Category Archives: Internasional

Berita Baik dari Unai Emery untuk Manchester United

Unai Emery selaku arsitek pada skuat PSG (Paris Saint Germain) memastikan klubnya akan menjual Serge Aurier pada jendela transfer musim panas ini. Hal itu sudah pasti menjadi berita baik untuk The Red Devils (Manchester United) yang mebidik pesepak bola berusia 24 tahun itu.

Manchester United meerlukan sosok bek kanan untuk musim depan sebab Antonio Valencia telah sudah mulai dimakan usia. Disamping itu Matteo Darmian lebih pantas tampil sebagai bek kiri.

Mulanya, Manchester City mebidik Fabinho yang merupakan bek AS Monaco. Akan tetapi, klub asal Prancis etrsebut menolak melepas sang pesepak bola. Dan hasilnya, Manchester United mengalihkan incaran mereka kepada Aurier. Baikankan gayung bersambut, Paris Saint Germain tidak keberatan menjual pesepak bola yang berasal dari Pantai Gading itu.

“Saya telah berbincang dengan Aurier untuk menyampaikan kepada dirinya bahwasannya saya berharap dirinya dapat bertahan di sini dan meneruskan kariernya bersama dengan kami. Dirinya menyatakan kepada saya bahwa dirinya berniat untuk pergi dan dirinya ingin tinggal sementara di Paris, untuk selanjutnya meninggalkan paris,” ucap Emery kepada salah satu media.

“Maka, kami menrekrut Dani Alves, pesepak bola yang mempunyai pengalaman serta semangat pemenang,” ucap Emery menambahkan.

Serge Aurier sudah perkuat Paris Saint Germain sedari tahun 2014. Dirinya memperkuat klub kaya Prancis tersebut dalam 56 laga Ligue pertama dengan catatan 2 gol. 3 tahun bersama dengan Paris Saint Germain, Aurier sudah memperoleh sebelas title

Aurier pun pernah beberapa kali bertengkar dengan rekan stau timnya, mulai dari Angel Di Maria sampai dengan Zlatan Ibrahimovic. Dirinya juga pernah dikirim menuju skuat pelapis sebab bermasalah dengan Laurent Blanc yang merupakan eks manager Paris Saint Germain.

Timnas Jerman Tanpa Pemain Bintang, Ini Kata Joachim Loew

Timnas Jerman terdiri dari pemain muda dengan nama yang terasa asing dalam Piala Konfederasi 2017 yang akan segera dilaksanakan. Keputusan sang pelatih timnas, yakni Joachim Loew bertujuan untuk mendapatkan kinerja yang apik dan menaikkan level pemain muda tersebut.

Joachim Loew tidak akan menurunkan pemain tangguhnya seperti Manuel Neuer, Jerome Boateng, Mesut Oezil, Toni Kroos, hingga Mueller dalam laga Piala Konfederasi 2017 yang berlangsung di Rusia.

Manajer berusia 57 tahun itu malah akan memasukkan pemain muda diantaranya Julian Draxler, Joshua Kimmich, Emre Can, hingga Timo Werner dengan nama-nama baru atau yang belum begitu memiliki pengalaman yakni Sandro Wagner, Amin Younes, dan Stindl dalam timnya.

Untuk umur, Wagner menjadi yang paling tua, yakni 29 tahun, dengan Stindl dengan 28 tahun dan Sebastian Rudy juga Jonas Hector yang kini berumur 27 tahun. Dari 21 pemain, 16 dari mereka berumur 25 tahun atau di bawahnya.

Loew menilai jika langkah tersebut dilakukan demi mendapatkan pemain lain dari pemain-pemainnya selama ini. Di sisi lain, dia ingin menolong para pemain yang muda untuk menambah pengalaman, performa dan level tinggi, seperti Julian Draxler dan Joshua Kimmich.

” Para pemain ini akan memberikan suasana yang berbeda dan ini bertujuan baik untuk mereka. Saya harap mereka berkembang. Walau bukan pemain dunia, namun mereka dapat memperlihatkan kemampuannya. Ini kesempatan untuk mereka, saya juga ingin mendapatkan pemain yang baru di timnas Jerman. Saya sendiri percaya diri dengan mereka, ” papar Loew.

Sementara itu, timnas Jerman masuk dalam Grup B Piala Konfederasi 2017 dengan Chile, Australia, dan Kamerun. Die Mannschaft akan segera memulai laga awalnya dengan timnas Australia dalam Olimpiyskiy Stadion Fisht, Sochi, Senin (19/6/2017) malam WIB.

