Samir Nasri diberii hukuman larangan untuk tampil di lapangan sepanjang 6 bulan oleh UEFA. Pemain gelandang yang berasal dari Prancis tersebut dinilai telah melanggar aturan antidoping.

Nasri raih perawatan dari sebuah perusahaan medis swasta, Drip Doctors, di kamar hotelnya saat menikmati liburan di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun 2016. Ia yang pada saat itu dipinjam Sevilla dari Manchester City, awalnya merasa tidak enak badan dan mulai muntah-muntah.

Lewat proses perawatan itu, Nasri dikatakan telah terima 500 mL hidrasi dalam bentuk air steril yang di dalamnya mengandung komponen mikronutrien. Padahal, Badan Antidoping Dunia (WADA) berikan batas infusi sampai dengan 50 mL per 6 jam untuk atlet aktif.

Hal yang dilakukan Nasri bikin UEFA lakukan penyelidikan sedari tahun yang lalu. Hasilnya, Nasri dinyatakan telah bersalah pada hari Selasa (27/2/2018) dan diberi hukuman sampai dengan 6 bulan.

“Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA (CEDB) sudah mengambil keputusan menyusul proses disiplin yang dibuka pada tanggal 6 Maret 2017 pada Samir Nasri untuk pelanggaran peraturan antidoping UEFA. Samir Nasri dinyatakan telah bersalah sebab memakai metode terlarang yang tertulis dalam daftar terlarang WADA,” tulis UEFA pada situs resmi mereka.

“Lewat konteks ini, CEDB sudah putuskan untuk mengmberi hukuman pada Samir Nasri sepanjang 6 bulan sebab telah melakukan pelanggaran peraturan antidoping dunia dan aturan antidoping UEFA.”

UEFA berikan peluang pada Nasri untuk ajukan banding berhubungan dengan keputusan ini.

Nasri, yang sekarang ini berusia 30 tahun, saat ini tidak miliki klub. Ia keluar dari klub Turki, Antalyaspor, pada bulan Januari kemarin usai tampil sampai dengan 8 kali untuk klub itu.