Candreva, bernama Federico Pastorello.

Saat ini The Blues tengah memburu tanda tangan si pemain (Candreva). Kabarnya Chelsea telah memngajukan penawaran sejumlah uang senilai 18.000.000 euro atau setara dengan 279 milyat rupiah demi bisa menghadirkan pesepak bola Inter Milan tersebut.

Pelatih pada skuat Chelsea, Antonio Conte, amat suka sekali pada performa Candreva. Eks pesepak bola Lazio tersebut merupakan cocok gacoan sang pelatih ketika masih mengasuh skuat Italia. Sebanyak 25 pertandingan skuat The Blues diasuh Conte, delapan belas kali Candreva memperoleh peluang tampil. 2 di antaranya ketika skuat Italia menjalani ajang kompetisi Piala Eropa tahun 2016.

Walau begitu, Pastorello berpendapat, kliennya bakal tetap berada di skuat takkan pergi pada jendela transfer musim panas ini. Karena, Candreva masih masuk rancangan Luciano Spalletti yakni pelatih anyar Inter Milan, ditahun depan 2017-2018.

“Candreva optimis bahwasannya dirinya bakal bertahan. Dia berharap untuk meneruskan karier di Inter Milan dan hal serupa juga diucapkan Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti,” ucap Pastorello kepada salah satu sumber.

“Saya optimis tahun ini dirinya bakal bertahan di Inter Milan, namun dibulan Januari The Blues mengharapkannya,” ucap Pastorello menambahkan.

Candreva adalah pesepak bola yang berposisi sebagai pemain sayap dan mempunyai insting serang yang tinggi. Bersama dengan Ivan Perisic, dia sebagai juru serangan Inter Milan.

Sebelumnya I Nerazzurri Candreva direkrut dari Lazio pada awal tahun 2016/2017. Ketika itu, Inter menggelontorkan uangnya sebesar 22.000.000 euro atau setara dengan 341,12 milyar rupiah untuk demi bisa mendapatkan tanda tangannya.

Pada tahun perdananya di Inter, Candreva bermain si 38 laga di semua ajang pertandingan dengan catatan 6 gol dan sepuluh upaya yang diciptakan.

Jelang Lawan Tottenham, Chelsea Dapat Kabar Menyenangkan

Chelsea memperoleh berita yang baik jelang laga mereka kontra tim sulit, Tottenham Hotspur sebagai laga lanjutan Liga Inggris yang dilaksanakan akhir minggu nanti. Berita baiknya adalah Eden Hazard, yang sudah kembali sehat dan dapat kembali berlatih dengan tim Antonio Conte.

Sebelumnya, Eden Hazard mendapat masalah pada bagian engkelnya. Hal ini terjadi pada 5 Juni 2017 yang lalu. Sang pemain akhirnya menepi dari banyaknya laga tur pramusim mereka, termasuk kala Chelsea dikalahkan dengan skor akhir 2-3 dari Burnley, laga yang dihelat di Stadion Stamford Bridge, 12 Agustus 2017.

Pemain yang datang dari Belgia tersebut sempat diyakini akan menepi dalam waktu yang lama dari tim Antonio Conte. Walau begitu, Hazard menampilkan perkembangan yang baik dan tim medis akhirnya kembali mengizinkan pemain muda ini untuk kembali mengikuti latihan bersama timnya dan bergabung dengan laga yang akan mereka mainkan.

Hadirnya Hazard dipercaya akan menambah kekuatan tim dan mental pada pemain yang sempat anjlok karena hasil dari beberapa laga belakangan ini. Apalagi, The Blues juga sedang menghadapi krisis pemain setelah Cesc Fabregas dan Gary Cahill akan menepi dalam laga ketika mereka berhadapan dengan Tottenham Hotspur, karena sanksi akumulasi kartu.

Selain itu, terdengar kabar tak mengenakkan dari dalam manajemen klub ini, di mana hubungan Antonio Conte dan petinggi The Blues sedang memanas lantaran keputusan melepas Nemanja Matic ke MU dan bursa transfer yang tidak jelas dan menjadikan Conte kecewa.

Selama menjadi pemain Chelsea, Eden Hazard sudah merupakan andalan dengan performa apiknya. Dia sudah membukukan 72 gol dan 62 assists dari 249 laga dari semua kompetisi yang dia mainkan. Penampilan mengesankan tersebut semakin lengkap setelah The Blues menjadi juara dua gelar Premier League, yakni satu Piala Liga Inggris dan satunya Liga Europa.

