Hazard: De Bruyne Paling Oke di Premier League

Hazard: De Bruyne Paling Oke di Premier League

Walau rival di klub, Eden Hazard tanpa ragu memberi pujian pada kompatriotnya, Kevin de Bruyne. De Bruyne dikatakan olehnya sebagai yang paling oke di Premier League sekarang ini. Sama-sama pemain tim nasional More »

Mengapa Tak ada David Luiz?

Mengapa Tak ada David Luiz?

David Luiz tidak dimasukkan dalam skuat Chelsea untuk pertandingan menghadapi Manchester United. Apa alasan Conte tepikan pemain bek yang berasal dari Brasil tersebut? Chelsea menjadi tuan rumah berhadapan dengan MU dalam laga More »

Tidak Terpikir Oleh City Akhiri Musim Terus Menang

Tidak Terpikir Oleh City Akhiri Musim Terus Menang

Pertanyan sekarang ini ialah dapatkah Manchester City samakan catatan tidak pernah kalah selama 1 musim Arsenal? Bagi Kevin De Bruyne, hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan. City bermain amat meyakinkan pada musim More »

Conte Puji Para Pemain Muda Chelsea

Conte Puji Para Pemain Muda Chelsea

Sejumlah pemain muda Chelsea tunjukkan performa yang oke ketika menangkan laga atas Everton dengan skor akhir 2-1 di babak keempat Piala Liga. Manajer Antonio Conte pun memuji mereka. Berhadapan dengan Everton pada More »

Koeman Salah Karena Tidak Rekrut Pengganti Lukaku

Koeman Salah Karena Tidak Rekrut Pengganti Lukaku

Ronald Koeman sudah tak bersama Everton menyusul awal yang buruk pada musim ini. Koeman dianggap telah lakukan kesalahan terbesar berhubungan dengan Romelu Lukaku. Koeman dikeluarkan dari kursi jabatan manajer Everton pada hari More »

 

Leipzig Pertahankan Keita

Ada kans Naby Keita pindah ke Liverpool lebih awal dari yang semestinya. Namun klubnya, RB Leipzig, bantah keras tentang kabar itu.

Keita memang telah menjadi punya Liverpool usai ditebus dengan harga mencapai 48 juta euro. Namun Keita baru dapat bergabung dengan The Reds musim berikut. Ini menjadi win-win solution untuk kedua tim mengingat saga transfer si pemain musim panas kemarin.

Namun, penampilan Liverpool yang masih labil sekarang ini dan belum memuaskannya performa dari para pemain gelandangnya memunculkan kabar kalau klub Merseyside tersebut bersiap merekrut Keita lebih cepat. Liverpool malah berani membayar lebih lagi untuk hal tersebut.

Tentu saja ini menguntungkan Liverpool mengingat penampilan Keita pada musim ini masih apik. Walau begitu, Leipzig bantah berita tersebut sambil tegaskan mereka pun masih perlu Keita untuk bisa lolos ke ajang Eropa lagi pada musim ini.

“Walau kami tak lolos ke tahap gugur Liga Champions sekalipun, tak mungkin kami lepas Naby ke Liverpool lebih cepat,” ucap Direktur Olahraga Leipzig, Ralf Rangnick.

“Kami berharap bisa lolos lagi ke ajang Eropa musim depan dan kami perlu Naby untuk hal tersebut,” lanjut dia.

Casillas Ingin Buffon jangan Pensiun Dulu

Gianluigi Buffon telah miliki rencana untuk gantung sepatu pada tahun berikutnya. Penjaga gawang Juventus dan tim nasional Italia tersebut diminta untuk tunda terlebih dahulu putusannya tersebut.

Buffon masih miliki 2 keinginan pada sisa kariernya. Ia ingin tampil di ajang Piala Dunia 2018, dan masih mempertahankan mimpinya untuk jadi juara di ajang Liga Champions.

Trofi Liga Champions adalah satu-satunya piala yang pernah diraih oleh Buffon. Jika tidak dapat jadi juara pada musim ini, ia tetap dalam 1 tekadnya untuk mengambil keputusan yang ia tetapkan yaitu pensiun.

Penjaga gawang FC Porto, Iker Casillas, menganggap kalau keputusan yang telah diambil oleh Buffon untuk gantung sepatu tersebut telah diperkirakan dengan amat yakin. Biarpun begitu, ia masih ingin supaya Buffon dapat tampil lebih lama lagi.

“Jika Buffon pensiun di umur 40, saya bakal berusaha pensiun 1 tahun lebih lama darinya — maka saya dapat bermain 1 tahun lebih lama daripada dirinya dalam karier saya,” imbuh bekas penjaga gawang Madrid tersebut.

“Saya merasa ia telah pikirkan soal keputusannya (untuk gantung sepatu). Namun, saya ingin ia pikirkan hal tersebut lagi, sebab sepakbola perlu pemain seperti itu,” sambung dia di sela penghargaan Golden Foot Award.

