Tag Archives: antonio conte

Conte Puji Para Pemain Muda Chelsea

Sejumlah pemain muda Chelsea tunjukkan performa yang oke ketika menangkan laga atas Everton dengan skor akhir 2-1 di babak keempat Piala Liga. Manajer Antonio Conte pun memuji mereka.

Berhadapan dengan Everton pada hari Kamis (26/10/2017) dini hari WIB di Stamford Bridge, Chelsea menangkan laga dengan skor 2-1 lewat angka yang diciptakan oleh Antonio Ruediger dan Willian, yang dibalas oleh Dominic Calvert-Lewin. The Blues juga berhasil lolos ke babak perempat final.

Pada pertandingan tersebut, Conte memainkan pemain muda seperti Charly Musonda, Kenedy dan Ethan Ampadu turun sedari awal. Sedangkan sisanya ialah pemain cadangan seperti Davide Zappacosta, Willy Caballero, Michy Batshuayi, serta Danny Drinkwater yang melangsungkan debutnya.

Para pemain muda Chelsea tersebut bermain dengan oke. Kenedy bermain eksplosif di bagian sayap back, Ampadu kuat di garis tengah, sedangkan Musonda sering kali dapat berikan ancaman ke garis belakang Everton.

Cetak angka pertama Chelsea malah bermula dari umpan terukur Musonda yang dapat ditanduk oleh Ruediger. Conte juga amat puas menyaksikan performa pemain mudanya, ditambah dengan lawannya ialah Everton yang terus merepotkan.

“Performa kami amat oke, terutama pada babak pertama saat kami membuat kesempatan untuk ciptakan angka. Pada babak kedua, kami sedikit kerepotan, namun hal tersebut wajar saja ketika berhadapan dengan Everton,” kata Conte.

“Mereka tim yang oke dan baru saja ganti pelatihnya dan biasanya ini bakal menjadi sebuah pertandingan di mana para pemain ingin berikan banyak kontribusi. Untuk hal tersebut, pertandingan ini cukup menyancam untuk kami, namun saya merasa senang.”

“Namun saya merasa amat senang. Ada banyak hal baik lewat performa para pemain muda. Charly Musonda, Kenedy, dan Ethan Ampadu, mereka semua tampil amat oke. Penting untuk berikan mereka kepercayaan dan saya merasa bahagia mendapat tanggapan yang oke, yang memang saya nantikan.”

“Berita baik lainnya ialah senang dapat saksikan Danny Drinkwater untuk pertama kalinya,” sambung Conte.

Strategi Chelsea Kurang Oke

Chelsea tidak berhasil raih hasil oke saat melawan AS Roma di matchday ketiga ajang Liga Champions. Bagi Antonio Conte, hal tersebut dikarenakan perubahan skemanya tidak berlangsung dengan oke pada pertandingan tersebut.

Menjadi tuan rumah menghadapi Roma Kamis (19/10/2017) dinihari WIB di Stamford Bridge, Conte memilih gunakan formasi 3-5-2 dan memindahkan David Luiz lebih ke depan untuk jadi gelandang bertahan.

Upaya tersebut ia lakukan sebab The Blues kehilangan N’Golo Kante yang tengah alami cedera ketika bermain bersama tim nasional Prancis. Usaha tersebut awalnya sukses usai Chelsea unggul dengan skor 2-0 lebih awal lewat angka yang diciptakan oleh Luiz (menit ke-11) dan Eden Hazard (37).

Roma pada akhirnya dapat memotong skor jadi 1-2 lewat angka yang diciptakan oleh Aleksandar Kolarov pada 5 menit menjelang turun minum. Pada babak pertama ini tercatat kalau Roma mendominasi permainan sampai dengan 63 persen dengan lesatkan 6 sepakan dengan 4 di antaranya menuju ke gawang.

Tim tamu makin apik pada babak kedua saat Conte menarik Luiz untuk turunkan Pedro Rodriguez, yang adalah pemain tipikal menyerang. Hasilnya, Roma dapat raih keunggulan lewat 2 angka yang diciptakan oleh Edin Dzeko.

Beruntung untuk Chelsea, Hazard dapat ciptakan angka kedua pada menit 75 untuk sudahi pertandingan dengan skor imbang 3-3. Hasil seri ini Conte akui sebagai sebuah kesalahan perubahan yang ia lakukan.

“Usaha yang dilakukan para pemain telah optimal dan saya ucapkan terima kasih pada mereka. Kami kerepotan pada babak pertama dan keputusan untuk merubah sistem tak berbuah hasil dan kami memikulnya,” imbuh Conte.

“Kami sesungguhnya lakukan improvisasi dan hal tersebut nampak, seperti kami alami penderitaan di bawah tekanan Roma. Kami ciptakan 2 angka, namun kami tak rasakan kontrol laga,” lanjut dia.