Antonio Conte Menilai Arsenal Sebagai Pesaing Gelar Pemenang

Walaupun tahun lalu cuma berada pada pos urutan ke lima klasemen akhir -Premier League, kiprah Arsenal tak di anggap remeh oleh pelatih Chelsea, Antonio Conte. menurutnya, The Gurnners tetap sebagi pesaing gelar pemenang Premier League.

The Gurnners sudah tidak pernah mendapatkan title Premier League sedari tahun 2004 lalu. meski demikian, Arsenal tetap sanggup menutup tahun pada pringkat 4 besar dan masuk menuju Liga Champions setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2016-2017 yang lalu.

Bagi Conte, persaingan title pemenang di musim ini bakal diramaikan oleh paling tidak 6 skuat. Sudah pasti The Blues masuk dalam klub yang bakal bersaing untuk mempertahankan title yang tahun lalu mereka peroleh.

“The Gurnners pesaing yang potensial tahun ini, saya merasa mereka salah satu dari 6 klub yang siap bertanding untuk dapat memperoleh title juara,” ujar Conte.

Conte tak asal omong dengan pendapatnya tersebut. Eks arsitek pada tim nasional Italia tersebut melihat adanya sosok Arsene Wenger yang menjadi faktor kunci yang dapat menghantarkan The Gurnners bersaing dalam memperebutkan Title juara pada ajang Premier League.

“Saya merasa Wenger sebagai salah satu Arsitek terbaik. Dia memiliki waktu yang panjang untuk meningkatkan skuatnya, klubnya. Wenger merupakan salah satu arsitek terbaik di dunia dan Arsenal merupakan salah satu klub terbaik,” ucap Conte.

“Di Inggris, agar dapat mengulang title pemenang tidaklah mudah. Di sini, Anda sebagai pemenang dan klub lain bakal mempersiapkan diri secara maksimal untuk menantang Anda tahun depan,” ujar Conte menambahkan.

 

Ngototnya AC Milan Inginkan Striker Chelsea ini

AC Milan masih berusaha untuk memperoleh satu penyerang lagi sebelum bursa transfer resmi ditutup di musim ini. Salah satu yang mereka inginkan adalah pemain andalan dari Chelsea, yakni Diego Costa.

Beberapa media setempat mengabarkan jika I Rossoneri kini sedang melakukan kesepakatan bersama Chelsea serta agen Diego Costa, Jorge Mendes. The Blues disebutkan memang lebih suka jika melapas pemain dari Spanyol tersebut pada AC Milan.

Walau begitu, Milan sepertinya tidak akan mudah mendapatkan Costa karena sang pemain hanya ingin melanjutkan masa depannya di Atletico Madrid untuk Liga Spanyol. Costa sejatinya memang menjadi pemain Atletico sebelum direkrut oleh The Blues di musim panas 2014 silam.

Sementara itu, Atletico Madrid kini masih menjalani sanksi terkait larangan transfer pemain dari FIFA. Mereka dapat memperoleh atau melepas pemain dalam bursa transfer per Januari 2018 yang akan datang.

Selama di Chelsea, Costa memang lebih banyak menjadi pemain cadangan oleh pelatih Antonio Conte, apalagi di musim mendatang. Hal itu dikarenakan perselisihan keduanya yang terjadi karena sikap Costa yang begitu memaksakan diri ingin segera keluar tim dan bergabung ke Atletico.

Masalah itu sempat usai dan Costa kembali menjadi pemain pilihan Antonio Conte. Dia bahkan membukukan 21 gol bersama The Blues di Liga Inggris. Tapi, ternyata Conte belum sepenuhnya memaafkan Costa, apalagi setelah Costa kedapatan berfoto bersama pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Ini yang kemudian membuat The Blues ingin menjual Costa ke AC Milan.

Walau begitu, jika nantinya tidak memperoleh Costa, AC Milan ternyata memiliki plan B. Dia adalah pemain Fiorentina, Nikola Kalinic. Diberitakan jika kedua pihak sudah berbicara dan tinggal menentukan pembahasan kontrak dan tes medis.

