Category Archives: Liga Spanyol

Valverde Tak Khawatir dengan Penampilan Suarez

Barcelona masih belum pernah tundukkan di selama ajang musim ini. Luis Suarez juga sudah raih ketajamannya lagi setelah pernah seret dalam cetak angka pada awal musim.

Langkah mulus Barca terus berjalan usai menangkan pertandingan tandang berhadapan dengan Real Sociedad dengan skor akhir 4-2, akhir pekan kemarin. Suarez inspirasi hasil oke Blaugrana dengan catatkan 2 angka pada babak kedua.

Hasil tersebut ikut tandakan berakhirnya kebiasaan buruk Barcelona di Anoeta. Ini merupakan hasil oke pertama Barca di markas Sociedad pada kompetisi La Liga sedari yang terakhir pada bulan Mei 2007.

Sedangkan pundi-pundi angka yang diciptakan Suarez juga semakin bertaham. Pemain penyerang yang berasal dari Uruguay tersebut ciptakan 9 angka lewat 10 performa terakhirnya sampai koleksinya pada musim ini jadi 14 angka dan 3 kali assist.

Pelatih Barca Ernesto Valverde tak pernah merasa khawatir dengan penampilan dari Suarez. Kalau kerepotan dalam ciptakan angka, Suarez masih punya kualitas lain yang berkontribusi untuk Barca.

“Luis Suarez merupakan seorang pemain yang serba bisa yang dapat tampil dengan banyak cara yang beda, namun pada akhirnya saya menyaksikan dirinya sebagai seorang pemain nomor 9 klasik,” ucap Valverde.

“Ia memang tak ciptakan banyak angka pada awal musim ini, Namun ia terus ada di tempat untuk cetak angka. Cetak angkanya bakal terus tercipta. Ia hanya perlu sedikit keberuntungan saja. Kita tahu seperti apa banyak hal yang berlangsung untuk para pemain penyerang. Anda dapat ciptakan angka dari sedikit kesempatan atau punya banyak kesempatan namun tidak berhasil menciptakannya. Hal tersebut cuma bagian dari profesi di tempat tersebut.”

“Untuk Suarez, tak pernah cuma tentang ciptakan angka. Ada assist yang ia ciptakan. Ada lebih banyak kualitas dari ia dibanding sekadar ciptakan banyak angka.”

Paruh Musim yang Biasa bagi Barcelona

Sukses tundukkan Real Sociedad bikin Barcelona keluar sebagai sang juara di paruh musim La Liga. Walau unggul 9 poin dari posisi 2, ini bukanlah paruh musim yang paling oke untuk Blaugrana.

Tertinggal dengan selisih 2 angka lebih awal, Barcelona telah lakukan comeback yang dramatis untuk raih hasil oke dengan skor 4-2 pada hari Senin (15/1/2018) dinihari WIB. Hasil laga tersebut pertahankan catatan tidak pernah kalah Barca di La Liga musim ini dan juga bikin mereka makin kokoh berdiri di urutan teratas klasemen.

Usai lewati 19 laga, Barca telah catatkan 51 poin lewat hasil 16 menang dan seri 3 kali. Mereka unggul 9 poin dari Atletico Madrid yang ada di urutan 2.

Walau nampak amat percaya diri, ini bukanlah paruh musim yang paling oke untuk Barcelona. The Catalans sempat 2 kali miliki statistik yang lebih oke.

Ketika dilatih Josep Guardiola pada musim 2010/2011, Barcelona telah akhiri setengah kompetisi dengan catatkan 52 poin. Sedangkan rekor poin terbanyak usai 19 laga tercipta selang 2 tahun kemudian.

Bersama Tito Vilanova, Barcelona catatkan 55 poin di tengah musim 2012/2013. Hal tersebut berarti Lionel Messi dan para rekannya cuma kehilangan 2 poin.