“Saya perlu bertanggung jawab sebab keputusan saya merubah sistem untuk atasi minimnya opsi (pemain). Saya merubah posisi David Luiz untuk menambah kuat garis tengah dan saya rasa hal tersebut tak sukses, jujur saja,” ucap sang manajer.

Pirlo Ingin Jadi Asisten Conte?

Andrea Pirlo bakal gantung sepatu pada akhir tahun ini. Pemain gelandang gaek New York City tersebut berikutnya diminta bisa menjadi asisten Antonio Conte di Chelsea.

Pirlo telah umumkan bakal gantung sepatu pada akhir tahun ini, ketika masa kontrak yang ia miliki di New York City selesai. Dengan umur yang telah sampai 38 tahun, bekas pemain tim nasional Italia tersebut akui fisiknya sudah mulai menurun.

Menyusul berita itu, bekas Asisten Manajer Chelsea Ray Wilkins mengatakan bakal hebat kalau Pirlo masuk dalam staf kepelatihan Conte. Dengan jadi asisten Conte di Chelsea, Pirlo dapat menuntut ilmu kepelatihan serta berikan nilai lebih untuk skuat.

“Saya telah bilanag kalau ini di awal musim sebab Steve Holland pergi, saya anggap jika Pirlo bakal menjadi sosok ideal. Ia dapat gunakan bahasa Inggris, ia amat kenal dengan Antonio Conte, dan bakal menjadi tambahan yang oke bagi staf kepelatihan Chelsea,” ucap Wilkins.

“Jika Anda dapat miliki ‘telinga’ seperti Pirlo di susunan pelatih, hal tersebut bakal menjadi bantuan oke bagi dirinya (Conte). Pengamatan ke tim tersebut amat krusial.”

“Saat Anda tampil dengan para elitis, yang mana hal tersebut berlangsung di Chelsea, maka Anda harus sedikit informasi kecil apa saja. Hal tersebut hanya sebuah beberapa detail kecil yang merubah sebuah tim yang menarik jadi tim juara. Saya merasa ia bakal menjadi tambahan yang oke,” kata dia.

Pirlo dan Conte tentu telah mengenal antara 1 dengan yang lain dari masa bekerja sama di Juve dan tim nasional Italia. Tentang saran ikut ke staf Conte pun telah didengar oleh gelandang flamboyang tersebut. Namun untuk sekarang ini ia mengatakan perlu waktu untuk pikirkan beberapa pilihan yang ada.

“Karier saya, saya masih belum tahu. Saya bakal kembali ke Italia pada bulan Desember. Menjadi asisten Conte? Banyak orang yang sudah katakan hal tersebut. Saya miliki sejumlah ide saya sendiri namun saya masih perlukan waktu untuk memilih,” ucap Pirlo.

Antonio Candreva Tak Berniat Gabung ke Skuat Chelsea

Antonio Candreva selaku pemain dari timnas  Italia ini tidak berniat pindah menuju klub Chelsea. Hal tesebbut disampaikan agen Candreva, bernama Federico Pastorello.

Saat ini The Blues tengah memburu tanda tangan si pemain (Candreva). Kabarnya Chelsea telah memngajukan penawaran sejumlah uang senilai 18.000.000 euro atau setara dengan 279 milyat rupiah demi bisa menghadirkan pesepak bola Inter Milan tersebut.

Pelatih pada skuat Chelsea, Antonio Conte, amat suka sekali pada performa Candreva. Eks pesepak bola Lazio tersebut merupakan cocok gacoan sang pelatih ketika masih mengasuh skuat Italia. Sebanyak 25 pertandingan skuat The Blues diasuh Conte, delapan belas kali Candreva memperoleh peluang tampil. 2 di antaranya ketika skuat Italia menjalani ajang kompetisi Piala Eropa tahun 2016.

Walau begitu, Pastorello berpendapat, kliennya bakal tetap berada di skuat takkan pergi pada jendela transfer musim panas ini. Karena, Candreva masih masuk rancangan Luciano Spalletti yakni pelatih anyar Inter Milan, ditahun depan 2017-2018.

“Candreva optimis bahwasannya dirinya bakal bertahan. Dia berharap untuk meneruskan karier di Inter Milan dan hal serupa juga diucapkan Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti,” ucap Pastorello kepada salah satu sumber.

“Saya optimis tahun ini dirinya bakal bertahan di Inter Milan, namun dibulan Januari The Blues mengharapkannya,” ucap Pastorello menambahkan.

Candreva adalah pesepak bola yang berposisi sebagai pemain sayap dan mempunyai insting serang yang tinggi. Bersama dengan Ivan Perisic, dia sebagai juru serangan Inter Milan.

