Category Archives: Bola Dunia

Soal Cedera Ibrahimovic dan Rancangan Ungguli Dunia

Mulai kembali sembuh dari cedera, Zlatan Ibrahimovic semakin dekat dengan momen untuk kembali tampil. Dia pun katakan tentang randangannya mendominasi dunia.

Pemain penyerang Manchester United itu raih cedera pada bagian ligamen pada bulan April sampai tidak bisa ikut tampil di bagian akhir musim tersebut, termasuk saat klubnya menjadi juara di Liga Europa.

Lewat musim panas Ibrahimovic sepakat dengan perpanjang kontrak yang bikin dirinya bakal bertahan dengan MU sepanjang 1 musim ke depan. Pemain Swedia 36 tahun tersebut sekarang ini tegaskan dirinya bakal secepatnya kembali menunjukkan kebolehannya kembali dan bermain lebih hebat dibanding yang sebelum alami cedera.

“Kembali dan tampilkan juggling bola saja bukanlah opsi sebab saya dapat lakukannya cuma dengan 1 kaki. Tidak, saya bakal kembali dan lebih oke lagi daripada yang sebelumnya. Hal tersebut adalah tujuan saya,” imbuh dia.

Dalam wawancara yang sama pada periode yang beda, Ibrahimovic tegaskan dirinya tidak pernah terusik dengan cedera. Pemain sepakbola yang sempat bermain dengan beberapa klub top seperti Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, dan PSG tersebut miliki mental baja.

“Kekuatan mental adalah hal nomor satu dalam keadaan seperti ini dan dilihat dari segi mental saya luar biasa. Secara mental saya tidak tersentuh,” ucap Ibrahimovic.

“Saat saya telah putuskan sesuatu, tidak ada yang dapat menjadi pengaruh dalam benak saya. Dulu saya sempat dikatakan miliki rancangan bakal kuasai Swedia, dan telah lakukan pada waktu sarapan. Pada jam makan siang saya sudah kuasai Eropa dan saat waktunya santap malam saya telah kuasai dunia.”

“Hal tersebut adalah rancangan saya dulu dan sekarang ini sama, hal tersebutlah yang berlangsung,” kata dia.

Ventura Membela Diri dari Kritikan

Gian Piero Ventura lama kelamaan merasa terusik juga terus dikritik berhubungan dengan gagalnya Italia ke ajang Piala Dunia 2018. Ventura akui tidak layak disalahkan seutuhnya atas hasil tersebut.

Ventura diangkat menjadi pelatih Italia pada bulan Juli 2016 usai Antonio Conte keluar. Diberi misi untuk loloskan Gli Azzurri ke Rusia tahun berikut, Ventura tidak berhasil sepenuhnya.

Usai cuma finis kedua di bawah Spanyol pada tahap grup, Italia digusur Swedia di babak play-off. Tunduk dengan skor 0-1 pada pertandingan tandang, Italia hanya tampil seri tanpa cetak angka 0-0 di kandang pada hari Selasa (14/11/2017) dinihari WIB kemarin.

Hasilnya Italia juga tidak berhasil menuju ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sedari tahun 1958. Tidak pelak, Ventura pun menjadi sasaran kritik di Italia berhubungan dengan gagalnya Italia lolos.

Para pendukung pun salahkan Federasi Sepakbola Italia (FIGC) yang dinilai tidak becus menjalankan tim nasional sekarang ini, salah satunya dengan memilih Ventura sebagai pelatih. Padahal Ventura tidak miliki pengalaman memimpin para tim oke seperti Conte.

Namun, Ventura pun tidak ingin disalahkan seutuhnya dan mengatakan telah berusaha dengan amat baik sampai saat ini. Total selama dipimpin oleh Ventura, Italia menangkan laga 10 kali, 4 kali imbang, dan cuma tunduk 3 kali lewat 17 pertandingan.

“Tanpa Italia, Piala Dunia itu tak ada apa-apanya, namun sayangnya itu terjadi. Apa lagi yang dapat saya lakukan?,” ucap Ventura.

“Saya mohon maaf atas hasil yang kurang ini,” lanjut dia.

“Paling tidak saya masih ada hasil yang baik selama 40 tahun terakhir. Saya hanya tunduk 2 kali kok,” kata Ventura.