Barcelona pada musim tersebut sukses keluar sebagai juara La Liga dengan catatkan poin berjumlah 100. Unggul 15 poin di depan Madrid yang menempati urutan 2.

Namun gelar La Liga menjadi satu-satunya leberhasilan Barca sebab mereka tunduk di Piala Super Spanyol dan cuma menjadi semifinalis di Copa del Rey dan Liga Champions.

Zidane Menyadari Tempatnya Tak Tersentuh

Zinedine Zidane sadari kalau tempatnya sebagai pelatih Real Madrid tak abadi. Zidane tahu ia tidak bakal bertahan lama di Santiago Bernabeu.

Zidane baru mulai memimpin Madrid pada bulan Januari 2016. Sedari waktu itu, Zidane telah membawa Madrid raih 2 titel di ajang Liga Champions dan 1 gelar La Liga.

Namun Zidane ada pada tekanan di musim ini. Los Blancos tercecer pada perburuan titel La Liga usai cuma ada di urutan 4 dan tertinggal 16 poin dengan Barcelona.

Zidane juga paham bahwa tempatnya sebagai pelatih Madrid tak bakal terus terasa aman. Pria yang berasal dari Prancis tersebut pun tau kalau prestasinya sebagai pemain tidak akan menjamin tempatnya di kursi pelatih Madrid.

“Zinedine Zidane bukan seorang pemain lagi di Real Madrid. Zidane yang itu telah tak ada. Saat ini bergantung Zinedine Zidane sang pelatih untuk catatkan kelangsungan kariernya,” kata Zidane.

“Saya tak terlindungi oleh apa yang telah saya perbuat sebagai pemain di klub ini. Saya tahu pada suatu saat nanti ini (pekerjaan sebagai seorang pelatih) bakal berakhir di Real Madrid, maka saya mengoptimalkannya dan saya lakukan semuanya supaya berhasil.”

“Saya bilang pada diri saya sendiri: ‘Kalau saya miliki 10 hari lagi di tempat ini, maka saya bakal optimalkan 10 hari tersebut; kalau itu 6 bulan, saya bakal langsungkan 6 bulan tersebut dengan optimal. Saya tak berpikir lebihi hal tersebut. Saya tahu saya tak akan bertahan (di pekerjaan ini) sepanjang 10 tahun,” kata dia.

Coutinho Pantas Lebih Mahal dari Van Dijk

Andrea Pirlo menganggap kalau Barcelona tidak salah sudah keluarkan dana sampai dengan nominal 160 juta euro (Rp 2,58 T) untuk membawa Philippe Coutinho. Bagi dirinya, Coutinho memang pantas dibandrol dengan harga mahal.

Barca pada akhirnya umumkan transfer Coutinho dari Liverpool. Blaugrana mengeluarkan dana mencapai 160 juta euro (2,58 triliun rupiah) untuk merekrut pemain yang berasal dari Brasil tersebut.

Harga Coutinho yang amat besar menjadi pembicaraan. Nilai Coutinho cuma tunduk dari Neymar yang didatangkan Paris Saint-Germain dari Barca dengan harga 222 juta euro.

Namun Pirlo menilai tak ada yang salah dengan harga Coutinho. Kalau Liverpool saja keluarkan dana sampai dengan 80 juta euro untuk merekrut Virgil Van Dijk dari Southampton, jadi Coutinho pantas dihargai 2 kali lipatnya.

“Selain dengan harga yang gila, harga Coutinho sepemikiran dengan harga pemain sekarang ini,” kata Pirlo.

“Kalau Van Dijk dengan harga 80 juta euro, maka ia (Coutinho) harganya 2 kali lipat. Ini adil,” kata bekas pemain Italia tersebut.

Coutinho bakal teken kontrak dan dengan resmi diperkenalkan sebagai pemain Barca pada hari Senin (8/1/2018) waktu setempat. Ia lalu bakal menyapa fans di Camp Nou dan melangsungkan konferensi pers.