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Australia vs Jerman

Sang juara, timnas Jerman segera bersiap dalam laga Piala Konfederasi 2017. Mereka akan melawan timnas Australia dalam laga yang dilaksanakan di Olimpiyskiy Stadion, Senin (19/6) malam mendatang.

Sebelumnya, laga Piala Konfederasi 2017 ini akan menjadi pemanas jelang Piala Dunia 2018 nanti. Menjadi juara sebelumnya, laga ini pastinya bermakna untuk Der Panzer. Dalam kompetisi ini, Timnas Jerman masuk ke grup B yang satu grup bersama Kamerun, Chile dan Australia. Ketiga menjadi juara di kompetisi masing-masing sehingga dinamai grup neraka.

Di laga awal nanti mereka akan melawan juara Piala Asia, timnas Australia. Keduanya sebenarnya sudah pernah berjumpa dalam ajang Piala Konfederasi 2005. Kala itu, Der Panzer sukses menang dengan skor akhir 4-3.

Tim Der Panzer memiliki catatan positif. Di mana mereka selalu menang, terakhir kali melawan San Marino dengan skor akhir 7-0. Di sisi lain, Australia mengalami kekalahan dengan skor 0-4 kontra Timnas Brasil.

Dalam laga ini, pelatih Ange Postecoglou memiliki tim yang fit. Kecuali, Mile Jedinak yang masih menepi karena cedera. pelatih ini sepertinya akan memainkan tiga bek, dengan Tomi Juric sebagai ujung tombak, Robbie Kruse dan Tomas Rogic sebagai penyerang. Untuk lini tengah, Aaron Mooy dan Massimo Luongo bersiap, dan Mat Ryan menjadi kiper mereka.

Di tim lawan, Joachim Loew juga menurunkan pemain terbaiknya. Loew akan memakai skema 3 bek, dengan Nicklas Sule, Shkodran Mustafi dan Antonio Rudiger mengisi lini depan. Untuk lini serang, ada Julian Draxler dan Sandro Wagner dan Lars Stindil menjadi juru gedor.

  • Perkiraan Susunan Pemain

Australia dengan skema 3-4-2-1, yakni Ryan, Degenek, Sainsbury, McGowan, Smith, Mooy, Luongo, Leckie, Kruse, Rogic, Juric.

Jerman dengan skema 3-4-1-2, yakni Ter Stegen, Rudiger, Mustafi, Sule, Hector, Can, Goretzka, Kimmich, Draxler, Wagner, Stindl.

  • Prediksi Skor

Laga awal di piala konfederasi 2017 ini sangat penting untuk keduanya. Karena jika menang, dalam laga ini, maka selanjutnya mereka akan memasuki babak fase knockout dengan mudah.

Laga ini tentunya mengunggulkan Timnas Jerman. Akan tetapi, catatan sejarah untuk timnas Australia selalu menjadi momok untuk Jerman. Prediksi laga ini sendiri adalah skor akhir 0-3 untuk keberhasilan Jerman. Bagaimana dengan prediksi anda?

Kondisi Geopolitik Memburuk, Piala Dunia 2022 Tetap Dilaksanakan di Qatar

FIFA angkat bicara mengenai perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar seiring dengan berita krisis politik yang berlangsung di Timur Tengah. Presiden Gianni Infantino secara tegas mengungkapkan jika kompetisi sepakbola yang dilaksanakan tiap empat tahun ini akan tetap dilaksanakan sesuai rencana awal.

Qatar memang menjadi wilayah yang rentan karena masalah di Timur Tengah. Beberapa negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Yaman, Libya, hingga Maladewa secara bersama memilih putus hubungan diplomatik dari Qatar karena mengganggap negar ini berhubungan dengan terorisme.

Hubungan yang memburuk dari beberapa negara tetangga ternyata memberikan pengaruh pada berbagai bidang. Salah satunya rencana pelaksanaan Piala Dunia 2022, dengan nagara ini sebagai tuan rumah. FIFA kemudian buka suara demi masalah yang cukup menyita perhatian ini.

Gianni Infantino mengungkapkan jika kompetisi ini akan tetap dilaksanakan seperti sedia kala. “Untuk masalah ini, saya tidak berani memprediksikan dan seperti akan tidak ada perubahan, ” paparnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan jika peran penting FIFA, seperti yang dia ketahui yakni berkaitan dengan sepakbola dan tidak ikut campur dalam masalah geopolitik.

” Kita dalam hal krisis politik. Namun, saya optimis nanti wilayah itu akan aman. Piala Dunia 2022 masih cukup lama untuk kita laksanakan. Walau mungkin sepakbola hanya memberikan kontribusi kecil, namun untuk kebaikan, saya rasa tidak akan yang terpaksa memberikan bantuan, ” paparnya lagi.