Nasib Ventura berikutnya bakal diputuskan dalam rapat FIGC pekan ini. Ada kemungkinan Ventura akan dikeluarkan dari posisinya.

Barzagli Merasa Gagal usai Italia Tak Lolos

Andrea Barzagli merasa sangat kecewa karena tidak berhasil membawa Italia melaju ke Piala Dunia 2018. Ia akui hal ini menjadi sebuah pukulan yang besar dalam kariernya sebagai pemain sepakbola.

Italia tidak bisa balaskan dendam kekalahan dengan skor 0-1 melawan Swedia di pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018, usai tampil seri tanpa cetak angka 0-0 pada hari Selasa (14/11/2017) dinihari WIB di San Siro. Gli Azzurri juga perlu menepi dari turnamen bergengsi 4 tahunan tersebut.

Sebelum pertandingan ini, sang kapten Gianluigi Buffon pernah meminta semua pendukung Italia melepaskan warna klub dalam memberi dukungan pada Italia secara bersama. Hasilnya, Swedia “diteror” dengan koreografi bendera Italia dan siulan ketika lagu kebangsaan negara mereka dikumandangkan.

Sial untuk Italia, dukungan total dari semua pendukung tidak dapat dibayar dengan tiket Piala Dunia 2018. Mereka malah perlu akhiri laga pertandingan dengan kepahitan, hasil yang dinilai amat buruk oleh Barzagli.

“Dalam sisi sepakbola, ini ialah rasa kecewa besar dalam hidup saya. Italia berikan Anda sensasi yang beda. Ia bikin Anda merinding, membuat persahabatan antara tiap pendukung Italia, mereka pada akhirnya bersatu. Sungguh malu untuk sudahi laga seperti ini,” imbuh Barzagil.

“Saya tak tahu apa yang telah kami lewati, yang saya tahu ialah kami gagal menuju Piala Dunia, ini merupakan rasa kecewa tersendiri dan tinggalkan tim ini rasanya amat menyakitkan. Tiap orang punya perasaannya tersendiri, namun keadaan ini amat tidak mudah untuk diterima sekarang ini.”

“Paling tidak di Piala Eropa 2016 kami menangis sebab hampir 1 kali (ke semifinal), namun untuk sekadar masuk putaran final saja tak bisa adalah pukulan telak untuk semua karier saya,” lanjut dia

Gagalnya menuju Piala Dunia di Rusia jadi sejarah kelam yang terulang di sepakbola Italia. Terakhir kali mereka tidak berhasil melaju ke Piala Dunia di tahun 1958 di Swedia.

Bhayangkara Kecewa Kalah di Pertandingan Terakhir

Bhayangkara FC tidak berhasil raih hasil oke pada pertandingan terakhir Liga 1, walau telah pasti keluar sebagai juara. Sang pelatih Simon McMenemy akui merasa kecewa serta merasa senang.

Pada pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu (12/11/2017) di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Bhayangkara FC tunduk melawan tim tamu. Melangsungkan laga dengan sisa 10 pemain, Persija dapat membuat rusak pesta Bhayangkara dengan hasil akhir 2-1.

Pada babak pertama kedua tim bermain ofensif. Bhayangkara ciptakan angka cepat saat pertandingan baru berlangsung 3 menit. Ialah Ilija Spasojevic yang ciptakan angka.

Persija pada akhirnya sukses samakan skor lewat tendangan voli Ramdani Lestaluhu di waktu injury time babak pertama. Skor Imbang 1-1, bertahan sampai babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Persija tampil dengan sisa 10 pemain. Usai Sandi Darma Sute diberi kartu merah wasit sebab lakukan pelanggaran dengan keras Firli Apriansyah.

Tim ‘Macan Kemayoran’ berhasil ciptakan angka lewat Ramdani. Sampai laga berakhir tidak ada lagi cetak angka yang tercipta.

“Susah juga menjadi pelatih dimana saya perlu fokus di pertandingan terakhir. Kami sedikit merasa kecewa karena kemasukan angka pada menit terakhir dan kami kalah,” ucap Simon.

“Tapi pada akhirnya saya tersadar kalau tim saya telah menjadi juara. Hal terrsebut yang bikin saya merasa tenang,” sambung dia.