Sabar dengan Montella Milan!

Penampilan dari AC Milan pada musim ini bikin kelangsungan karier dari Vincenzo Montella terus jadi bahan perbincangan. Alangkah baiknya Rossoneri bersabar dengan pelatihnya tersebut.

Milan membuat bursa transfer musim panas kemarin terkejut dengan belanja besar yang mereka langsungkan. Harapannya ialah klub kota mode tersebut dapat bangkit dan berselisih di papan atas Liga Italia dan juga di ajang Liga Europa.

Namun sampai saat ini hasil belanja lebih dari 200 juta euro belum memperlihatkan kemajuan yang signifikan saat Milan malah masih naik-turun penampilannya. Di Serie A, Milan telah tunduk 5 kali lewat 12 pertandingan yang sudah lewat dan tertahan di urutan 7 dengan mengumpulkan 19 poin, berjarak 13 poin dari Napoli di urutan teratas.

Sedangkan di Eropa, Milan telah 2 pertandingan terakhir melawan AEK Athens terus gagal raih hasil oke sebab hanya imbang tanpa cetak angka. Tak heran saat posisi Montella sekarang ini digoyang menyusul penampilan yang ditunjukkan oleh Milan sekarang ini.

Namun, Milan diperingati sekali lagi kalau memecat Montella bukan jalan yang palung oke untuk meningkatkan posisi di klasemen sekarang ini. Montella perlu diberi waktu meramu skuat paling okenya mengingat sebagian besar ialah pemain baru dan tidak dapat langsung nyetel.

“Saya ingat saat mereka tunduk melawan Roma, semua orang inginkan Montella dikeluarkan. Di sinilah banyak orang yang berkuasa perlu berpikir pintar sebab mereka tahu ini pun kesalahan mereka,” ucap bekas pemain bek Milan, Marcel Desailly.

“Tidak peduli siapa yang menjadi manajer yang berada di dalam sistem ini, bergantung dengan pemain mana yang Anda rekrut. Sejumlah pemain yang Anda beli saat Anda tak membelinya sekarang, maka mereka dapat pindah ke klub lain di masa yang akan datang. Anda juga bakal kerepotan merekrut mereka sebab nominalnya terlalu mahal,” lanjut dia.

“Maka, Anda telah paham bahwa Anda sedang dalam masa transisi. Saya tahu fans, media akan membicarakan soal AC Milan, keuangan mereka begitu sehat dengan adanya investor Chian, mereka bisa membelanjakan banyak uang. Tidak, ini adalah musim transisi.”

“Mereka mungkin sangat percaya kalau mereka bakal berhasil dan naik tingkat dengan cara seperti ini. Namun hal tersebut tak berlangsung, maka ini cuma tentang bersabar dan menatap musim selanjutnya dengan adanya 3 atau mungkin 4 pemain oke dan juga miliki pengalaman,” kata dia.

Mengapa Tak ada David Luiz?

David Luiz tidak dimasukkan dalam skuat Chelsea untuk pertandingan menghadapi Manchester United. Apa alasan Conte tepikan pemain bek yang berasal dari Brasil tersebut?

Chelsea menjadi tuan rumah berhadapan dengan MU dalam laga lanjutan Premier League yang berlangsung pada hari Minggu (5/11/2017) malam WIB. The Blues raih hasil oke dengan skor 1-0 pada pertandingan itu lewat angka satu-satunya yang diciptakan oleh Alvaro Morata.

Pada laga itu, tidak ada David Luiz di barisan skuat Chelsea. Ia pun tak ada di dalam daftar nama pemain cadangan dan cuma menjadi pentonton.

Pada garis belakang, Conte mainkan pemain muda Andreas Christensen. Pemain geladang yang berusia 17 tahun Ethan Ampadu pun dimainkan ke dalam daftar pemain cadangan.

Keputusan tersebut lalu munculkan spekulasi tentang kelangsungan karier dari David Luiz. Ketika ditanya apakah David Luiz masih miliki kelangsungan karier di Stamford Bridge, Conte bilang kalau bekas pemain PSG tersebut perlu berusaha dengan keras untuk meraih lagi tempatnya.

“Saya tak tahu. Ia perlu berusaha amat keras, kalau tak mereka berada di bangku cadangan atau bangku penonton,” kata Conte.

Penampilan dari David Luiz memang tengah menjadi sorotan. Ia pernah merasa tak senang usai ditarik keluar saat Chelsea diimbangi AS Roma pada ajang Liga Champions. David Luiz pun bermain buruk ketika Chelsea tunduk dengan skor 0-3 melawan Roma di Stadion Olimpico.