Namun, masalahnya ada di biaya yang diberikan Milan disinyalir kurang 5 juta euro lagi dari nilai yang diharapkan Fiorentina. La Viola menginginkan 30 juta euro. Karena masalah ini tak kunjung usai, Nikola Kalinic masuk lagi ke skuat untuk mengikuti turnamen pramusim di Jerman.

Sempat Terpinggirkan, Cesc Fabregas Jadi Pemain Idaman Antonio Conte

Pelatih Chelsea yakni Antonio Conte menyakini dengan baik bakat dari Cesc Fabregas. Conte percaya diri jika Fabregas dapat menjadi salah satu pemain inti untuk The Blues di musim yang akan datang.

Cesc Fabregas harus melaksanakan musim awalnya bersama pelatih mereka Antonio Conte dengan cara yang dapat dikatakan tidak begitu baik. Dia sempat menjadi pemain cadangan dan tidak masuk di tim inti. Hal ini menjadikannya diyakini akan segera hengkang di musim ini.

Sempat juga pemain ini dinilai akan segera keluar dari klub ini pada tahun 2016 yang lalu, walau pada akhirnya tetap bermain di Stamford Bridge. Tapi, setelah tahun berganti, Fabregas mulai mendapat kepercayaan dari sang pelatih.

Selama Februari sampai musim yang lalu, dirinya sudah menjadi starter selama sembilan kali di Premier League dan ikut berkontribusi membawa timnya menjadi juara liga. Pemain dari Spanyol itu mencatatkan tujuh gol dengan 15 assist dari 38 laga yang dia mainkan.

Kebisaan Fabregas menjadi gelandang di lini tengah sepertinya menjadikan Conte tertarik dengan kemampuannya. Itu menjadi alasan kenapa Conte tidak akan menjual dirinya.

Perannya diyakini semakin dibutuhkan Chelsea untuk musim 2017/2018 ini. Apalagi The Blues tidak dapat menggunakan jasa Eden Hazard pada awal musim, karena masih menjalani pemulihan setelah operasi engkel dan Fabregas dapat mengambil alih posisi tersebut.

” Dia merupakan pemain yang begitu apik dan dapat dimainkan untuk tempat gelandang dan jadi pemain tengah. Akan tetapi, dia dapat juga bermain menjadi gelandang bernomor 10. Dia pemain yang hebat dan saya ingin dia tetap seperti ini, ” ujar Conte.

Lebih lanjut, Antonio Conte menilai jika Cesc Fabregas sudah jauh berkembang dengan pesat dari saat dirinya pertama kali menjadi pelatih Chelsea.

Eks Bek Chelsea Mendukung Bila Costa Dijual

Antonio Conte, selaku manager pada skuat Chelsea, menurut Franck Leboeuf selaku mantan bek The Blues, sudah tepat dengan membuat keputusan untuk melepas Diego Costa pada bursa transfer musim panas ini.

Diego Costa sudah menerima sebuah pesan dari sang pelatih, Antonio Conte bahwasannya dirinya sudah tidak masuk pada rancangannya musim depan dan diminta untuk mencari skuat yang lain. Hubungan ke-2nya memang tidak begitu baik sedari pelatih asal Italia hadir di musim panas.

Di awal musim, Costa mau comeback menuju Atletico Madrid, akan tetapi pada akhirnya dirayu oleh Conte untuk terus menetap di klub. Akan tetapi dia kembali membuat ulah setelah pada bula Januari meminta untuk dijual menuju Tiongkok.

Leboeuf tentu menyatakan bahwasannya menjual sang pesepak bola pada bursa transfer di musim panas ini bakal menjadi langkah yang baik.

“Saya mengagumi Diego Costa. Anda mengagumi Diego Costa bila dirinya tampil untuk skuat anda atau anda tampil besama dengannya dan anda bakal tidak menyukainya bila bermain kontra dirinya,” ucap Leboeuf menurut salah satu media mengabarkan.

“Saya tak mengetahui apakah bakal menjadi sebuah kesalahan untuk menjualnya, saya tak berada di kamar ganti. Kita mendengar beberapa komentar, yang megatakan Conte dan Costa sempat ribut di kamr ganti pada saat Costa mau angkat kaki menuju klub asal Tiongkok.”

“Saya tak menetahui apa yang telah terjadi dan bila memang hal tersebut yang paling baik, maka sebaiknya melepaskan dirinya dan memastikan kamar ganti dalam kondisi baik-baik saja dan semua orang bekerja dengan misi yang sama.”

