Tindakan rasisme di dalam dunia sepak bola kembali makan korban. Kali ini sasarannya adalah bintang Liverpool, Mohamed Salah, dalam laga melawan West Ham United di ajang Premier League tengah pekan kemarin. Untuk merespon berita itu, pihak West Ham pun langsung bergerak cepat dalam upaya menuntaskan tindakan tidak terpuji tersebut.

Jalannya pertandingan sendiri sangat seru, dimana kedua tim saling berbagi poin atas hasil imbang 1-1. Liverpool lebih dulu unggul melalui gol Sadio Mane pada menit ke-22, dan dibalas oleh Michail Antonio pada enam menit setelahnya.

Pertandingan pun diisi oleh banyak hal kontroversi. Salah satunya adalah gol Sadio Mane yang tercium berbau offside. Dalam tayangan ulang, James Milner selaku pemberi assist terlihat telah melampaui garis pertahanan sebelum menerima umpan dari Adam Lallana.

Tak hanya soal kepemimpinan wasit yang mengundang banyak pertanyaan. Melainkan ada hal yang lebih penting dan menyangkut kasus rasisme yang menimpa Mohamed Salah. Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial terdengar ejekan yang kurang pantas yang ditujukan pada mantan pemain AS Roma tersebut.

Momen buruk itu terjadi dikala Salah ingin melakukan tendangan pojok. Kurang lebih sama seperti apa yang dialami pemain Manchester City, Raheem Sterling, kala menghadapi Chelsea. Reaksi West Ham terbilang bagus dengan cepat mencari pelaku.

West Ham secara tegas akan memproses semua tindakan kasar walau datang dari fansnya sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman disaat fans menyaksikan pertandingan sepak bola di dalam stadion.

“Di West Ham United, kami punya kebijakan tidak menoleransi semua bentuk kekerasan serta perilaku yang perilaku kasar,” tulis pihak West Ham terhadap pelaku-pelaku tindak kejahatan.

“West Ham tidak pandang bulu, kami bukan tim yang inklusif. Tak peduli umur, ras, agama atau kepercayaan, pernikahan atau kemitraan sipil, hamil atau sudah bersalin, jenis kelamin, orientasi seksual, ataupun disabilitas, semuanya diterima di London Stadion,”

“Siapapun yang kedapatan melakukan penyerangan akan diserahkan kepada pihak kepolisian dan dihadapkan dengan larangan masuk ke London Stadium seumur hidup. Tak ada tempat bagi perlakuan seperti ini di stadion kami,”

Terlepas dari kasus ini, Salah tidak terlihat merespon semua itu dengan rasa dendam. Sebaliknya, Salah terlihat lebih rendah hati dan lebih memilih fokus bersama Liverpool dalam misi menjadi juara Premier League dan Liga Champions musim ini.