Category Archives: Liga Italia

Marchisio Desak Pemain Juve Konsentrasi di 2 Laga Terakhir

Claudio Marchisio, selaku pesepak bola pada skuat Juventus, mendesak teman-teman satu timnya untuk konsentrasi pada 2 pertandingan terakhir menjelang tahun 2016-2017 berakhir.

Juve yang belum lama mamastikan diri sebagai pemenang Coppa Italia di musim ini. Itu didapat usai Juventus unggul atas skor 2-0 kontra Lazio pada pertandingan puncak yang berlangsung hari Rabu lalu, tanggal 17 Mei 2017 Bertempat di Stadion Olimpico.

Sebelum pertantandingan itu, Juve medapati hasil yang buruk dikaraenakan tunduk atas skkor 1-3 atas skuat AS Roma pada laga terusan Serie A yang dihelat di Stadion Olimpico pada akhir Minggu lalu. Sementara, bila peroleh hasil seri, Gonzalo Higuain dan teman-temannya dipastikan mendapat Scudetto.

“Kami amat merasakan keunggulan pada laga final Coppa Italia. Ada spekulasi yang mencuat usai pertandingan melawan AS Roma pada Pejan lalu. Seperti yang sudah kami saksikan dan ucapkan selama musim ini, kerap adanya reaksi yang besar pada saat kami mendapati hasil negative,” ucap Marchisio.

“Sebelumnya, kami mempunyai waktu agar bisa bereaksi terhadap kegagalan. Sekarang ini, kami tidak memiliki waktu lagi dan bereaksi dengan bagus dengan mendapat trofi perdana dari ajang Coppa Italia,” ucapnya.

Juventus berkesempatan menyudahi musim ini atas rauhan 3 trofi. Akan tetapi, para anak didik Massimiliano Allegri memerlukan paling tidak hasil imbang melawan Crotone untuk mengunci title pemenang Serie A dan keunggulan dari Real Madrid pada laga final Liga Champions.

“Sekarang, kami mempunyai 2 final yang lain untuk dimainkan dengan focus yang maksimal sebab tak diperkenankan buat kesalahan lagi,” ungkap Marchisio.

Juve Belum Menyerah Kejar Nainggolan

radja nainggolan

Sikap penolakan yang dilakukan oleh Radja Nainggolan ternyata belum membuat pihak Juventus menyerah mengejar tanda tangannya. Si Nyonya Tua kabarnya bakal melayangkan proposal kedua mereka pada Nainggolan di bursa transfer nanti.

Di awal musim 2016/17 kemarin, Juve sempat melayangkan proposal kepada Nainggolan. Akan tetapi pemain berdarah Indonesia itu justru memilih untuk tetap berseragam AS Roma. Penawaran dari Baiconeri pun ditolak mentah-mentah.

Ketika itu guna melancarkan ambisinya, Juve meminta Miralem Pjanic untuk merayu Nainggolan supaya bersedia hengkang ke Juventus Stadium. Pjanic memang sosok yang cukup dekat dengan pemain yang mereka incar.

Diberitakan oleh Tuttosport, Nainggolan bakal kembali jadi incaran Juve di bursa transfer musim panas nanti. Tak hanya mengandalkan rayan Pjanic, angka gaji yang ditawarkan bakal lebih besar serta peuang meraih gelar juara lebih besar bisa menjadi amuinisi The Old Lady.

Kendati demikian Juve memiliki opsi lain apabila lagi-lagi gagal memboyong Nainggolan.

Juve bakal mengalihkan pandangannya ke Mamadou Coulibaly. Dia merupakan pemain muda internasional Senegal yang usianya baru menginjak 18 tahun. Sekarang ini Coulibaly adalah pemain milik Pescara, klub yang musim depan turun kasta ke Serie B.

Di umurnya yang masih tergolong sangat hijau, Coulibaly disebut-sebut memiliki potensi untuk jadi pemain top di masa mendatang.