Kembalinya Ousmane Dembele

Ousmane Dembele pada akhirnya tampil lagi bersama Barcelona usai menepi selama berbulan-bulan. Pertandingan berhadapan dengan Celta Vigo di ajang Copa del Rey jadi sebuah kompetisi untuk comebacknya.

Dembele sebelumnya tengah alami cedera hamstring ketika berhadapan dengan Getafe di La Liga pada tanggal 17 September kemarin. Dia perlu dioperasi dan melangsungkan pemulihan yang cukup lama.

Usai 110 hari, atau tepatnya di hari Jumat (5/1/2018), Dembele pada akhirnya kembali tampil. Dia bermain ketika Barca berhadapan dengan Celta Vigo pada pertemuan pertama 16 besar Copa del Rey.

Dembele tampil dari bangku cadangan, saat gantikan posisi Jose Arnaiz pada menit 72. 19 menit pemain yang berasal dari Prancis tersebut kembali bermain di Estadio Balaidos

Seperti dikutip pada situs resmi Barca, Dembele lekas menebar ancaman. Pemain yang didatangkan dari Borussia Dortmund tersebut telah lakukan sampai dengan 80 persen operan berhasil sepanjang berada di atas lapangan.

Kembalinya Dembele juga dengan hangat disambut oleh Luis Suarez, temannya di Barca, dan juga Kylian Mbappe, koleganya di tim nasional Prancis. Keduanya sambut Dembele dengan sebuah postingan pada media sosial.

Barca pribadi tampil seri dengan skor 1-1 pada pertandingan tersebut, di mana angka yang diciptakan winger Barca Jose Arnaiz pada menit 15 dibalas oleh Pione Sisto pada menit 31. pertemuan kedua bakal berlangsung pada pekan depan.

Umtiti Dipercaya Terus Setia pada Barca

Transfer Virgil van Dijk menuju Liverpool bikin klausul rilis Samuel Umtiti di Barcelona nampak murah. Namun, Umtiti dipercaya tidak akan tergoda untuk hijrah.

Van Dijk jadi pemain bek paling mahal di dunia usai pindah dari Southampton ke Liverpool pada bursa transfer bulan Januari ini dengan biaya transfer sampai dengan 75 juta pound sterling (sekitar 1,4 triliun rupiah).

Sedangkan Van Dijk masih minim dalam pengalaman di tingkat paling tinggi. Ia sebelumnya tidak pernah membela klub papan atas Eropa dan masih belum banyak bermain pada ajang Liga Champions.

Sedangkan Umtiti sekarang ini adalah pemain bek tengah andalan Barca. Pemain yang berumur 24 tahun tersebut menjadi pilihan utama di garis belakang bersama Gerard Pique. Ia secara rutin tampil di ajang Liga Champions dan juga bermain pada babak final Piala Eropa bersama tim nasional Prancis.

Dengan kualitas dan pengalaman yang Umtiti miliki, klausul rilisnya terhitung sedikit, hanya 60 juta euro (sekitar 971 miliar rupiah). Keadaan ini bikin Umtiti miliki risiko dibajak klub lain.

Manchester City beritanya mulai dekat dengan Umtiti dan sudah kirimkan perwakilannya ke kubu si pemain. Kalau dapat membuat Umtiti yakin untuk angkat kaki dari Camp Nou, City hanya perlu membayar klausul rilisnya dan Barca tidak dapat lakukan apapun.

Namun, pelatih Barca Ernesto Valverde percaya kalau pemainnya tersebut bakal terus bertahan.

“Saya merasa tidak khawatir apa yang mungkin atau tidak mungkin diperbuat oleh para klub. Umtiti merupakan seorang pemain yang luar biasa dan kami mengharapkannya bertahan selama bertahun-tahun ke depan dan ia nikmati permainannya bersama dengan kami,” ucap Valverde.