Pengaruh dari krisis politik ini sudah terjadi saat UEA akan berhadapan dengan Thailand di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia, pada Selasa (13/6/2017) nanti. Laga itu awalnya akan dipimpin wasit dari Qatar, namun pihak FIFA tidak jadi menggunakan wasit tersebut.

” Pihak kami dapat memastikan jika sudah ada pergantian ofisial laga dyang asli untuk laga ini. Keputusan itu memang berdasarkan olahraga dan kondisi geopolitik saat ini, ” tukas Gianni Infantino.

Buffon Menjadi Sosok yang Menakutkan Bagi Pesepak Bola Madrid

Hadirnya sosok Gianluigi Buffon sebagai penjaga gawang di skuat Juventus, nyatanya sebagai sosok yang menakutkan untuk para pesepak bola El Real(sebutan Real Madrid). Jelang pertarungan ke-2 skuat pada laga final Liga Champions 2017, yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 3 Juni 2017, tak sedikit pernyataan yang timbul dari pesepak bola Madrid terkait Buffon.

Cristiano Ronaldo, yang merupakan striker gacoan Real Madrid, mengatakan Buffon merupakan pesepak bola paling vital pada skuat Juventus. Bila Buffon bermain baik, ucap Ronaldo, bakal tidak muadah menundukkan Juve.

Oleh karena itu, CR7(Julukan Cristiano Ronaldo) pun berharap Buffon bermain buruk pada laga final nanti. “Saya berharap kami cuma menciptakan sedikit kesalahan dan Gianluigi Buffon tampil jelek,” uap kapten timnas Portugal itu.

Cristiano Ronaldo pribadi mengatakan, kemampuan Real Madrid dan Juventus sebetulnya sama kuat. Oleh karenanya, dirinya mengaku amat beremangat jelang pertandingan ini.

“Kami sudah melakukan semua persiapan dalam menghadapi pertandingan final. Kami bakal menghadapi rival yang tangguh yakni Juventus, akan tetapi kami mempunyai pemikiran yang baik,” ucap Ronaldo.

Eks pesepak bola Setan Merah(MU) ini juga menambahkan, “Kami merasa pede dapat menundukkan Juve. Apa saja dapat terjadi di pertandingan nanti, akan tetapi kami mempunyai keyakinan yang besar.”

Rekor Baik

Cristiano Ronaldo pribadi sebetulnya meiliki rekor yang baik ketika bertemu dengan Buffon.Selama menjalani karier, Ronaldo terhitung sudah 5 kali menjebol jaring Gianluigi Buffon.

Gol terbaru terjadi pada pertandingan paruh ke-2 pada saat fase semifinal Liga Champions tahun 2014/2015. Waktu itu, Juve mengalahkan El Real dari pergelarang Liga Champions dengan total agregat 3-2.

Kylian Mbappe Hantarkan AS Monaco Menangi Liga Prancis

AS Monaco sebagai pemenang pada Liga Prancis Ligue pertama setelah menundukkan Saint Etienne atas skor 2-0 pada laga Minggu ke 37 hari Kamis, tanggal 18 Mei 2017 dini hari WIB bertempat di Stadion Stade Louis II.

Atas keunggulan ini, AS Monaco merajai klasemen Liga Prancis atas raihan 92 angka. Mereka menang 6 poin dari PSG (Paris Saint Germain) yang terus membuntuti dari pos urutan ke-2 dengan 1 laga tersisa.

Keberhasilan ini juga menutup puasa tiltle Liga Prancis yang dialami AS Monaco selama tujuh belas tahun usai mereka menjadi pemenang kali terakhirnya ketika tahun 2000 silam. Disampin itu, piala ini adalah title Liga Prancis untuk ke-8 kali yang didapat AS Monaco.

Musim ini, Kylian Mbappe yang bermain impresif dan sebagai target bidikan dari sederet klub besar Eropa memasukan gol pada fase ke-1. Sementara gol Valere Germain di fase ke-2 melengkapi keunggulan AS Monaco kontra Saint Etienne dengan skor 2-0.

AS Monaco sebetulnya cuma memerlukan hasil seri agar dapat menjadi pemenang. Akan tetapi, mereka sudah menang pada menit ke-19 atas cetakan gol yang dibuat Mbappe dengan melanjutkan umpan terobosan dari Radamel Falcao.

Monaco kian menggencarkan serangan pada awal babak kedua dari aksi Lemar dan Falcao namun tidak menghasilkan gol tambahan.

Begitu pun, Saint Etienne yang sempat beberapa kali mengambil serangan balik terhadap aksi yang dilakukan oleh Saivet, Soderlund dan Veretout akan tetapi tak menghasilkan kesempatan yang cukup matang dalam menghasilkan sebuah gol.