Milan Ditargetkan Kompetitif Empat Musim Lagi

ac milan

Marco Fassone yang memegang jabatan sebagai CEO AC Milan mengungkapkan jika bosk baru klub tersebut punya rencana untuk menjadikan I Rossoneri benar-benar bisa bersaing dalam empat tahun ke depan.

Prestasi Il Diavolo Rosso anjlok sejak lima tahun lalu karena dibebat oleh krisis kuangan. Tim Merah-hitam lantas mengalami penurunan kualitas dan tak lagi meraih prestasi di ajang domestik ataupun Eropa.

Sekarang Milan sudah memiliki pemilik baru. Investor baru asal Tiongkok telah datang sebagai pengganti Silvio Berlusconi. Kehadiran presidan baru tersebut menjanjikan masa depan yang cerah untuk tim besutan Vicenzo Montella ini.

Para fans setia Milan pun juga gembira. Pasalnya mereka optimis klub kesayangan bisa bangkit dalam waktu singkat. Akan tetapi harapan tersebut kini harus ditunda untuk waktu yang tidak sebentar.

Alasannya sang bos berkeinginan untuk menjadikan Milan betul-betul kompetitif lagi dalam kurun waktu empat tahun mendatang.

“Klub sudah menyusun rencana yang jelas,” ungkap Fassone pada Rai Sport.

“Pemilik memutuskan untuk membuat investasi penting, ada keinginan kembali ke turnamen Eropa dan kami mau kembali bersaing dengan tim papan atas dalam waktu empat tahun,” terangnya.

Di ajang Serie A Italia musim ini, Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan masih tertahan di peringkat keenam klasemen. Mereka terpaut enam angka dari Atalanta yang mengisi zona akhir Liga Europa lewat jalur playoff.

Akan tetapi Milan masih punya kans meraih tiket Liga Europa karena dua finalis Coppa Italia Juventus dan Lazio dipastikan finis di zona lima besar, sehingga jatah satu slot ke kompetisi kasta kedua Eropa itu diberikan kepada tim penghuni posisi keenam.

Inter Milan Ingin Jadikan Sarri Manajer Barunya

maurizio sarri

Geliat Inter Milan untuk mendapat jasa manajer anyar pada musim depan sudah memasuki babak baru. Sekarang ini La Beneamata diklaim sudah memasukkan nama Maurizio Sarri ke dalam daftar kandidat manajer baru pada musim depan.

Inter sendiri diprediksi takkan melanjutkan kerja sama dengan Stefano Pioli yang dianggap cukup mengecewakan. Pioli gagal memberi peran signifikan dalam membangun Inter pada musim 2016/17.

Nerazzurri mulai getol mendekati beberapa nama untuk diincar jadi manajer musim depan. Antonio Conte dan Diego Simeone merupakan incaran utama. Akan tetapi usaha Inter untuk mendapatkan keduanya buntu di tengah jalan.

Karena situasi tersebut Inter pun mengalihkan targetnya kepada sosok Maurizio Sarri. Kerja manajer berusia 58 tahun itu bersama Napoli dianggap cukup berhasil dalam dua tahun terakhir.

Musim ini Sarri sudah membuktikan bila Napoli masih bisa bersaing walau kehilangan pemain bintangnya, Gonzalo Higuain. Catatan tersebut amat diharapkan Inter bisa menular andai Sarri mau bergabung pada musim depan.

Sosok Sarri mulai dikenal setelah berhasil bersama Empoli pada tahun 2012 hingga 2015. Manajer asli Naples ini sukses mempromosikan Empoli dari Serie B ke Serie A. Sarri juga dikenal sebagai manajer yang punya gaya permainan atraktif.