Sebelumnya I Nerazzurri Candreva direkrut dari Lazio pada awal tahun 2016/2017. Ketika itu, Inter menggelontorkan uangnya sebesar 22.000.000 euro atau setara dengan 341,12 milyar rupiah untuk demi bisa mendapatkan tanda tangannya.

Pada tahun perdananya di Inter, Candreva bermain si 38 laga di semua ajang pertandingan dengan catatan 6 gol dan sepuluh upaya yang diciptakan.

Jelang Lawan Tottenham, Chelsea Dapat Kabar Menyenangkan

Chelsea memperoleh berita yang baik jelang laga mereka kontra tim sulit, Tottenham Hotspur sebagai laga lanjutan Liga Inggris yang dilaksanakan akhir minggu nanti. Berita baiknya adalah Eden Hazard, yang sudah kembali sehat dan dapat kembali berlatih dengan tim Antonio Conte.

Sebelumnya, Eden Hazard mendapat masalah pada bagian engkelnya. Hal ini terjadi pada 5 Juni 2017 yang lalu. Sang pemain akhirnya menepi dari banyaknya laga tur pramusim mereka, termasuk kala Chelsea dikalahkan dengan skor akhir 2-3 dari Burnley, laga yang dihelat di Stadion Stamford Bridge, 12 Agustus 2017.

Pemain yang datang dari Belgia tersebut sempat diyakini akan menepi dalam waktu yang lama dari tim Antonio Conte. Walau begitu, Hazard menampilkan perkembangan yang baik dan tim medis akhirnya kembali mengizinkan pemain muda ini untuk kembali mengikuti latihan bersama timnya dan bergabung dengan laga yang akan mereka mainkan.

Hadirnya Hazard dipercaya akan menambah kekuatan tim dan mental pada pemain yang sempat anjlok karena hasil dari beberapa laga belakangan ini. Apalagi, The Blues juga sedang menghadapi krisis pemain setelah Cesc Fabregas dan Gary Cahill akan menepi dalam laga ketika mereka berhadapan dengan Tottenham Hotspur, karena sanksi akumulasi kartu.

Selain itu, terdengar kabar tak mengenakkan dari dalam manajemen klub ini, di mana hubungan Antonio Conte dan petinggi The Blues sedang memanas lantaran keputusan melepas Nemanja Matic ke MU dan bursa transfer yang tidak jelas dan menjadikan Conte kecewa.

Selama menjadi pemain Chelsea, Eden Hazard sudah merupakan andalan dengan performa apiknya. Dia sudah membukukan 72 gol dan 62 assists dari 249 laga dari semua kompetisi yang dia mainkan. Penampilan mengesankan tersebut semakin lengkap setelah The Blues menjadi juara dua gelar Premier League, yakni satu Piala Liga Inggris dan satunya Liga Europa.

Antonio Conte Menilai Arsenal Sebagai Pesaing Gelar Pemenang

Walaupun tahun lalu cuma berada pada pos urutan ke lima klasemen akhir -Premier League, kiprah Arsenal tak di anggap remeh oleh pelatih Chelsea, Antonio Conte. menurutnya, The Gurnners tetap sebagi pesaing gelar pemenang Premier League.

The Gurnners sudah tidak pernah mendapatkan title Premier League sedari tahun 2004 lalu. meski demikian, Arsenal tetap sanggup menutup tahun pada pringkat 4 besar dan masuk menuju Liga Champions setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2016-2017 yang lalu.

Bagi Conte, persaingan title pemenang di musim ini bakal diramaikan oleh paling tidak 6 skuat. Sudah pasti The Blues masuk dalam klub yang bakal bersaing untuk mempertahankan title yang tahun lalu mereka peroleh.

“The Gurnners pesaing yang potensial tahun ini, saya merasa mereka salah satu dari 6 klub yang siap bertanding untuk dapat memperoleh title juara,” ujar Conte.

Conte tak asal omong dengan pendapatnya tersebut. Eks arsitek pada tim nasional Italia tersebut melihat adanya sosok Arsene Wenger yang menjadi faktor kunci yang dapat menghantarkan The Gurnners bersaing dalam memperebutkan Title juara pada ajang Premier League.

“Saya merasa Wenger sebagai salah satu Arsitek terbaik. Dia memiliki waktu yang panjang untuk meningkatkan skuatnya, klubnya. Wenger merupakan salah satu arsitek terbaik di dunia dan Arsenal merupakan salah satu klub terbaik,” ucap Conte.

“Di Inggris, agar dapat mengulang title pemenang tidaklah mudah. Di sini, Anda sebagai pemenang dan klub lain bakal mempersiapkan diri secara maksimal untuk menantang Anda tahun depan,” ujar Conte menambahkan.