Valere Germain akhirannya berhasil memastikan AS Monaco unggul atas skor akhir 2-0 usai measukan gol dari satu format serangan balik yang dilakukan Thomas Lemar ketika memasuki 90 pertandingan, berikut adalah informasi yang dirangkum oleh salah satu media.

Daftar Susunan pesepak bola:

=> St-Etienne dengan skema 3-4-2-1: Ruffier; Lacroix, Theophile Catherine, Pogba; Lemoine, Maiga, Veretout, Nordin; Soderlund, Polomat; Saivet.
peapis : Pierre-Gabriel, Clement, Rocha Santos, Beric, Moulin, Nade, Hamouma.

=> AS Monaco dengan skema 4-4-2 : Subasic; Jemerson, Glik, Sidibe, Mendy; Moutinho, Fabinho, Silva, Lemar; Falcao, Mbappe.
pelapis : Carrillo, Jorge, De Sanctis, Toure, Bakayoko, Raggi, Germain.

Pirlo Mulai Bicara Waktu Pensiunnya

andrea pirlo

Bintang lapangan tengah internasional Italia, Andrea Pirlo mulai berbicara kapan dirinya bakal berhenti jadi pemain sepakbola. Apabila nanti memilih gantung sepatu, mungkin Pirlo bakal pulang ke Italia dan kursus menjadi pelatih.

Saat ini Pirlo menjalani masa akhir kontrak di klub Major League Soccer, New York City FC. Masih belum ada negosiasi kontrak baru antara manajemen klub dengan Pirlo kedua belah pihak memilih fokus menuntaskan kompetisi musim ini.

Melihat usianya yang genap 38 tahun pada 19 Mei nanti, maka kans Pirlo mendapat kontrak anyar diprediksi sangat tipis. Dengan situasi itu Pirlo angkat bicara tentang pensiun dari sepakbola.

“Cepat atau lambat saya bakal berpikir kapan harus pensiun, anda tak mungkin selamanya bermain sepakbola,” kata Pirlo kepada Sport Italia.

Mantan penggawa Juventus itu tak menutup peluang bila ini emnjadi musim terakhirnya sebagai pemain sepakbola. Pirlo mengklaim jika kelanjutan nasibnya sebagai pemain tergantung pada seberapa penting keberadannya.

Bila merasa posisinya tak dibutuhkan lagi, maka Pirlo akan pensiun dan menitit kariernya sebagai manajer klub.

“Andaikan anda sudah bukan menjadi bagian dalam skuat, anda harus berpikir untuk melakukan hal lain. Kini saya fokus dan berusaha keras untuk menyelesaikan musim ini dengan baik. Mungkin saya akan kembali ke Italia dan belajar jadi manajer,” tutupnya.

O’Shea Bersyukur Tak Cedera Parah Usai Ditekel Bale

gareth bale dan john o'shea

John O’Shea menyebut dirinya amat beruntung tak mengalami cedera serius akibat tekel keras Gareth Bale. Apalagi sebelumnya rekan setimnya, Seamus Coleman, dapat tekel hingga patah kaki.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup D yang menyajikan duel Republik Irlandia melawan Wales di Aviva Stadium, Minggu (25/3/2017) waktu setempat, berakhir seri 0-0. Laga itu sendiri berlangsung dengan tensi tinggi.

Di menit ke-69, defender Irlandia Seamus Coleman, harus ditarik keluar lapangan karena mengalami patah kaki akibat tekel keras yang dilayangkan Neil Taylor hingga menghasilkan kartu merah langsung.

Selain kejadian mengerikan itu, terdapat juga tekel keras Bale kepada O’Shea. Terjangan kaki Bale menghantam tulang kering O’Shea, akibat insiden ini pemain tim nasional Wales itu mendapat kartu kuning.

“Aku merasa beruntung bila membandingkannya dengan kejadian yang menimpa rekanku Seamus (Coleman). Di kesempatan pertandinan lain, kejadian seperti tadi bisa saja menghasilkan dua kartu merah,” kata O’Shea seperti dilansir BBC.

“Mungkin (tekelnya terlambat), tetapi beruntung aku tak kenapa-kenapa sehingga tidak ada masalah. Aku tak ingat ada berapa banyak jahitan. Semoga saja lekas pulih,” ucapnya.

Laga itu sendiri berlangsung cukup sengit, namun tuan rumah cuma bisa melepaskan lima peluang tanpa ada satupun tepat sasaran. Sedangkan Wales dengan ball possesion sebesar 54 persen menciptakan delapan kesempatan, dua diantaranya on target.