Conte lalu beberkan alasan dirinya mencoret nama David Luiz. Sang manajer yang berasal dari Italia tersebut bilang keputusan untuk parkir David Luiz berhubungan dengan taktik.

Namun Conte 1 kali lagi tegaskan kalau siapa saja yang berpeluang untuk dipinggirkan kalau sedang tidak dalam penampilan yang oke.

“Ini amat sederhana, bukan? Amat sederhana. Pelatih yang perlu ambil keputusan terbaik untuk tim dan pada malam ini yang paling oke ialah tampil dengan Christensen dan menempatkan (Ethan) Ampadu di bangku cadangan. Pemain muda lainnya. Pemain yang amat oke untuk sekaran ini dan masa yang akan datang,” sambung Conte.

“Mungkin di masa yang akan datang saya dapat putuskan dengan cara berbeda atau selalu seperti ini. Hal tersebut normal. Saya perlu ambil keputusan untuk klub, bukan satu orang pemain.”

“Ini cuma  keputusan taktik. Ini tidak mengherankan. Ini dapat berlangsung pada tiap pemain saya, kalau saya melihat mereka tak dalam keadaan oke. Ini biasa.”

“Saya ulangi lagi: Saya harus menghadapi setiap situasi dan kemudian kadang membuat keputusan penting. Hari ini saya melakukan ini dan saya pikir Christensen memainkan laga yang hebat. Saya sangat senang,” kata dia.

Lazio 100% di Liga Europa

Lazio sukses menangkan 4 pertandingan pertama Liga Europa. Mereka menjadi satu-satunya tim yang miliki catatan sempurna.

Biancoceleste sudah pasti lolos ke tahap knock out setelah menangkan laga dengan skor 1-0 atas Nice pada hari Jumat (3/11/2017) dinihari WIB di Stadion Olimpico, lewat matchday ke 4 Liga Europa. Angka semata wayang membawa kemenangan untuk tim yang di besut oleh Simone Inzaghi tercetak dengan angka bunuh diri Maxime Le Marchand.

3 poin tambahan ini bikin Lazio semakin kokoh di urutan teratas Grup K dengan mengumpulkan 12 poin usai melangsungkan 4 pertandingan dengan hasil oke. Lazio pun tercatat menjadi satu-satunya tim yang sukses membersihkan semua pertandingan sejak saat ini.

Tim yang berasal dari Italia tersebut awali berlangsungnya di Liga Europa musim ini dengan menundukkan Vitesse (3-2) pada pertandingan, Zulte-Waregem (2-0) pada pertandingan markas, dan Nice (3-1) di laga tandang. Mereka juga ciptakan 9 angka dan 3 kali kebobolan

Kalau sesuai data-data di Whoscored, Lazio sesungguhnya bukanlah tim yang terus lakukan serangan. Itu dapat nampak dari rataan penguasaan bola yang hanya sampai 46,2 persen dan ada di peringkat 35 dari 64 tim peserta.

Sama halnya dengan rataan shots. Lazio hanya bukukan 13,3 persen shots dan jadikan mereka tim ke 21 yang sering lakukan shots di Liga Europa.

Penampulan dari Lazio sampai musim ini bukan hanya okedi Liga Europa. Klub yang berasal dari kota Roma tersebut pun masih mantap di kompetisi Serie A dengan berada di urutan 4 dengan 28 poin lewat 9 hasil oke, 1 seri, dan 1 kalah.

Usai pastikan diri melangkah ke babak 32 besar, dapatkah Lazio menambah panjang catatan hasil okenya?

Rekot Terus Menang City Bertambah

Hasil oke  yang berhasil diraih saat bertemu di kandang Napoli tidak hanya membuat Manchester City melangkah ke babak 16 besar Liga Champions. City pun menambah panjang rekor tidak pernah kalah mereka.

City menangkan laga atas Napoli dengan skor akhir 4-2 lewat laga yang berlangsung pada hari Kamis (2/11/2017) dinihari WIB di San Paolo. Nicolas Otamendi, John Stones, Sergio Aguero, dan Raheem Sterling masing-masing catatkan 1 angka untuk The Citizens.

Hasil oke tersebut bikin City masih kokoh di tahap grup ajang Liga Champions. Mereka terus raih hasil oke lewat 4 laga. Tiket menuju babak 16 besar juga telah ada dalam genggaman walau masih ada 2 pertandingan yang tersisa.

Ada beberapa data dan fakta dari hasil oke yang diraih oleh City ini, sebagaimana dilansir BBC:

– City menambah panjang catatan tidak pernah kalah jadi 22 laga pada tiap ajang (menangkan 18 kali, seri 4 kali). Terakhir kali City tunduk ialah saat berhadapan dengan Arsenal di babaksemifinal Piala FA musim kemarin pada bulan April.

– City ada dalam keadaan tertinggal untuk pertama kalinya sedari 26 Agustus (vs Bournemouth).