Inter dan Roma Siap Ganti Pelatih

stefano pioli

Marcello Lippi, Pelatih legendaris asal Italia ini yakin bahwa Inter Milan dan As Roma akan menggantikan pelatih mereka. Lippi mengungkapkan setelah melihat persaingan di Seris A, diperkirakan tidak ada ada pelatih yang akan berada di bangku sama di musim depan. Ia juga mengatakan bahwa juventus terlalu kuat dibandingkan tim lain di Italia.

Luciano Spalletti yang melatih Roma dan Stefano Pioli di Inter Milan diyakini tak akan lagi di klubnya musim panas ini. Dua klub tersebut beberapa pekan terakhir ini memang akan mengganti posisi pelatih mereka. Sementara, kontraknya akan berakhir di musim panas ini.

Inter Milan mencatat hasil buruk enam pertandingan di Serie A tanpa kemenangan, Sementara itu posisi Stefano Pioli di San Siro semakin genting. Pelatih Roma Luciano Spalletti sejauh ini belum mau menyinggung masa depanya bersama Giallorossi.

Posisi Stefano Pioli di Inter semakin diragukan dalam beberapa pekan terakhir, setelah menjalani enam laga Serie A Italia tanpa kemenangan.

Lippi, yang membawa italia ke Piala Dunia 2006 saat di wawancarai Rai Radio Uno tentang peta kekuatan Serie A saat ini, menyebut bahwa kompetisi sekarang mulai ketat. Dua pelatih itu tak akan berada di bangku candangan yang sama musim depan.

“Pada level Serie A bagus, ada tim papan bahwa klasemen seperti Crotone yang memainkan sepakbola yang bagus. Masalah utama yang harus dihadapi adalah Juventus juga lebih kuat dari tim lain.” Ujar pelatih Timnas Tiongkok itu.

Pada tempat yang terpisah, Stefano Pioli mengakui Inter sedang dalam periode memburuk. Ia pun berharap Mauro Icardi dan kawan-kawan bisa segera bangkit. Pada saat terakhir Inter Milan tumbang 0-1 saat bertanding melawan tamunya Napoli pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di Giuseppe Meazza.sc

“Saya akan mengira Inter akan berubah lagi, sama untuk Roma. Eusebio Di Francesco bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih penting, aka nada beberaka gerakan baru di bangku cadangan.”

Separuh Klub Eropa Inginkan Dybala

paulo dybala

Perwakilan Paulo Dybala, Pierpaolo Triulzi, membeberkan bila sang klien jadi bidikan sejumlah klub besar di daratan Eropa. Akan tetapi ditegaskan bila Dybala bahagia di Juventus.

Striker berusia 23 tahun itu berseragam Juventus setelah direkrut dari Palermo pada 2015 lalu. Berkat peran besarnya dalam dua tahun terakhir, Bianconeri menyodorkan kontrak anyar kepada Dybala pada bulan April sampai 2022 mendatang. Pesepakbola Argentina itu bakal mendapat bayaran sebesar 7 juta euro per musim.

Sebelum teken perpanjangan kontrak dengan klub asal kota Turin tersebut, Dybala gencar dirumorkan jadi bidikan sejumlah klub top termasuk Barcelona dan Real Madrid. Dan walaupun sudah menambah masa baktinya, Dybala masih saja diisukan bakal pergi.

Triulzi mengonfirmasi banyak ketertarikan dari klub lain. Walau begitu Dybala merasa bahagia bermain untuk Si Nyonya Tua. Kemudian kontrak anyar yang sudah diberi adalah gambaran bahwa Juventus sangat menghargainya.

“Ketertarikan kepadanya sangat besar dan tidak sedikit klub lain yang serius meminatinya. Apabila anda menulis ketertarikan klub Eropa menginginkan Paulo, anda sudah,” kata Triulzi pada Corriere dello Sport.

“Menurut saya kontrak baru merupakan sinyal bagus dari Juventus, untuk para fans dan juga klub lain. Kontrak baru pun memberi pesan penting yaitu Paulo Dybala bahagia, demikian juga keluarganya, itu semuanya menjadi bukti,” sambungnya.