Pelatih yang berasal dari Skotlandia tersebut akui Persija bermain dengan baik sebab tampil tak kenal menyerah. Dukungan ribuan The Jakmania jadi motivasi tersendiri untuk Bambang Pamungkas dan para rekannya.

“Namun bukan karena jakmania, mereka malah hebat. Ini laga kedua tim, yang satu tim ingin menangkan laga dan termotivasi. Lumayan susah juga sebab kami juara namun perlu turun ke lapangan,” imbuh dia.

Casillas Ingin Buffon jangan Pensiun Dulu

Gianluigi Buffon telah miliki rencana untuk gantung sepatu pada tahun berikutnya. Penjaga gawang Juventus dan tim nasional Italia tersebut diminta untuk tunda terlebih dahulu putusannya tersebut.

Buffon masih miliki 2 keinginan pada sisa kariernya. Ia ingin tampil di ajang Piala Dunia 2018, dan masih mempertahankan mimpinya untuk jadi juara di ajang Liga Champions.

Trofi Liga Champions adalah satu-satunya piala yang pernah diraih oleh Buffon. Jika tidak dapat jadi juara pada musim ini, ia tetap dalam 1 tekadnya untuk mengambil keputusan yang ia tetapkan yaitu pensiun.

Penjaga gawang FC Porto, Iker Casillas, menganggap kalau keputusan yang telah diambil oleh Buffon untuk gantung sepatu tersebut telah diperkirakan dengan amat yakin. Biarpun begitu, ia masih ingin supaya Buffon dapat tampil lebih lama lagi.

“Jika Buffon pensiun di umur 40, saya bakal berusaha pensiun 1 tahun lebih lama darinya — maka saya dapat bermain 1 tahun lebih lama daripada dirinya dalam karier saya,” imbuh bekas penjaga gawang Madrid tersebut.

“Saya merasa ia telah pikirkan soal keputusannya (untuk gantung sepatu). Namun, saya ingin ia pikirkan hal tersebut lagi, sebab sepakbola perlu pemain seperti itu,” sambung dia di sela penghargaan Golden Foot Award.

Lazio 100% di Liga Europa

Lazio sukses menangkan 4 pertandingan pertama Liga Europa. Mereka menjadi satu-satunya tim yang miliki catatan sempurna.

Biancoceleste sudah pasti lolos ke tahap knock out setelah menangkan laga dengan skor 1-0 atas Nice pada hari Jumat (3/11/2017) dinihari WIB di Stadion Olimpico, lewat matchday ke 4 Liga Europa. Angka semata wayang membawa kemenangan untuk tim yang di besut oleh Simone Inzaghi tercetak dengan angka bunuh diri Maxime Le Marchand.

3 poin tambahan ini bikin Lazio semakin kokoh di urutan teratas Grup K dengan mengumpulkan 12 poin usai melangsungkan 4 pertandingan dengan hasil oke. Lazio pun tercatat menjadi satu-satunya tim yang sukses membersihkan semua pertandingan sejak saat ini.

Tim yang berasal dari Italia tersebut awali berlangsungnya di Liga Europa musim ini dengan menundukkan Vitesse (3-2) pada pertandingan, Zulte-Waregem (2-0) pada pertandingan markas, dan Nice (3-1) di laga tandang. Mereka juga ciptakan 9 angka dan 3 kali kebobolan

Kalau sesuai data-data di Whoscored, Lazio sesungguhnya bukanlah tim yang terus lakukan serangan. Itu dapat nampak dari rataan penguasaan bola yang hanya sampai 46,2 persen dan ada di peringkat 35 dari 64 tim peserta.

Sama halnya dengan rataan shots. Lazio hanya bukukan 13,3 persen shots dan jadikan mereka tim ke 21 yang sering lakukan shots di Liga Europa.

Penampulan dari Lazio sampai musim ini bukan hanya okedi Liga Europa. Klub yang berasal dari kota Roma tersebut pun masih mantap di kompetisi Serie A dengan berada di urutan 4 dengan 28 poin lewat 9 hasil oke, 1 seri, dan 1 kalah.

Usai pastikan diri melangkah ke babak 32 besar, dapatkah Lazio menambah panjang catatan hasil okenya?

Rekot Terus Menang City Bertambah

Hasil oke  yang berhasil diraih saat bertemu di kandang Napoli tidak hanya membuat Manchester City melangkah ke babak 16 besar Liga Champions. City pun menambah panjang rekor tidak pernah kalah mereka.