“Sampai batas tertentu, klausul buyout dibikin besar supaya Anda tidak dapat membeli si pemain. Namun, seiring waktu yang berjalan, angkanya sama sekali tidak nampak tinggi,” sambung dia.

“Namun, si pemain harue tetap ingin keluar. Kami merasa amat senang dengan Umtiti dan saya percaya kalau ia bakal terus berada di tempat ini dalam waktu yang lama,” imbuh Valverde.

Rencana Iniesta Pensiun Setelah Piala Dunia 2018 di Timnas Spanyol

Ajang Piala Dunia 2018 kemungkinan besar menjadi turnamen internasional terakhir untuk sosok Andres Iniesta. Iniesta indikasikan dirinya tidak akan bermain lagi bersama tim nasional Spanyol pada musim panas.

Iniesta bakal menginjak umur 34 tahun pada bulan Mei tahun depan. Selama berlangsung kariernya, pemain gelandang Barcelona tersebut sudah catatkan 127 caps dengan catatkan 13 angka dan 25 kali assist sedari debut bersama La Furia Roja pada tahun 2006.

Iniesta jadi salah seorang pemain vital lewat keberhasilan yang diraih Spanyol ungguli jagat sepakbola Eropa dan dunia sejak 1 dekade kemarin. Ia membawa negaranya raih 2 trofi Piala Eropa (2008 dan 2012) dan juga menjadi juara di Piala Dunia 2010.
Mengingat umurya yang tak muda lagi, realistis jika Rusia jadi panggung terakhir Iniesta dalam seragam Spanyol. Usai tergusur pada tahap grup Piala Dunia 3 tahun kemarin, sang pemain sepakbola dapat tandakan akhir masa depannya dengan manis di Rusia.

“Semua poin menuju ‘iya’, sebab turnamen krusial ini bisa dapat tandakan sebuah jalan yang telah saya lewati bersama dengan semua momen yang hebat,” imbuh Iniesta.

“Kita saksikan saja apa yang berlangsung, namun mengingat umur saya maka semuanya indikasikan kalau ini bakal jadi turnamen terakhir untuk saya.”

“Tak ada alasan kenapa kami harus tak percaya dapat menangkannya. Kami punya sebuah tim yang bagus yang dapat berselisih dengan baik. Di Brasil, kami di ingatkan apa arti Piala Dunia. Kami perlu berhati-hati, namun ikut juga tampil tanpa ada rasa takut.”

Spanyol terdaftar dalam Grup B bersama juara bertahan Eropa, Portugal, Maroko, dan Iran.

Jordi Alba Sebut Tidak Pernah Mudah Hadapi Madrid

Barcelona bakal berkunjung ke markas Real Madrid di Liga Spanyol. Seorang pemain dari El Barca yaitu Jordi Alba, menganggap El Clasico terus menjadi pertandingan yang beda dan tidak akan mudah.

Laga El Clasico jilid pertama di Liga Spanyol bakal berlangsung pada hari Sabtu (23/12/2017) malam WIB di Santiago Bernabeu. Barcelona berada di urutan yang amat menguntungkan menatap pertandingan tersebut.

Tim yang di besut oleh Ernesto Valverde tersebut telah unggul 11 poin dari Los Blancos di klasemen. Dalam 16 laga yang dilangsungkan, Barca catatkan 42 poin, hasil lewat 13 kali menang dan 3 kali seri.

Sedangkan Madrid berhasil catatkan 31 poin hasil lewat 15 kali tampil. Mereka telah raih 2 hasil negatif pada musim ini.

“Kami hadir pada laga di Bernabeu dalam keadaan yang oke. Namun, berhadapan dengan Real Madrid terus menjadi hal yan beda dan jadi pertandingan yang tidak mudah,” imbuh Alba.

“Hasil oke di Bernabeu tidak bakal kesampingkan Madrid… namun hal tersebut bakal jadi dampak yang krusial,” sambung dia.