O’Shea Bersyukur Tak Cedera Parah Usai Ditekel Bale

John O’Shea menyebut dirinya amat beruntung tak mengalami cedera serius akibat tekel keras Gareth Bale. Apalagi sebelumnya rekan setimnya, Seamus Coleman, dapat tekel hingga patah kaki.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup D yang menyajikan duel Republik Irlandia melawan Wales di Aviva Stadium, Minggu (25/3/2017) waktu setempat, berakhir seri 0-0. Laga itu sendiri berlangsung dengan tensi tinggi.

Di menit ke-69, defender Irlandia Seamus Coleman, harus ditarik keluar lapangan karena mengalami patah kaki akibat tekel keras yang dilayangkan Neil Taylor hingga menghasilkan kartu merah langsung.

Selain kejadian mengerikan itu, terdapat juga tekel keras Bale kepada O’Shea. Terjangan kaki Bale menghantam tulang kering O’Shea, akibat insiden ini pemain tim nasional Wales itu mendapat kartu kuning.

“Aku merasa beruntung bila membandingkannya dengan kejadian yang menimpa rekanku Seamus (Coleman). Di kesempatan pertandinan lain, kejadian seperti tadi bisa saja menghasilkan dua kartu merah,” kata O’Shea seperti dilansir BBC.

“Mungkin (tekelnya terlambat), tetapi beruntung aku tak kenapa-kenapa sehingga tidak ada masalah. Aku tak ingat ada berapa banyak jahitan. Semoga saja lekas pulih,” ucapnya.

Laga itu sendiri berlangsung cukup sengit, namun tuan rumah cuma bisa melepaskan lima peluang tanpa ada satupun tepat sasaran. Sedangkan Wales dengan ball possesion sebesar 54 persen menciptakan delapan kesempatan, dua diantaranya on target.

Messi Penyebab Deulofeu Tak Berkembang di Barcelona

Gerard Deulofeu berbicara tentang momen-momennya di Barcelona. Dirinya menyebut perkembangan kariernya ketika itu terganggu lantaran kerap kali dikomparasikan dengan Lionel Messi.

Deulofeu adalah didikan asli akademi Los Cules dan lantas merintis kiprahnya di tim-tim junior Raksasa Catalan tersebut. Tidak jauh berbeda seperti Messi.

Itu merupakan salah satu faktor winger internasional Spanyol berusia 23 tahun itu acapkali dibanding-bandingkan dengan La Pulga.

Dalam prosesnya Deulofeu justru harus menghabiskan waktu dipinjamkan Barca ke sejumlah klub hingga akhirnya dikontrak permanen Everton pada musim panas 2015.

Bersama klub Merseyside tersebut pun Deulofeu dianggap tidak berkembang hingga setelah itu dipinjamkan ke AC Milan pada Januari 2017. Bersama Il Diavolo Rosso dirinya bermain lebih bagus dengan mencetak satu gol dan tiga assists dari sembilan partai Serie A.

“Sering dibandingkan dengan Messi mengganggu perkembangan saya. Messi itu hanya satu (tak bisa dibanding-bandingkan),” kata Deulofeu kepada Marca, mengenang masa-masanya di Barca.

“Karena faktor itulah (perbandingan) memunculkan harapan terlalu besar terhadap saya dari para fans Barcelona. Saya tidak biasa membaca media masa, namun perbandingan ini sangat menjebak,” sebutnya.

Kevin Mbappe Disarankan Tak Buru-buru Ganti Klub

Pesepakbola potensial AS Monaco Kylian Mbappe menjadi buah bibir sepanjang musim ini. Karim Benzema, menyarankan supaya Mbappe tak tergesa-gesa hijrah ke klub yang lebih besar.

Striker 18 tahun tersebut memang tengah menikmati momen yang luar biasa. Dari 32 pertandingan di berbagai ajang, Mbappe berhasil mendulang 19 gol bagi Monaco.

Tak pelak kinerja Mbappe menarik minat klub-klub top mulai dari Manchester United, Barcelona, Paris St. Germain, Manchester City, sampai Real Madrid. Klub yang disebut terakhir tampak ngotot mendapatkan pemain Prancis itu.

Benzema punya banyak kesamaan dengan Mbappe. Pebola 29 tahun itu mendarat di Madrid di usia 21 tahun usai tampil gemilang bersama Olympique Lyon.

Namun musim perdana Benzema bersama Los Blancos tak berjalan mulus karena belum terlalu banyak dilibatkan. Maka dari itu Benzema merasa alangkah baiknya Mbappe tetap bertahan dan cari aman, apalagi usianya masih muda.

