Koeman Salah Karena Tidak Rekrut Pengganti Lukaku

Ronald Koeman sudah tak bersama Everton menyusul awal yang buruk pada musim ini. Koeman dianggap telah lakukan kesalahan terbesar berhubungan dengan Romelu Lukaku.

Koeman dikeluarkan dari kursi jabatan manajer Everton pada hari Senin (23/10/2017). Sang manajer yang berasal dari Belanda tersebut tidak berhasil antarkan timnya mengawali dengan apik usai cuma raih hasil oke 2 kali pada 9 pekan pertama dan sudah menelan 5 hasil negatif.

The Toffees juga sekarang ini ada di zona degradasi, baru cetatkan 8 poin. Cuma Bournemouth (7) dan Crystal Palace (3) yang miliki nilai lebih jelek.

Sedangkan pada bursa transfer musim panas kemarin Everton telah berbelanja dengan jor-joran. Mereka datangkan para pemain seperti Davy Klaassen, Jordan Pickford, Michael Keane, Gylfi Sigurdsson, Sandro Ramirez, dan Wayne Rooney.

Namun bekas pemain gelandang Everton Peter Reid menganggap kalau Koeman telah lakukan kesalahan yang fatal ketika tidak persiapkan pengganti posisi Lukaku. Walau telah tahu dari jauh-jauh hari kalau Lukaku bakal keluar pada musim panas lalu, ia tidak berusaha dekati pemain dengan talenta oke.

Sedangkan Lukaku telah jadi pencipta angka utama mereka lewat 4 musim terakhir, bikin jumlah 87 angka lewat waktu tersebut di semua kompetisi. Praktis Everton hanya merekrut Sandro dan Rooney di posisi penyerang untuk musim ini. Baru Rooney yang memperlihatkan kontribusi dengan ciptakan 4 angka sampai saat ini.

“Saya merasa sekitar 1 tahun kemarin para fans Everton dan klub tahu kalau Lukaku bakal keluar. Nah, jika saya menjadi manajernya, prioritas saya ialah raih seorang penyerang anyar,” ucap Reid.

“Saya tidak peduli siapa yang lakukan pembelian, siapa yang menjual, jika Lukaku pergi maka yang pertama dipikirkan ialah penyerang anyar. Everton tidak lakukan itu.”

“Saya merasa Pickford, si penjaga gawang, gemilang sampai saat ini. Tak hanya itu, rasanya para pemain anyar lainnya tengah alami sedikit kerepotan. Namun Lukaku mestinya diganti dengan pemain penyerang yang memiliki kualitas tinggi. Klub tidak  lakukan itu dan hal tersebut merupakan kesalahan yang amat besar bagi saya,” kata dia.