Atletico Madrid Serta Hubungan Buruk Diego Costa Dan Antonio Conte

Diego Costa sudah mengungkapkan jika dirinya dipastikan tidak akan masuk dalam susunan pemain masa depan Antonio Conte di Chelsea nantinya. Kinerja menjadi alasan dibalik ini. Costa dikeluarkan pelatih ini melalui pesan singkat yang dia terima, Rabu (7/6/2017). Hal itu cukup mengagetkan pasalnya striker timnas Spanyol ini sudah bermain dengan baik selama musim 2016-17 lalu.

Terdapat sekitar 20 gol dicatatkan oleh Diego Costa selama 35 laganya di liga bersama Chelsea hingga meraih gelar juara Premier League musim kemarin. Costa juga meraih gelar topskorer klub dengan catatan 21 gol untuk semua liga.

Akan tetapi, Antonio Conte resmi mengeluarkan dirinya dari tim sebenarnya sejak November tahun lalu. Keduanya memang tidak mempunyai hubungan yang baik. Hubungan keduanya mulai berjarak sejak adanya peristiwa di pertengahan musim. Saat itu, Conte kesal karena Costa selalu ingin lepas dari bergabung dengan klub sebelumnya, Atletico Madrid.

Walau begitu, terdapat banyak pihak yang yakin jika mereka sudah kembali berdamai. Tapi ternyata Conte tidak dapat melupakan hal tersebut setelah Costa mengupload foto makan malam dengan Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid.

Sejatinya, pertemuan keduanya disinyalir sedang membicarakan penawaran pada Costa yang memang sudah sejak lama ingin menjadi pemain Atletico lagi. Andai saja tidak adanya hukuman transfer dari FIFA, kemungkinan Costa sudah menjadi bagian dari Los Rojiblancos di musim depan.

Hal ini menyebabkan Costa dalam masalah yang rumit. Costa tidak mungkin kembali bersama Chelsea, karena Antonio Conte sedang berusaha mendapatkan Romelu Lukaku sebagai penggantinya. Sementara, Atletico Madrid baru mendapatkan pemain baru di Januari 2018 nanti.

Pastinya ini menjadikan Diego Costa akan kembali menjadi pemain cadangan The Blues selama berbulan-bulan lamanya sebelum kembali ke Spanyol. Tapi, Costa disebutkan akan menanti keputusan dari pihak manajemen klubnya dan belum menentukan keputusan karirnya nanti.

Conte Meminta Janji Para Pemain Chelsea

Walau berhasil finish sebagai pemenang Liga Inggris, sejumlah pesepak bola bintang The Blues (Chelsea) terus dirumorkan akan hijrah. Antonio Conte selaku pelatih skuat Chelsea juga meminta armadanya meperlihatkan janjinya untuk terus menetap diskuat.

Mulai dari  Thibaut Courtois, Eden Hazard, Cesc Fabregas dan Diego Costa terus diisukan akan angkat kaki dari The Blues. Costa disangkut pautkan dengan Tianjin Quanjian, sementara Fabregas menjadi target bisikan pemilik anyar AC Milan.

Ada pula Courtois dan Hazard yang sedang dipepet Real Madrid. Conte tahu betul The Blues perlu skuat yang lebih besar di musim depan, sebab mereka bakal bermain pada laga Liga Champions. Akan tetapi, dirinya juga tidak mau kehilangan sederet bintangnya ini.

“Pertama, seluruh pesepak bola mesti senang beada di Chelsea. Ini merupakan hal penting yang petama. Menurut saya, ini amat krusial, bahwasannya setiap pesepak bola yang mau tinggal di The Blues dengan senang hati tetap berada di The Blues,” ucap Mou pada salah satu media.

“Musim depan, kami sadar bahwaannya banyak hal mesti kami perbaiki untuk mempunyai tahun yang lebih besar, namun ini tidak cuma pemikiran saya. Namun ini pemikiran semua klub.”

“Kami mesti tampil di Liga Champions musim depan dan kami mengawali musim selaku pemenang, maka tentunya hal tersebut bakal sebagai musim yang berat. Namun, bila kami melakukan hal dengan metode yang benar, kami bakal siap melewati kondisi ini,” ucap Conte menambahkan.