 

Ngototnya AC Milan Inginkan Striker Chelsea ini

AC Milan masih berusaha untuk memperoleh satu penyerang lagi sebelum bursa transfer resmi ditutup di musim ini. Salah satu yang mereka inginkan adalah pemain andalan dari Chelsea, yakni Diego Costa.

Beberapa media setempat mengabarkan jika I Rossoneri kini sedang melakukan kesepakatan bersama Chelsea serta agen Diego Costa, Jorge Mendes. The Blues disebutkan memang lebih suka jika melapas pemain dari Spanyol tersebut pada AC Milan.

Walau begitu, Milan sepertinya tidak akan mudah mendapatkan Costa karena sang pemain hanya ingin melanjutkan masa depannya di Atletico Madrid untuk Liga Spanyol. Costa sejatinya memang menjadi pemain Atletico sebelum direkrut oleh The Blues di musim panas 2014 silam.

Sementara itu, Atletico Madrid kini masih menjalani sanksi terkait larangan transfer pemain dari FIFA. Mereka dapat memperoleh atau melepas pemain dalam bursa transfer per Januari 2018 yang akan datang.

Selama di Chelsea, Costa memang lebih banyak menjadi pemain cadangan oleh pelatih Antonio Conte, apalagi di musim mendatang. Hal itu dikarenakan perselisihan keduanya yang terjadi karena sikap Costa yang begitu memaksakan diri ingin segera keluar tim dan bergabung ke Atletico.

Masalah itu sempat usai dan Costa kembali menjadi pemain pilihan Antonio Conte. Dia bahkan membukukan 21 gol bersama The Blues di Liga Inggris. Tapi, ternyata Conte belum sepenuhnya memaafkan Costa, apalagi setelah Costa kedapatan berfoto bersama pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Ini yang kemudian membuat The Blues ingin menjual Costa ke AC Milan.

Walau begitu, jika nantinya tidak memperoleh Costa, AC Milan ternyata memiliki plan B. Dia adalah pemain Fiorentina, Nikola Kalinic. Diberitakan jika kedua pihak sudah berbicara dan tinggal menentukan pembahasan kontrak dan tes medis.

Namun, masalahnya ada di biaya yang diberikan Milan disinyalir kurang 5 juta euro lagi dari nilai yang diharapkan Fiorentina. La Viola menginginkan 30 juta euro. Karena masalah ini tak kunjung usai, Nikola Kalinic masuk lagi ke skuat untuk mengikuti turnamen pramusim di Jerman.

Sempat Terpinggirkan, Cesc Fabregas Jadi Pemain Idaman Antonio Conte

Pelatih Chelsea yakni Antonio Conte menyakini dengan baik bakat dari Cesc Fabregas. Conte percaya diri jika Fabregas dapat menjadi salah satu pemain inti untuk The Blues di musim yang akan datang.

Cesc Fabregas harus melaksanakan musim awalnya bersama pelatih mereka Antonio Conte dengan cara yang dapat dikatakan tidak begitu baik. Dia sempat menjadi pemain cadangan dan tidak masuk di tim inti. Hal ini menjadikannya diyakini akan segera hengkang di musim ini.

Sempat juga pemain ini dinilai akan segera keluar dari klub ini pada tahun 2016 yang lalu, walau pada akhirnya tetap bermain di Stamford Bridge. Tapi, setelah tahun berganti, Fabregas mulai mendapat kepercayaan dari sang pelatih.

Selama Februari sampai musim yang lalu, dirinya sudah menjadi starter selama sembilan kali di Premier League dan ikut berkontribusi membawa timnya menjadi juara liga. Pemain dari Spanyol itu mencatatkan tujuh gol dengan 15 assist dari 38 laga yang dia mainkan.

Kebisaan Fabregas menjadi gelandang di lini tengah sepertinya menjadikan Conte tertarik dengan kemampuannya. Itu menjadi alasan kenapa Conte tidak akan menjual dirinya.

Perannya diyakini semakin dibutuhkan Chelsea untuk musim 2017/2018 ini. Apalagi The Blues tidak dapat menggunakan jasa Eden Hazard pada awal musim, karena masih menjalani pemulihan setelah operasi engkel dan Fabregas dapat mengambil alih posisi tersebut.

” Dia merupakan pemain yang begitu apik dan dapat dimainkan untuk tempat gelandang dan jadi pemain tengah. Akan tetapi, dia dapat juga bermain menjadi gelandang bernomor 10. Dia pemain yang hebat dan saya ingin dia tetap seperti ini, ” ujar Conte.

Lebih lanjut, Antonio Conte menilai jika Cesc Fabregas sudah jauh berkembang dengan pesat dari saat dirinya pertama kali menjadi pelatih Chelsea.