– Untuk kali pertama Napoli kalah dari tim Inggris pada laga markas di Liga Champions (sebelumnya menang 3 kali).

– Dries Mertens ikut ambil bagian secara langsung pada terciptanya 16 angka di 17 laga bersama Napoli di tiap ajang musim ini (12 angka, 4 assist).

– Nicolas Otamendi ciptakan 2 angka lewat 3 laga terakhirnya bersama City. Otamendi juga ciptakan angka sebanyak itu lewat 93 laga sebelumnya.

– Leroy Sane terlibat secara langsung dalam terciptanya 8 angka di 6 laga terakhirnya bersama City di tiap ajang (3 angka, 5 kali assist).

– Tidak ada pemain City yang ciptakan lebih banyak angka dibanding John Stones di Liga Champions musim ini. (Stones sama dengan Raheem Sterling, 3 cetak angka).

 

David Silva Berharap Liga Champions Diraih City

David Silva telah amat menunggu saat juara di ajang Liga Champions bersama Manchester City. Untuk hal tersebutlah, Silva terus berdoa tiap malam.

Silva, yang bermain bersama City sedari musim 2010, belum 1 pun antarkan City raih kecemerlangan di Liga Champions. Prestasi paling okenya di ajang ini hanya membawa The Citizen ke babak semifinal pada musim 2015/2016. Padahal di ajang lokal, Silva telah berikan 2 gelar Premier League, 2 trofi Piala Liga Inggris, dan 1 Piala FA.

Musim ini, Silva ingin dapat akhiri keinginannya selama 7 terakhir tersebut, di bawah pimpinan manajer Pep Guardiola. City memang cukup meyakinkan sampai saat ini karena telah catatkan 3 hasil oke dan kuasai Grup F dengan poin penuh.

Silva tidak ingin lagi City terhenti lebih cepat seperti musim kemarin ketika ditundukkan AS Monaco pada babak 16 besar. Oleh sebab itu, City diminta dapat pertahankan performanya sekarang ini.

“hal tersebut bakal amat mengesankan. Saya berdoa tiap malam untuk dapat menangkan Liga Champions bersama City. Semoga kami dapat meraihnya pada tahun ini,” kata Silva.

“Kami tampilkan sepakbola dengan amat oke, permainan sepakbola yang indah, ciptakan banyak angka dan juga membuat banyak kesempatan,” sambung dia.

City bakal berhadapan dengan Napoli pada hari Kamis (2/11/2017) dini hari WIB di Stadio San Paolo. Silva jadi pemain City yang rasakan kekalahan di Naples pada tahun 2011. Dia juga ingatkan para rekannya supaya terus pertahankan konsentrasi.

“Saya ingat kami tunduk lewat laga menjadi saya tak miliki memori yang oke tentang stadionnya. Semoga kami dapat merubahnya nanti Napoli ialah tim yang amat oke.”

“Tidak mudah untuk pertahankan intensitas permainan yang besar, maka kami bakal pertahankannya selama mungkin untuk dapat menangkan laga,” kata pemain yang berasal dari Spanyol tersebut.

Lukaku Cari Penuntasan yang Apik

Banyak angka yang sudah diciptakan oleh Romelu Lukaku untuk Manchester United tertahan pada bulan Oktober. Ia masih memiliki peluang untuk sudahi bulan ini dengan manis.

Sebelum jeda internasional pada awal bulan Oktober, Lukaku sangat tajam. Ia ciptakan angka sampai 11 angka lewat 10 laga pada tiap kompetisi untuk MU.

Laga berhadapan dengan Liverpool jadi awal puasa cetak angka Lukaku. Pertandingan yang berlangsung di Anfield pada tanggal 14 Oktober kemarin berakhir dengan skor seri 0-0.

Kemudian, Lukaku pun tidak berhasil membobol gawang lawan ketika MU berhadapan dengan Benfica, Huddersfield Town, Swansea City, dan Tottenham Hotspur.

Lewat 5 laga tersebut, Lukaku catatkan sampai dengan 7 sepakan ke gawang, 1 terbentur tiang, 3 off target, 2 sampai pada target, dan 1 di tahan. Biarpun begitu, Lukaku berikan kontribusi lain dalam bentuk assist untuk MU. Ia ciptakan itu pada laga berhadapan dengan Huddersfield dan Spurs.

Lukaku masih miliki 1 peluang untuk akhiri bulan Oktober dengan apik. MU bakal menjadi tuan rumah berhadapan dengan Benfica pada hari Rabu (1/11/2017) dinihari WIB di Old Trafford — Selasa (31/10) malam waktu setempat. Di matchday ketiga pada tanggal 19 Oktober kemarin, Lukaku tidak banyak berkutik. Ia hanya lakukan 1 kali sepakan, hal tersebut juga ditahan oleh pemain belakang Benfica.