City menangkan laga atas Napoli dengan skor akhir 4-2 lewat laga yang berlangsung pada hari Kamis (2/11/2017) dinihari WIB di San Paolo. Nicolas Otamendi, John Stones, Sergio Aguero, dan Raheem Sterling masing-masing catatkan 1 angka untuk The Citizens.

Hasil oke tersebut bikin City masih kokoh di tahap grup ajang Liga Champions. Mereka terus raih hasil oke lewat 4 laga. Tiket menuju babak 16 besar juga telah ada dalam genggaman walau masih ada 2 pertandingan yang tersisa.

Ada beberapa data dan fakta dari hasil oke yang diraih oleh City ini, sebagaimana dilansir BBC:

– City menambah panjang catatan tidak pernah kalah jadi 22 laga pada tiap ajang (menangkan 18 kali, seri 4 kali). Terakhir kali City tunduk ialah saat berhadapan dengan Arsenal di babaksemifinal Piala FA musim kemarin pada bulan April.

– City ada dalam keadaan tertinggal untuk pertama kalinya sedari 26 Agustus (vs Bournemouth).

– Untuk kali pertama Napoli kalah dari tim Inggris pada laga markas di Liga Champions (sebelumnya menang 3 kali).

– Dries Mertens ikut ambil bagian secara langsung pada terciptanya 16 angka di 17 laga bersama Napoli di tiap ajang musim ini (12 angka, 4 assist).

– Nicolas Otamendi ciptakan 2 angka lewat 3 laga terakhirnya bersama City. Otamendi juga ciptakan angka sebanyak itu lewat 93 laga sebelumnya.

– Leroy Sane terlibat secara langsung dalam terciptanya 8 angka di 6 laga terakhirnya bersama City di tiap ajang (3 angka, 5 kali assist).

– Tidak ada pemain City yang ciptakan lebih banyak angka dibanding John Stones di Liga Champions musim ini. (Stones sama dengan Raheem Sterling, 3 cetak angka).

 

David Silva Berharap Liga Champions Diraih City

David Silva telah amat menunggu saat juara di ajang Liga Champions bersama Manchester City. Untuk hal tersebutlah, Silva terus berdoa tiap malam.

Silva, yang bermain bersama City sedari musim 2010, belum 1 pun antarkan City raih kecemerlangan di Liga Champions. Prestasi paling okenya di ajang ini hanya membawa The Citizen ke babak semifinal pada musim 2015/2016. Padahal di ajang lokal, Silva telah berikan 2 gelar Premier League, 2 trofi Piala Liga Inggris, dan 1 Piala FA.

Musim ini, Silva ingin dapat akhiri keinginannya selama 7 terakhir tersebut, di bawah pimpinan manajer Pep Guardiola. City memang cukup meyakinkan sampai saat ini karena telah catatkan 3 hasil oke dan kuasai Grup F dengan poin penuh.

Silva tidak ingin lagi City terhenti lebih cepat seperti musim kemarin ketika ditundukkan AS Monaco pada babak 16 besar. Oleh sebab itu, City diminta dapat pertahankan performanya sekarang ini.

“hal tersebut bakal amat mengesankan. Saya berdoa tiap malam untuk dapat menangkan Liga Champions bersama City. Semoga kami dapat meraihnya pada tahun ini,” kata Silva.

“Kami tampilkan sepakbola dengan amat oke, permainan sepakbola yang indah, ciptakan banyak angka dan juga membuat banyak kesempatan,” sambung dia.

City bakal berhadapan dengan Napoli pada hari Kamis (2/11/2017) dini hari WIB di Stadio San Paolo. Silva jadi pemain City yang rasakan kekalahan di Naples pada tahun 2011. Dia juga ingatkan para rekannya supaya terus pertahankan konsentrasi.

“Saya ingat kami tunduk lewat laga menjadi saya tak miliki memori yang oke tentang stadionnya. Semoga kami dapat merubahnya nanti Napoli ialah tim yang amat oke.”

“Tidak mudah untuk pertahankan intensitas permainan yang besar, maka kami bakal pertahankannya selama mungkin untuk dapat menangkan laga,” kata pemain yang berasal dari Spanyol tersebut.