“Saya diberitahu bila dia fenomenal, seorang pemain yang amat oke. Jujur saja, saya masih belum menyaksikan permainan dia,” ujar Benzema kepada RMC, yang dikutip Squawka.

“Dia merupakan pemain muda. Sepakbola betul-betul keras, khusunya di klub-klub besar. Saya bergabung dengan Madrid di usia 21 tahun. Saya telah melakukan banyak hal di Lyon, namun saat di sini saya mendapat penolakan,” sambung dia.

“Musim pertama itu terlalu berat. Anda jauh dari keluarga, rasanya berbeda. Orang-orang yang dekat dengan anda bakal merebut posisi Anda. Itu sangat sulit.”

“Akan tetapi dari apa yang dibilang orang-orang, dia pemain bagus dan saya harapkan dia bakal mendapatkan karier yang hebat sedikit demi sedikit. Saya pikir harusnya dia tak pergi terlalu cepat. Banyak aspek yang harus dia kembangkan,” imbuh Benzema.

“Usianya masih 18 tahun, bagaimana anda menghadapinya saat banyak hal tidak berjalan dengan baik, saat orang-orang berbicara yang tidak baik tentang anda, saat anda ada di dalam tekanan?”

Isco Kesal Dikait-kaitkan Dengan Barcelona

Bintang muda Real Madrid, Isco, akhir-akhir ini dihubungkan dengan transfer ke klub rival, Barcelona. Isco mengatakan bila kabar itu adalah isu yang tidak berdasar.

Isco memang punya kans besar untuk angkat kaki dari Santiago Bernabeu pada musim panas mendatang. Akan tetapi dalam beberapa hari terakhir, pemain asal Spanyol itu diklaim sebagai bidikan utama Azulgrana.

Sebuah pertemuan dari pihak Cules dengan seorang agen FIFA diklaim telah terjadi. Walau begitu, sang pemain buru-buru memberikan bantahan.

“Seorang sepakbola, memang sangat sulit untuk terhindar dari rumor,” kata Isco usai membela Spanyol mengalahkan Albania tadi malam.

“Kami telah terbiasa dengan hal semacam itu dan kini karena sedikitnya pertandingan sepakbola dengan jeda internasional, maka sejumlah media terpaksa mengarang-ngarang cerita,” sembur dia. Demikian diwartakan AS.

Isco sendiri masih memiliki kontrak di Madrid yang berakhir pada 2018. Walaupun merasa kerasa di Madrid, pemain gelandang 24 tahun itu kurang puas lantaran minimnya kepercayaan tampil yang diberikan.

Isco menegaskan bakal memutuskan tentang masa depannya usai musim ini berakhir. Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur konon tertarik mendapatkan tenaganya.

Prancis Kalahkan Luksemburg, Deschamps Masih Belum Puas

Didier Deschamps merasa senang melihat Prancis berhasil meraih kemenangan atas Luksemburg. Akan tetapi dirinya menyebut timnya harusnya mampu menang dengan skor lebih telak.

Prancis pulang mengantongi tiga angka dari kunjungannya ke kandang Luksemburg pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Dalam duel yang berllangsung di Josy-Barthel Stadium, Luksemburg, Minggu (26/3/2017) dinihari WIB, Prancis unggul dengan skor 3-1 atas tuan rumah.

Prancis lebih dulu membuka skor pada menit ke-28 lewat gol Olivier Giroud sebelum disamakan oleh Luksemburg lewat Aurelien Joachim dari titik putih enam menit kemudian.

Tak berselang lama, gantian Les Bleus mendapat hasiah penalti yang berhasil dieksekusi oleh Antoine Griezmann. Prancis akhirnya mengunci kemenangan di menit ke-77 melalui tandukan Giroud.

“Kami berbuat hal yang sangat tepat. Bisa saja kami menang dengan gol lebih banyak dan juga tidak membuat sulit diri sendiri dalam beberapa kesempatan,” ujar Deschamps kepada TF1 seperti dikutip dari ESPN FC.

“Namun yang terpenting ialah kami meraih tiga angka dan membuat tiga gol, maka itu cukup positif,” imbuhnya.

Berkat kemenangan yang diraih, Tim Ayam Jantan melakukan respons positif Prancis atas kemenangan Swedia beberapa saat sebelumnya. Dengan tiga angka tambahan, Hugo Lloris cs. mengukuhkan posisinya di pucuk klasemen Grup A dengan nilai 13 dari lima pertandingan, unggul tiga angka dari Swedia yang menempati posisi kedua.