Sepanjang musim ini Dybala tampil dalam 40 pertandingan di berbagai ajang mencetak 17 gol dan memberikan delapan assist. Sementara Juventus sudah di depan gerbang Scudetto musim ini, plus berkesempatan meraih dua titel lain di antaranya juara Coppa Italia dan Liga Champions.

Incoming search terms:

  • club mana yg inginkan dybala
  • dybala

Bek Lazio Ingin Kalahkan Juve di Final Coppa Italia

lazio

Final Coppa Italia 2016/17 bakal mempertemukan antara Juventus melawan Lazio pada 2 Juni 2017 mendatang. Ini merupakan salah satu jalur Si Nyonya Tua untuk merengkuh treble.

Akan tetapi Juventus takkan meraihnya dengan mudah. Menurut penuturan bek Lazio, Dusan Basta, ia dan rekan satu tim amat mendambakan gelar ini.

Lazio sendiri melangkah ke babak final setelah menyingkirkan sang rival satu kota AS Roma di empat besar. Keberhasilan itu mengangkat kepercayaan diri Biancoceleste.

“Menyingkirkan Roma rasanya luar biasa. Babak final menghadapi Juventus bakal sangat rumit, karena mereka merupakan tim terbaik di Serie A,” kata Basta seperti dikutip Football Italia.

“Akan tetapi kami tidak pernah membuang harapan untuk juara. Kami bakal berusaha yang terbaik agar bisa menjuarai Coppa Italia.”

Musim ini performa Lazio memang cukup fantastis. Diragukan di awal, namun manajer Simone Inzaghi rupanya bisa membawa Lazio kembali disegani dan ditakuti.

“Tidak satupun orang mengira jika kami bisa melewati musim sehebat ini. Kami bekerja sangat keras dari hari pertama dan kami merasa puas dengan hasilnya.”

“Lazio kembali ke deretan klub-klub besar. Atmosfer di ruang ganti pun hangat. Simone Inzaghi adalah pelatih top. Dia selalu mempersiapkan tim dengan baik dan cerdas dalam menyusun strategi,” pungkas Basta.

Inter Punya Skuat Lebih Baik Daripada Milan

inter milan

Inter Milan pantas difavoritkan dalam partai Derby della Madonnina melawan AC Milan. Menurut bekas penggawa kedua klub, Hernan Crespo, Inter memiliki tim yang lebih oke.

La Beneamata bakal berlaku sebagai tuan rumah dengan meladeni Milan di Giuseppe Meazza, Sabtu (15/4/2017) petang WIB. Tidak hanya tentang gengsi, mereka sekarang hanya berselisih dua angka di papan klasemen dan bertarung untuk lolos ke turnamen Eropa musim depan.

Milan punya bekal lebih oke ketimbang Inter lantaran cuma kalah dalam sembilan partai Serie A terakhir dengan enam kemenangan dan dua imbang. Sedangkan, Nerazzurri justru tengah melakoni periode kurang bagus meraih dua kekalahan dan satu seri dalam tiga laga liga terakhirnya.

Selama masih berkarier, Crespo, sempat membela Inter dan Milan di era 2000an. Sekalipun Inter tengah kurang mentereng, eks ujung tombak Argentina itu merasa kualitas Inter sedikit lebih baik dari Milan.

“Saya pikir sejak awal musim Inter punya skuat yang lebih oke ketimbang AC Milan,” kata Crespo kepada Omnisport, yang dikutip Soccer Way.

“Semenjak Stefano Pioli datang, anda bisa menyaksikan hal itu di atas lapangan. Semuanya bisa terjadi sepanjang duel sepanjang 90 menit, namun Inter merupakan tim yang lebih baik,” tandas dia.

Walau gagal menang di dua partai terakhir kontra Milan, Inter belum terkalahkan ketika jadi tuan rumah di lima pertemuan terakhir menghadapi rivalnya itu.